Aku kaget saat bangun jam sudah menunjukan 05.55. Setelah shalat subuh tadi aku ketiduran, aku langsung bergegas mandi dengan kecepatan 5 menit, lalu mengecek barang-barangku.
"Loh kok buku catatan matematika nggak ada, kemana sih," gerutuku kesal.
Aku mengacak-acak lemari bukuku, namun tidak ketemu dan pelajaran matematika adalah pelajaran pertama. Bisa kena hukuman pasti.
Karena tidak ketemu aku memilih membiarkan, lalu turun ke bawah. Ruang tamu terlihat sepi, kemana Mama dan Papa. Apa belum bangun? Tidak biasanya.
Saat aku memakai tas, dan melihat kearah meja. Aku teringat jika tidak membawa ponsel, aku langsung berlari kembali ke kamar untuk mengambil ponselku.
Pagi yang melelahkan, dari dalam aku melihat ada Adriell di depan. Tumben sekali tidak memberi tahuku jika ingin menjemput. Saat keluar aku melihat Adriell bersama kak Violin.
Kak Violin, menangis, kenapa? Apa yang membuat kak Violin menangis. Aku berjalan ke tempat mereka berdiri, dan mereka belum menyadari jika ada aku.
"Kamu pacaran sama adik aku, El?" tanya kak Violin sambil mengelap air matanya.
"Iy ... Iyaa, Aileen adik kamu Olin. Kenapa kamu nggak bilang?" Adriell balik bertanya.
Olin? Mantan Adriell, kak Violin kakak aku sendiri. Aku masih terus diam, karena masih ingin tahu apa saja yang ingin mereka bicarakan.
"Aku nggak pernah tau kalau Aileen jadian sama kamu," kata kak Violin kembali menangis.
Adriell menarik kak Violin kepelukannya.
Deg.
Mataku memanas, memandang kedua orang di depanku. Menyakitkan.
"Aku masih sayang kamu, Olin."
Perkataan Adriell berhasil membuat air mataku tumpah dari kedua mataku. Lalu untuk apa hubungan ini? Jika Adriell masih mencintai kak Violin.
"El, kak Vio," panggilku.
Membuat keduanya menengok dengan eskpresi kaget. Kak Violin menghampiriku.
"Eh, Ai ini pacar kamu mau jemput kamu," ucap kak Violin memegang pundakku.
Aku mengempaskan tangannya dari pundakku, membuat kak Violin dan Adriell membelalakan mata kaget atas perlakuanku.
"Udah kak, aku udah denger semuanya. Kakak tau nggak? Sakit kak, pacar pertama aku lebih mencintai kakak dibanding aku," teriakku menumpahkan segala amarah yang sedari tadi aku tahan.
"Maafin kakak, Ai," sesal kak Violin.
"Maaf nggak akan buat Adriell cinta sama aku kak!" pekikku kesal.
"Dan kamu Adriell, kamu jahat. Buat apa kamu jadiin aku pacar kamu, kalau kamu jauh lebih sayang kakak aku! Ini hati El, bukan mainan yang bisa kamu mainin!" teriakku di depan Adriell dengan air mata yang terus mengalir.
"Aku benci kalian!!" pekikku, lalu seketika semua gelap.
Aku ingin semua berakhir.
****
KAMU SEDANG MEMBACA
Go Away [Completed]
Conto(Perfect cover by @syfrat) [62 in shortstory 27-05-18] [1 in trueshortstory] Ini kisah tentang Aileen yang mencintai Adriell. Namun tidak dengan Adriell. Semua yang dilakukan selama mereka menjalin hubungan hanya untuk melampiaskan rasa kesalnya, da...
![Go Away [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/129855614-64-k978147.jpg)