CintaSabilla•36-Terbongkar [2]

13.5K 786 10
                                        

Nizar menginteruksikan sopir untuk melaju sekarang saja. Nizarpun kembali duduk dikursi belakang.

Suasana didalam bus sangat hening tak ada seorangpun yang berbicara. Fokus semua orang kini tertuju pada sebuah dering handphone yang tak lain adalah handphone milik Sabilla. Nizar jelas tahu bunyi handphone siapa itu.

Sabilla mengerutkan keningnya melihat siapa yang menelepon ternyata itu adalah orang kepercayaannya Fikri. Memang setelah kejadian Sabilla yang masuk rumah sakit karena ada yang menabraknya yang diduga kecelakaan itu unsur kesengajaan seseorang Fikripun mengerahkan seluruh orang-orangnya untuk menyelidiki kasus ini dan ada beberapa orang yang dia percaya untuk mengawasi Sabilla takutnya kasus ini terjadi lagi.  Sabilla menggeser layar handphonenya.

"Assalamu'alaikum. Sabilla kau harus hati-hati"

"Wa'alaikumsalam,kak mengapa? Memagnya ada apa?" ucap Sabilla sangat lirih

"Seseorang sedang mengincarmu. Dosenmu yang bernama Keira Maharani membawa senjata"

Sabilla menutup mulutnya dengan tangannya "K...kau dimana,kak?"

"Dibelakang busmu. Tenang saja kami akan menangkapnya. Tuan Fikri juga ada disini. Kau jangan panik dan kau jangan tunjukan bahwa kau takut. Kau juga jangan bicara dulu kepada Nizar"

"Baiklah. Aku percaya pada kalian. Terima kasih,kak"

"Iya,bill. Diduga dia tidak akan menggunakan pistolnya didalam bus. Jadi kau jangan takut oke"

"Baik,kak. Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumsalam"

Sabilla mendial nomor Fikri untuk meneleponnya dan tak lama dari itu teleponpun sudah tersambung dan Fikri sudah mengangkatnya.

"Assalamu'alaikum,mas".

"Wa'alaikumsalam,sayang. Jangan takut ya kita lagi mengintai kalian. Mas bareng sama Fajar juga kok,de"

"Ta..tapi,mas. Billa takut"ucap Sabilla dengan nada lirih.

"Jangan takut. Kamu jaga-jaga bareng temen kamu,siapa namanya? Syifa ya?"

"Iya Syifa,mas"

"Iya kalian berdo'a. Tenang,mas sama Fajar ada dibelakang kalian. Keira tak akan menembak kamu dibus. Tenang. Dan minta perlindungan dari Allah"

"Iya,mas. Terima kasih. Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumsalam,sayang"

Cinta Sabilla | √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang