Ketiganya menatap Sabilla tak percaya "Wa'alaikumsalam"
"MashaAllah,adik mas cantik sekali" ucap Fajar yang membenarkan khimar Sabilla yang sedikit miring.
Sabilla tersenyum. "Alhamdulillah kamu sudah berubah,nak"ucap Fairuz yang kini matanya sudah berkaca-kaca karena bersyukur putri kesayangannya sudah kembali seperti dulu.
"Alhamdulillah. Mmm Billa sudah membulatkan tekad dan niat Billa untuk merubah semuanya. Billa sadar bahwa berpakaian seperti kemarin-kemarin itu hanya membuat pria menjadi kelaparan karena melihat tubuh Billa" Mata Sabilla sudah mulai berkaca-kaca, "Malam itu andai saja kalau dokter Nizar tak menolong Billa mungkin Billa sudah tak suci lagi,umi,abi,mas" Sabilla menundukkan wajahnya.
"Malam itu ada dua pria yang menurut Billa meraka adalah pereman disana. Kala itu, Billa sedang menunggu taksi dan angkutan umum lainnya namun tak ada hingga sampai akhirnya kedua pria itu datang kepada Billa dan memaksa Billa untuk pergi bersama mereka. Dokter Nizar menyelamatkan Billa" tambah Sabilla disertai isakannya.
Fajar membawa tubuh bergetar Sabilla kedalam dekapannya "Alhamdulillah, Allah telah memberikanmu peringatan melalui kejadian malam itu,dan mas sangat bersyukur kamu sudah berubah. Istiqomahkan de. Jangan sampai kelakuan kamu yang sudah-sudah yang.. Mmm buruknya terjadi lagi. Mas tak suka Sayang" Fajar mencium puncak kepala Sabilla dengan sayang.
Sabilla mengangguk mengiyakan.Mereka pun menyantap sarapannya dengan hening.
Sabilla melenggang pergi menuju gerbang pesantren dan disana sudah ada Syifa yang menunggu disamping mobilnya.Syifa sedang fokus menatap layar ponselnya sehingga tak menyadari kedatangan Sabilla.
Sabilla berdeham "Assalamu'alaikum Fa"
Syifa mendongak dan menatap Sabilla tak percaya dan seketika itupun matanya berkaca-kaca "Wa'alaikumsalam. Ini kamu Bill?"
Sabilla terkekeh lalu mengangguk "Siapa lagi?"
Syifa tersenyum lalu berhambur memeluk Sabilla erat "Alhamdulillah kau sudah kembali Bill"
Sabilla menitikan air matanya. Semua orang menginginkan dirinya menutup auratnya. Namun, kemana dia selama enam bulan ini? Seolah menulikan diri akan perkara ini. Maafkan hamba ya Allah.gumamnya dalam hati.
"Kita kekampus sekarang? Takutnya kita terlambat" ucap Sabilla yang membersit air matanya dan tersenyum.
Syifa pun mengangguk. Keduanya memasuki mobil Syifa dan Syifa pun melajukan mobilnya dengan kecepatan normal. Hingga mobilnya pun sampai diparkiran kampus. Syifa dan Sabilla berjalan menyusuri lorong menuju kelasnya semua orang menatap aneh kearah Sabilla. Dan kebanyakan orang berbisik-bisik yang sudah jelas sedang mengomentari tampilan Sabilla. Dan ada juga yang mengolok Sabilla dengan terang-terangan mengomentari penampilannya.
"Ehh, ehh, udah tobat nih? Mmm mau sok sok-an dipandang sholehah?" Ucap seorang mahasiswi yang Sabilla tahu adalah fakultas bisnis. Temannya mentertawakan "Eh iya nih,tapi jangan-jangan cuma mau cari perhatian dosen baru itu. Jalang caper,biasa. Hahaha."
Syifa menggenggam tangan Sabilla yang sudah terasa dingin. "KUAT!"bisik Syifa.
Tanpa disadari Nizar mendengarkan semuanya karena dia kebetulan berada tak jauh dari mereka. "Billa. Ya Allah. Kuatkan dia.gumamnya.
Sabilla melepaskan genggamannya ditangan Syifa dan langsung berlari ke arah toilet. Dan Syifa pun langsung mengikuti Sabilla.
Sabilla menatap dirinya dicermin. Pertahanannya runtuh,seberapa kuat dirinya berusaha tegar namun rasanya sakit sekali ketika seseorang mengatakan hal rendah kepada dirinya. Sabilla mencuci wajahnya dan menghela napas dalam. Tiba-tiba ponselnya berdering.
+6285123456789:
Kuat ya.Begini, kau tutupi saja telingamu,anggap mereka tak berkata apa pun padamu. Jangan sampai mereka menjadi alasanmu runtuh dari keistiqomahan kamu yang baru kembali,jangan sampai hal yang sudah terjadi dihari sebelumnya kembali terjadi dihari ini dan selanjutnya. Hijrah memang tak mudah tapi kau harus tetap mempertahankan kau yang sekarang.
+6285123456789:
Nizar dokter tampan yang waktu itu.
Sabilla tersenyum lalu terkekeh ketika membaca pesan terakhirnya. "Isshh dokter Nizar punya nomorku dari siapa? Tapi entahlah aku tak peduli.
Sabilla:
Terima kasih.
Sabilla:
Dokter tampan? Memangnya kau tampan?
+6285123456789:
Hehe iya tampan,itu orang-orang yang bicara padaku. Dan kau tak tahu itu.
Sabilla:
Mana bisa ku tahu,memandangmu pun aku tak pernah.
+6285123456789:
Oh iya saya lupa.
Sabilla memasukkan ponselnya lalu membenarkan khimarnya dan keluar dari kamar mandinya.
"Bill, kau tak apa?"tanya Syifa dengan khawatir.
Sabilla tersenyum "Aku tak apa,ayo kekelas"
Mereka pun melenggang pergi menuju kelas mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sabilla | √
Spiritual-Ambil hal positifnya dan buang hal negatifnya- HR #1 in Spiritual (TAHAP REVISI TANPA UNPUBLISH) (Revisi baru lima part pertama) "Aku sangat-sangat berterima kasih kepada Allah karena telah menghadirkan sosok dirimu yang benar-benar sempurna dan bi...
