Nona Harleen

47.8K 2.9K 77
                                        

Diary ke 5

" Hei." Harleen mengerjab beberapa kali setelah Andrew menjentikkan jarinya didepan wajahnya yang langsung berubah tegang

" 10 menit kau bilang tunggu, 15 menit kau menatapku dan 5 menit kau terus memeriksa denyut nadiku. Dokter apa sebenarnya yang kau lakukan? Kita akan mulai terapi atau... kau hanya mengulur waktu untuk berdua denganku?" Tanyanya memainkan mata seketika membuat Harleen memalingkan wajahnya yang merona.

" Kita mulai dengan hipnotis kali ini." Ujarnya mencari cari sesuatu

" Sebelumnya sudah aku katakan aku tidak mau dihipnotis." Andrew berdiri dari ranjangnya, merapikan kembali lengan kemejanya

" Kau mau sembuh atau bagaimana? Kenapa kau mengatur metodeku hah?" Harleen masih menyembunyikan wajahnya kesal.

" Karna ada sebagian dari rahasia yang terkadang lebih baik terkubur. Lakukan apapun asalkan jangan mengcompleku ( hipnotis ) Vier bilang kau lulusan terbaik, atau itu hanya gelar kosong?" Tekan Andrew mengoceh.

" Fine!! Kembali tidur!" Teriak Harleen menoleh lalu mendorong bahu Andrew spontan hingga...

Deg. Deg. Deg

Harleen mengatur napasnya, kali ini hidung mereka benar benar bersentuhan, tatapan Harleen seakan menyatu dengan iris Andrew dan...

" Kau berat." Senyum pemuda itu seketika menyadarkannya, gadis itu langsung berdiri dan bersikap seolah tak ada apapun

" Kalau kau mau lebih bilang saja Harleen, aku suamimu kan." Goda Andrew

" Diam!!" Harleen membelalakkan mata

" Oke ssssttt." Andrew begitu manis meletakkan telunjuknya di depan bibirnya

Disaat seperti ini... seolah aku tak meyakini sosok di hadapanku benar benar penderita gangguan mental
Dia sama seperti yang lainnya...
Tatapannya,
Senyumnya,
Kenapa seseorang seperti dia harus menderita
Andrew Abraham..
Dimana sebenarnya jiwamu menghilang? Siapa sebenarnya yang membuatmu menjadi seperti ini?

Andrew menatap Harleen yang menyuntikkan sesuatu di nadinya. Ia kemudian duduk di sisinya dan memegang kepalanya hangat.
Tak ada yang Andrew rasakan selain ketenangan dan anehnya, Harleen juga merasakan hal yang sama.
Beberapa detik kemudian, pemuda itu memejamkan matanya

" Andrew." Sapa Harleen lembut. Dia membalasnya dengan anggukan pelan

" Kau bebas mengatakan apa yang tak ingin kau katakan, tapi aku mohon percayalah padaku Andrew. Aku bisa membantumu, aku bisa menggenggam tanganmu dan aku bisa menyelamatkanmu." Ujar Harleen lagi, dia tersenyum menatap wajah Andrew yang benar benar terlihat Cute saat memejamkan mata. Lagi lagi, pemuda itu menjawabnya dengan anggukan

" Bisakah kau menceritakan padaku tentang ibumu?" Tanya Harleen memulai

" Dia wanita yang sangat aku sayangi."

" Georgia Abraham?" Harleen membuat bibir Andrew bungkam seketika. Apa itu artinya dia tak ingin membahas kakaknya?

" Bagaimana dengan Victor Abraham?" Tanya Harleen memegang lengan Andrew lembut. Perlahan, air mata Andrew meluncur turun, tepat di sudut matanya yang melambangkan ketulusan ( Air mata dalam psikologi memiliki 3 tempat turun. Jika dia turun dari sudut artinya tulus, jika dari tengah artinya sangat sedih )

" Aku merindukannya." Jawabnya singkat.

" Apa kau pernah bermimpi bertemu mereka?" Tanya Harleen

Andrew mengangguk pelan

" Apa yang mereka katakan padamu?" Harleen mulai menggenggam jari jemari Andrew

DOR ( A Psycho Husband )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang