Makan malam telah usai beberapa menit yang lalu dan kini kedua keluarga sedang bersendagurau diruang tamu kembali.
Fairuz mengangguk kepada Nizar memberi kode untuk mengutarakan niatnya sekarang juga. Nizar berdeham
"Om, saya ingin meminta Sabilla,putri om untuk menemani saya. Menuju jannahNya bersama saya. InshaAllah saya bisa membimbing putri om untuk terus mengingat Allah" ucap Nizar dengan satu tarikan napas
Sabilla tertegun. Fairuz dan semua orang tersenyum terkecuali Sabilla dia masih diam. "Om akan menerima keinginan kamu namun keputusan tetap berada ditangan Sabilla. Dia yang akan menjalani hidup bersamamu"
Nizar mengangguk "Bagaimana apakah kau bersedia Sabilla?"
Sabilla mengangguk "Bismillah. Saya bersedia"
Semua orang berhamdalah dan terlihat jelas semua bahagia dengan keputusan Sabilla.
"Lalu pernikahan akan dilaksanakan kapan?"tanya abinya Nizar
"Sebaiknya secepatnya. Dua minggu lagipun Sabilla akan melakukan PPL jadi dia akan sangat sibuk setelahnya. Bagaimana jika minggu depan saja"
Sabilla menatap abinya lekat. "Bagaimana,sayang?"Nisa bertanya kepada Sabilla
"Billa ikut keputusan kalian saja,umi"
Nisa mengangguk "lalu nak Nizar apakah tidak keberaran?"
Nizar tersenyum "tidak keberatan"
"Baiklah bagaimana jika dihari jum'at depan"usul abinya Nizar
Semua mensetujuinya
****
Keesokan harinya Sabilla seperti biasa melakukan aktifitasnya dikampus. Hari ini semua mahasiswa dan mahasiswi disemester enam sedang mensurvei tempat dimana mereka akan melaksanakan PPL. Begitupun dengan Sabilla,Syifa dan juga Andrea,Naisha dan putri. Kelimanya kini sedang menuju rumah sakit Al-Insani dengan berbeda mobil,Sabilla bersama Syifa karena Sabilla tak membawa mobil Andrea sendiri dan Naisha satu mobil dengan Putri.
"Jadi bagaimana,Bill lamaranmu kemarin?" tanya Syifa yang masih terfokus menyetir
Sabilla menatap lurus kearah jalanan "Sudah kuterima. Aku akan menikah jum'at depan,fa. Do'akan"
Syifa berbinar bahagia "Wah benarkah? Lalu aku tak diundang?"
Sabilla terkekeh meskipun hatinya sedang tak karuan "Pasti diundang tapi tanpa undangan"
Syifa tertawa "Ciee berarti sekarang kamu akan bertemu dengan calon suami kamu dong"
"Isshh fa jangan godain aku seperti itu"gerutu Sabilla
Syifa terkekeh "Oke okee maaf,Sabilla Naurafina As-sidiq"
Sabilla mengerucutkan bibirnya "Terserah deh"
Syifa semakin tertawa "Yeeeeh baperan banget deh kamu"
"Baper itu bukannya makanan ya?"Jawab Sabilla ngasal
Syifa tertawa "Itu wafer,Bill"
Sabilla dan Syifapun tertawa dan tak terasa keduanya sudah sampai dirumah sakit Al-Insani.
Sabilla dan Syifa sudah berkumpul dengan Andrea,naisha dan juga Putri. Mereka berlima berjalan beriringan menuju dalam rumah sakit lagi dan lagi karena kecerobohan Sabilla yang melamun sehingga dia harus menabrak seseorang lagi
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sabilla | √
Spiritual-Ambil hal positifnya dan buang hal negatifnya- HR #1 in Spiritual (TAHAP REVISI TANPA UNPUBLISH) (Revisi baru lima part pertama) "Aku sangat-sangat berterima kasih kepada Allah karena telah menghadirkan sosok dirimu yang benar-benar sempurna dan bi...
