CintaSabilla•6-Perjodohan?

17K 1.1K 17
                                        

Satu minggu terlewati begitu cepat. Hari ini Sabilla diam dirumah karena ini hari minggu. Sabilla belakangan ini disibukkan dengan persiapan PPL dua minggu yang akan datang.

Fairuz mengetuk pintu kamar putrinya. Sabilla dengan sigap membukakan pintu

Fairuz tersenyum "Assalamu'alaikum,billa putri shalihahnya abi"

Sabilla terkekeh "Wa'alaikumsalam,abi. Masuk". Fairuz duduk disofa yang berada dibalkon kamar Sabilla dan Sabilla mengekori abinya kebalkon dan duduk disamping abinya. Dan tak lama dari itu Nisa uminya menghampiri keduanya dan duduk bersama

"Emm ada apa umi,abi?"

Fairuz menghela napas lalu berdeham "Billa. Abi dan umi berniat menjodohkan kamu dengan putra temannya umi"

Senyuman diwajah cantik Sabilla sirna "Bil..Billa akan dijodohkan abi umi?"

Fairuz dan Nisa mengangguk mantap "Bagaimana apakah kamu bersedia?"

Sabilla berkaca-kaca "Hmm umi,abi. Billa ingin rundingkan dulu dengan Allah"

Fairuz dan Nisa mengangguk kembali "Baiklah kami tunggu jawabanmu sayang"ucap Nisa yang mengelus puncak kepala Sabilla yang tertutup khimar instannya. Sabilla tersenyum "Tapi umi,putra teman umi yang dimaksud itu siapa?"

Nisa tersenyum "Yang sering kamu panggil dokter Nizar,sayang"

Sabilla tertegun. Benarkah?apakah dia harus menikah dengan dosennya sendiri? Ya Allah.

"Besok sore keluarganya Nizar akan datang kesini"ucap Fairuz

Lagi-lagi Sabilla tertegun "Mengkhitbah?"

"Ya,apalagi kalau bukan itu sayang"

"Tapi bagaimana kalau Billa belum menemukan jawabannya?"Sabilla menatap Fairuz lekat

Fairuz dan Nisa tersenyum "Setelah kamu sholat istikharah kamu ikuti kata hati kamu"

Sabilla menghela napas "Baik,umi,abi. Maaf bisa biarkan Billa sendiri dulu?"

Fairuz dan Nisa mengangguk lalu mencium kening Sabilla bergantian "Assalamu'alaikum. Semoga keputusanmu yang terbaik"

Sabilla mengangguk lemah. Setelah kedua orang tuanya pergi Sabilla masih diam membeku disofa yang berada dibalkom kamarnya. Dia terisak.

****

Esok harinya Sabilla setelah melaksanakan sholat malamnya lalu melakukan sholat istikharahnya yang kesekian kalinya.

"Ya Allah ya rab ku. Bantu hamba ya Allah,sesungguhnya menikah adalah cara untuk menyempurnakan agamaku. Namun hamba tak tau harus menerima pejodohan ini atau tidak. Kau yang maha tau ya Allah. Semoga apapun keputusanku yang terbaik untukku kelak. Aamiin"

Tangis Sabilla tak henti-hentinya menetes membasahi wajah serta mukena yang tengah dia pakai sekarang. Sabilla membersit air matanya dan menghela napas dalam "Bismillah. Semoga kau meridhoi keputusanku ya Allah"

Sabilla melanjutkan dengan bermuroja'ah mengulang hapalannya yang sudah 30juz. Dia takut lupa karena itu dia selalu mengulangnya.

Pukul enam pagi Sabilla sudah mengenakan gamis berwarna hitam bercorak bunga-bunga yang berwarna warni dibagian bawahnya juga khimar yang berwarna merah darah. Sabilla menuruni anak tangga menuju ruang makan untuk menyantap sarapan bersama keluarga kecilnya.

"Assalamu'alaikum"ucap Sabilla

"Wa'alaikumsalam"Ucap Fairuz Nisa dan Fajar

"Ciee yang nanti sore mau dikhitbah"goda Fajar

Sabilla menatap sendu kearah Fajar. Matanya sudah mulai berkaca-kaca "Ehh ehh kok nangis sih de,mas becanda"Fajar memeluk Sabilla yang sudah mulai terisak pelan

Fairuz dan Nisa hanya menggelengkan kepalanya "Sudah kita makan saja dulu ya"

Sabilla mendongak lalu melepaskan pelukannya dan membersit air matanya "Umi,Abi... Billa sudah memutuskan ...," Sabilla menghela napas lalu memejamkan matanya. Hal itu membuat anggota keluarga menatap Sabilla dengan penasaran. "Bismillah.. Billa bersedia"

Nisa dan Fairuz juga Fajar tersenyum haru "Kamu serius sayang?Alhamdulillah"Nisa memastikan

Sabilla mengangguk dan tersenyum "Iya umi. Tapi Billa ingin tetap kuliah"

Nisa dan Fairuz mengangguk "Nanti kita rundingkan bersama"

Merekapun menyantap sarapannya lalu setelahnya Sabilla pergi ke kampus dengan mengendarai kendaraannya sendiri karena selama beberapa hari ini Sabilla sangat sibuk dan sering kali pulang sore kalau ada mata kuliah disiang hari. Dan dia tak mau terus merepotkan Syifa yang sama sibuknya dengan dirinya.

To be continue:*

Cinta Sabilla | √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang