[REVISI]
• Bad Boy Love Good Girl
Apabila orangtua memaksa, disitulah pilihan berada.
Apabila dua korban disukai orang lain, disitulah tikungan berada.
Kehidupan Jieun dan Jiyong berawal tenang pastinya...namun?
"Kerjasama."
×××
⚠ Non-baku
⚠ Lapak...
Hari ini,murid-murid SMA P1 dikumpulkan disekolah untuk membantu menghias lapangan terbuka dalam perayaan sekolah nantinya. Semua murid berkumpul di lapangan terlebih dahulu untuk mendengar himbauan kepala sekolah dan ketua osis.
Terlebih lagi,Jieun dan Jiyong lagi berduaan di ruang osis karna disuruh kepala sekolah untuk mendaftar peserta lomba disetiap kelas. Jieun bercerita banyak hal pada Jiyong dan berterima kasih tentang bantuan yang diberikan Jiyong dalam membentuk album Jieun. Tak lupa,Jieun memberikan Jiyong hadiah kecil berupa gelang hitam kesukaan setiap pria.
"makasih lho...tapi ga kasih hadiah juga gapapa,kok." kata Jiyong sambil memakai gelang pemberian Jieun.
"Hehehe..rasanya ga enakan kalau ga kasih hadiah..." balas Jieun malu-malu.
Jieun dan Jiyong saling senyum dan menatap satu sama lain. Mereka membuang muka disaat keadaan semakin panas dan pipi mereka merah merona. Mereka pun melanjutkan aktifitas mendaftar peserta lomba sambil malu-malu kucing.
"Jidi...aku ke toilet dulu ya.." pamit Jieun sudah menahan sesak daritadi.
"Iya.."
===
Jieun keluar dari toilet setelah buang air kecil dan menyuci kedua tangannya hingga bersih...Jieun berlari menuju ruang osis karna tak mau membuat Jiyong menunggu lebih lama.
Namun,disaat Jieun terlalu fokus melihat lantai...Jieun tidak sengaja menabrak seorang gadis berambut pendek yang hampir sama dengannya.
Jieun mendongak dan kaget saat melihat gadis yang ia tabrak itu adalah Kiko.
"Ma-maaf...aku ga sengaja.." Ucap Jieun ragu-ragu menatap wajah Kiko.
"Diem lo upil kuda. Bikin virus nempel aja di baju gue." sindir Kiko sambil menepuk-nepuk bahunya yang ditabrak Jieun.
"....maaf...." Jieun menatap lantai kesal dan mengepal kedua tangannya.
"Ka-kamu...ikut lomba apa?" tanya Jieun berusaha berteman dengan Kiko.
"Bla bla bla~gausah munafik depan gue. Cabe aja belagu." Kata Kiko dan tak segan mendorong Jieun dari hadapannya.
Jieun menahan jatuh dengan kedua kakinya dan tangan yang menyentuh tembok. Kiko pun pergi meninggalkan Jieun dengan wajahnya yang tak berdosa.
KESAAAALLLLL!!! - Jieun
+++
Jieun kembali ke ruang osis dengan wajah kesal dan hati yang penuh amarah. Jiyong yang melihat mood Jieun berubah tiba-tiba jadi khawatir.
"Kenapa?" tanya Jiyong.
"Gada apa-apa...yuk lanjut daftarin." kata Jieun.
Jiyong nurut saja dan tidak ingin ikut campur...tak lama kemudian,Jieun dan Jiyong sudah selesai mendaftar peserta dan keluar dari ruang osis untuk mengantarkan daftar tersebut di meja kepala sekolah.
...
Setelah mengantar daftar peserta,Jieun dan Jiyong berkumpul di lapangan bersama untuk membantu murid lainnya menghias lapangan yang akan dipakai pada perayaan SMA P1.
Selama berjalan menuju lapangan...mereka berdua tidak sadar bahwa dari kejauhan ada seorang gadis yang kesal melihat mereka bersama.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.