CintaSabilla•26-Cemburu

13.6K 739 1
                                        

Ainun kembali dengan membawakan dua gelas air mineral dan disimpan diatas meja. "Loh Billa sayang kamu kenapa nangis,nak?"

Sabilla menyeka air matanya dibelakang punggung Nizar lalu tersenyum kepada Ainun "Tidak umi,emm ini tadi...,"

"Kaki Billa tadi sakit lagi,mi. Jadi dia nangis"ucap Nizar.

Sabilla bernapas lega karena Nizar membantunya."

Ainun mengangguk mengerti "Ya sudah kalau begitu kamu istirahat dulu saja di kamar Nizar,Zar kamu bawa Billa ke kamarmu"

Sabilla menggelengkan kepalanya "Tidak usah,umi. Billa baik-baik saja. Billa ingin disini saja"

"Tak apa kamu kekamarku ayo"Nizar bangkit dari duduknya lalu berdiri disamping Sabilla.

"Tidak,kak. Aku baik-baik saja"ucap Sabilla yang menunjukkan tampang memelas.

Nizarpun mengangguk lalu kembali duduk. "Ya sudah,sayang diminum dulu ya"ucap Ainun.

Sabilla tersenyum lalu membawa kedua gelas itu dan menyerahkan salah satu gelas itu kepada Nizar. "Ini"

"Terima kasih"ucap Nizar.

Kini sudah pukul sembilan lebih empat puluh menit,baik Sabilla maupun Nizar harus sama-sama segeta pergi.

"Umi kita pamit dulu,Billa harus kuliah dan aku harus ke rumah sakit" ucap Nizar kepada Ainun

Ainun tersenyum "Ya sudah kalian berangkat sekarang saja. Lain kali sempatkan kesini lagi"

Sabilla dan Nizar mengangguk lalu mencium punggung tangan Ainun secara bergantian. Ainun memeluk Sabilla "Lekas sembuh sayang"

Sabilla mengangguk "Aamiin,umi. Terima kasih"

Ainun melepaskan pelukannya lalu kembali tersenyum kepada Sabilla dan Nizar"Kalian hati-hati"

"Assalamu'alaikum"ucap Sabilla dan Nizar berbarengan.

"Wa'alaikumsalam"

Nizar dan Sabillapun kembali masuk kedalam mobil Nizar dan Nizar mulai melajukan mobilnya menuju kampus Sabilla.

"Kak"ucap Sabilla memecah keheningan yang sudah beberapa menit tercipta.

"Iya,sayang"

Sabilla kembali diam. Entah apa yang ingin dia katakan rasanya bingung sekali.

Beberapa menitpun sudah terlewati kini mobil Nizar sudah terparkir diparkiran kampus. Sabilla menatap Nizar lekat sedangkan Nizar menatap bingung.

"Ada apa hmm?"ucap Nizar yang mendekatkan wajahnya dengan wajah Sabilla. Sabilla memakaikan jas dokter milik Nizar ketubuh kekar Nizar. Nizar tersenyum,Sabilla memang sejak awal menikah dengannya sering meminta untuk memakaikan jas itu pada tubuhnya.

Setelahnya Sabilla mencium kening Nizar lalu beralih mencium bibir Nizar,sangat jarang sekali dia seperti ini.

Nizar tersenyum lebar "Ada apa sayang? Kau aneh sekali"

Sabilla tersenyum lalu memeluk Nizar "Aku sedang gugup jadi aku lakukan itu"

Nizar membalas pelukannya "Gugup? Memangnya ada apa?"

"Presentasi didepan orang penting dikampus"ucap Sabilla

Nizar melepaskan pelukannya lalu mencium pipi Sabilla "Jika kau gugup baca Al-Qur'an. Semangat,sayang aku do'akan semoga lancar"

Sabilla mengangguk "Aamiin terima kasih,kak. Aku mencintaimu"

"Aku juga mencintaimu"

"Aku masuk,kau hati-hati"ucap Sabilla yang diangguki oleh Nizar. Sabillapun mencium punggung tangan Nizar lalu Nizar mencium dahi Sabilla.

"Assalamu'alaikum,kak"

"Wa'alaikumsalam,sayang. Semangat, semangat"Nizar mengepalkan telapak tangan kanannya lalu mengangkatnya.

Sabilla mengangguk dan tersenyum diapun turun dari mobil dan berjalan menuju kelasnya. Setibanya di kelas Syifa sudah menunggunya sehingga Syifa langsung memeluknya. Sabilla terkekeh. "Fa,ini belum ada dosennya?"

"Belum,bill sepertinya akan telat"

Sabilla mengangguk lalu merekapun duduk dikursinya. "Lalu,apa ceritanya?"ucap Syifa yang sudah siap untuk menjadi seorang pendengar.

Sabilla terkekeh lalu menjelaskan apa yang terjadi dengan dirinya selama lima bulan ini. Dan Syifa benar-benar tertegun dengan cerita yang Sabilla berikan. Setelahnya giliran Syifa yang menceritakan kejadian-kejadian selama tidak bersama Sabilla.

"Oh iya,bill. Maaf ya sebelumnya tapi semenjak kau pergi ke Jerman kak Nizar jadi dekat dengan dosen baru yang bernama Keira"ucap Syifa setelah dia menceritakan tentangnya.

Sabilla tertegun. Tepatnya benar-benar tak menyangka. "De..dekat bagaimana maksudmu"

"Anak yang lain juga pada tau bahkan banyak dosen yang jodohin mereka gara-gara tak banyak kan yang mengetahui kak Nizar sudah menikah denganmu"

Sabilla menghela napas dalam. Rasa panas menjalar ditubuhnya. Ya Allah kuatkan hamba.gumamnya dalam hati.

Syifa memeluk bahu Sabilla "Bill,maaf bukan maksudku untuk melukaimu"

"Tidak,fa. Terima kasih karena kau memberitahuku. Jangan bilang kepadanya bahwa aku tau tentang ini. Mulai sekarang aku akan mencari kebenaran hubungan mereka. Nanti jika kita sedang bersama tunjukan padaku wanita yang bernama Keira itu"ucap Sabilla lirih dan diangguki oleh Syifa.

Dua jam sudah terlewati kini waktunya untuk istirahat sebelum satu jam lagi akan ada kelas. Sabilla merapikan bukunya dan memasukkan kedalam tas,handphonennya berdering.

Kak Nizar❤ calling..

Sabilla menghela napas lalu menerima teleponnya.

"Assalamu'alaikum,sayang"

"Wa'alaikumsalam,kak"

"Bagaimana presentasinya lancar bukan"

"Alhamdulillah lancar,kak. Kau sedang dimana?"

"Di kampus. Kau mau kekantin? Makan bersama bagaimana?"

"Em..sepertinya tidak bisa,kak. Aku harus ke perpus"

"Oh baiklah. Jangan lupa makan,sayang. Oh iya masih ada kelas kan. Kelasku?"

"Iya kak kelasmu satu jam lagi"

"Ya sudah sampai bertemu satu jam lagi"

"Sampai bertemu. Assalamu'alaikum,kak"

Sabilla mematikan sambungan teleponnya sebelum Nizar menjawab salamnya. Sudah saatnya dia menjalankan rencananya.

Cinta Sabilla | √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang