" Kau melihat tuanmu?" Tanya Harleen saat membuka pintu kamarnya pada seorang pelayan yang terlihat melintas di depan pintu
" Tidak nona, tadi tuan berjalan ke arah Rumah sakit." Jawabnya
Mati aku, jalan rumah ini saja aku gak hafal hafal.
Mau nanya juga tengsin.
" Oh iya terimakasih." Senyum Harleen kecut.
Nanya gak yaaa.. nanya gak ya...
" Emmm Tungguu!!" Harleen hampir mengangkat tangannya sebelum..
" Butuh bantuan?" Seseorang menahan pergelangannya. Orang yang tiba tiba muncul dari arah samping dan seketika membuat Harleen beringsut mundur berusaha menghempaskan tangannya dengan wajah kesal. Ia segera menutup rapat bagian luar gaun tidurnya.
" Theodor!" Ujarnya tercekat.
" Apa suamimu meninggalkanmu terlalu pagi?" Seringai Theodor menjelajahi tubuh Harleen dengan tatapan nakal
" Bukan urusanmu!" Tekan Harleen membuat Theodor tersenyum mendekatinya yang spontan melangkah mundur.
" Dari sekian banyak wanita kenapa dia memilihmu? Dari sekian banyak wanita di sekitar Andrew mengapa kau yang menyebabkan putraku meregang nyawa. Maafkan aku Harleen tapi aku adalah wali Syah suamimu dan semua tentang Andrew adalah urusanku. Kau mengerti!!" Tekannya memegang dagu Harleen
" Tolong menjauh dariku atau aku akan berteriak dan berlari menemui Andrew, aku yakin dia tak akan suka ini." Ancam Harleen pucat.
" Oh ya?" Theodor menjalankan jarinya ke bibir mungil Harleen, dagunya, leher jenjangnya yang menelan ludah sexi, lalu... belahan dadanya. Hingga...
" Plash." Sebuah tamparan mendarat di wajah pria berkepala 4 itu.
" Aku pasti akan membalaskan dendam putraku dokter. Kau ingat itu baik baik." Seringainya menghirup aroma leher Harleen yang sudah menegang lalu beranjak ke luar dari kamarnya meninggalkan Harleen yang bersender lemas.
" Aku harus menemui Andrew." Ujarnya segera merapikan diri menuju kamar mandi
***
Diary ke 40
Aku melangkahkan kaki menapaki lorong panjang hingga tiba di Rumah Sakit setelah cukup lama memetakan lokasi rumah itu dalam otakku. Benar benar memusingkan kepala. Tapi yang lebih membuatku tercekat adalah saat kakiku tiba di sana,
Suamiku ah ralat, maksudku Andrew tampak mondar mandir di depan ruangan Vier. Dia terlihat cemas, wajah cemasnya yang cute membuatku ingin segera menenangkannya sebelum...
" Klek." Lagi lagi langkah kakiku tertahan.
Orang picik itu.. kenapa dia keluar dari ruangan Vier? Aku melihat Theodor keluar dari ruangan itu, dengan masker, baju operasi dan lengkap dengan sarung tangannya yang berlumuran darah. Dia melepas sarung tangannya ke bak sampah lalu memegang pundak Andrew yang memalingkan wajah enggan.
" Keputusanmu memanggilku tepat, sekalipun kau telah menyebabkan Kleon meninggal aku tak akan pernah sanggup menghukummu Andrew. Dia sudah selamat." Ujarnya yang tak kumengerti. Dia menangkap kehadiranku lalu tersenyum mengangkat dagunya
" Ooh Nona Harleen... selamat pagi." Ujarnya seakan akan kami belum bertemu sebelumnya
" Andrew kenapa dia di sini?" Tanyaku menghiraukan dia
KAMU SEDANG MEMBACA
DOR ( A Psycho Husband )
ActionWarning!!! 21+ Mengandung Thema kekerasan dan Konten Mature Pernah membaca cerita tenta Psikopath? Pembohong yang baik, pembunuh, berwajah dingin, kejam, Personality Disorders? Biar aku tunjukkan apa itu psikopath yang sebenarnya. Minessota Multip...
