Keesokan harinya Sabilla sudah siap dengan rok diatas lutut berwarna putih juga kaus berwarna merah muda. Rambutnya seperti biasa dia biarkan tergerai indah.
Sabilla sudah telat dia hanya berpamitan kepada umi,abi dan kakaknya. Setelahnya dia berlari menuju gerbang pesantren yang sudah ada Syifa dengan mobilnya.
Syifa membulatkan matanya ketika melihat Sabilla. Semakin hari Sabilla semakin berani mengumbar auratnya,dan Syifa tak suka hal itu. Dari dulu selalu saja Syifa menyuruh Sabilla dengan cara baik-baik untuk kembali menutup auratnya namun Sabilla tak pernah menggubris kemauan semua keluarganya dan kemauan Syifa. Semua itu karena suatu hal yang membuat Sabilla berubah seperti ini,dulu Sabilla sangat tertutup sekali auratnya.
Semenjak enam bulan yang lalu Annida,sahabatnya meninggalkan Sabilla untuk selama-lamanya namun jalan yang Sabilla tempuh sangat salah.Dia merasa Allah tak adil padanya,pikirnya mengapa Allah mengambil sahabatnya? Dan saat itulah Sabilla melepaskan semuanya,entah apa tujuannya namun yang Sabilla tinggalkan hanyalah perkara mengenai menutup aurat saja,sholat dan meangaji masih dia lakukan.
"Hey. Assalamu'alaikum"sapa Sabilla yang sudah berada dihadapan Syifa.
Syifa mengerjapkan matanya "Wa'alaikumsalam".
Sabilla mengerutkan keningnya "Ada apa Fa?".
Syifa menghela napas dalam "Bajumu itu kekurangan bahan atau bagaimana? Ya Allah,itu paha mau dibiarkan telanjang begitu saja? Allah murka Sabilla! Semakin hari semakin pendek saja pakaian yang kau gunakan! Mau sampai kapan? Apa kau yakin umurmu itu masih lama dan masih panjang? Bagaimana kalau tidak? Aku takut sahabatku terlambat berhijrah" Syifa meneteskan air matanya. Ya beginilah Syifa dia akan menangis jika dia gagal membimbing sahabatnya sendiri menuju kebaikan.
Sabilla menghela napas lalu memeluk Syifa "Maaf Fa,lagi-lagi aku membuatmu merasa gagal. Maaf aku belum bisa Fa"
Syifa memejamkan matanya didalam pelukan Sabilla "Kapan kau akan kembali?"
Sabilla melepaskan pelukannya lalu menundukkan wajahnya "Aku tak tahu Fa,maaf. Kita berangkat sekarang ya kita bisa terlambat"
Sabilla melenggang pergi memasuki mobil Syifa. Sedangkan Syifa kini sedang menghela napas dan membersit air matanya lalu turut memasuki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan normal.
Satu jam kemudian keduanya sudah berada diparkiran kampus. Mereka berjalan beriringan menuju kelasnya. Seperti biasa para lelaki yang tak punya iman yang kuat menatap Sabilla dengan tatapan kelaparan. Sabilla kini merasa risih dan mempercepat langkahnya yang diikuti Syifa.
"Isssh Bill,jangan buru-buru kita tak akan telat"gerutu Syifa.
Sabilla tak mendengarkan ucapan Syifa hingga akhirnya dia tesungkur karena lagi-lagi Nizar menabraknya atau entah Sabilla yang menabraknya?
"Auh"pekik Sabilla yang berusaha berdiri lalu Syifa datang dan membantu.
Nizar beristighfar ketika melihat lekuk tubuh Sabilla yang terpangpang jelas dia mengusap wajahnya kasar "Maaf. Assalamu'alaikum" Nizar melenggang pergi dengan tergesa.
"Isshh lagi-lagi dia"gerutu Sabilla.
"Memangnya kenapa Bill?"
"Kemarin aku sempat jatuh karenanya. Sudah,ayo"Sabilla menarik pelan lengan Syifa.
*****
Nizar hanya ada jadwal mengajar pagi untuk hari ini jadi dia bisa kerumah sakit karena memang dia bukan hanya seorang dosen muda namun juga dokter bedah muda. Ini sudah pukul 10 dia sudah meninggalkan kampus beberapa menit lalu dan kini dia sedang diperjalanan menunu rumah sakit tempat dimana dia bekerja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sabilla | √
Espiritual-Ambil hal positifnya dan buang hal negatifnya- HR #1 in Spiritual (TAHAP REVISI TANPA UNPUBLISH) (Revisi baru lima part pertama) "Aku sangat-sangat berterima kasih kepada Allah karena telah menghadirkan sosok dirimu yang benar-benar sempurna dan bi...
