Besoknya Fernan benar mengajakku ke taman rumah sakit. Katanya GF ada di sana. Tapi kenapa Fernan bisa kenal dengan GF?
"Kamu kenal GF, Nan?" tanyaku dengan bingung.
"Nanti aku jelasin."
Jawaban Fernan membuatku mendesah pelan, kesal karena tidak mau memberi tahu.
Fernan mendorong kursi rodaku ke arah seorang laki-laki yang sama sepertiku, memakai baju rumah sakit dan duduk di atas kursi roda. Apa dia GF?
Saat sudah dekat Fernan memanggil namanya.
"Gaven," panggil Fernan.
Laki-laki bernama Gaven tersebut menengok. Wajahnya tampan, hanya tertutup oleh pucat. Aku tersenyum menatap Gaven, entah kenapa hatiku menghangat melihat wajah Gaven.
"Gav, ini hal yang lu mau bisa ngeliat Aileen dari deket. Gua tinggal ya kalian ngobrol-ngobrol aja," ucap Fernan lalu meninggalkan aku dan Gaven berdua.
"Hai, Gav," sapaku tersenyum.
"Hai, Len." Gaven balik menyapaku.
Tidak kupungkiri Gaven sangat tampan ditambah dua lesung pipit yang menghiasi kedua pipinya.
"Akhirnya saya bisa liat kamu dan ngobrol sama kamu," ucap Gaven dengan nada senang.
Aku tersenyum melihat wajah Gaven, "Kamu sakit apa?" tanyaku yang bingung melihat Gaven dengan wajah pucat.
"Enggak usah bahas itu yaa," jawab Gaven.
"Maaf," sesalku.
"Gapapa, Fernan bilang kamu mau pergi. Kemana?" tanya Gaven membuatku kesal dengan Fernan.
Kenapa Fernan segala bilang kepada Gaven jika aku ingin pergi. Dasar Fernan ember.
"Belum tau, kamu tau aku dari mana Gaven?"
Gaven tertawa, "Saya kira kamu nggak akan tanya hal ini, kamu memang nggak kenal saya ya. Padahal saya satu kelas sama kamu pada saat kelas sepuluh."
Aku menatap kaget, satu kelas? Kenapa aku tidak ingat sama sekali jika Gaven pernah satu kelas denganku.
"Sudah jangan dipikirin, mau kamu ingat atau nggak saya tetap seneng bisa ngobrol sama kamu. Sebelum saya pergi," ucap Gaven dengan menunduk.
"Pergi? Kemana? Padahal aku mau batalin pergi aku agar bisa dekat sama kamu," kataku dengan penasaran.
"Saya nggak bisa kasih tau kamu, dan semoga juga saya nggak jadi pergi doakan saja," jawab Gaven dengan tersenyum.
Tiba-tiba hujan turun membuatku dan Gaven bingung, aku langsung bangkit dan mendorong kursi roda Gaven. Entah kenapa ada rasa takut di hatiku saat Gaven terkena hujan.
Fernan menghampiriku dan Gaven, membantuku mendorong kursi roda Gaven menuju teras rumah sakit.
Setelah sampai wajah Fernan terlihat sangat khawatir dengan Gaven.
"Gaven, lu gapapa kan?" tanya Fernan dengan raut khawatir.
Gaven tertawa, "Iya gapapa, kita ke kamar sekarang ya," kata Gaven.
Fernan mengerti kode dari Gaven.
"Tunggu, makasih yaa Len untuk hari ini. Saya senang, dan ini jadi hal yang akan selalu saya kenang selamanya. Walau saya sudah tidak ada ... di dunia ini."
****
Dua parttt menuju endinggg, huaaa😂😂
KAMU SEDANG MEMBACA
Go Away [Completed]
Short Story(Perfect cover by @syfrat) [62 in shortstory 27-05-18] [1 in trueshortstory] Ini kisah tentang Aileen yang mencintai Adriell. Namun tidak dengan Adriell. Semua yang dilakukan selama mereka menjalin hubungan hanya untuk melampiaskan rasa kesalnya, da...
![Go Away [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/129855614-64-k978147.jpg)