CintaSabilla•16-Wanita lain

15.7K 954 8
                                        

Keesokan harinya setelah sholat subuh dan bermuroja'ah bersama Nizar,Sabilla mulai berkutat dengan bahan bahan masakan didapurnya. Hari pertama dia memasak untuk Nizar.

Nizar menghampiri Sabilla "Memangnya kau bisa memasak?"

Sabilla menyipitkan matanya "Kau meragukanku? Kau bisa tanyakan kepada umi kalau aku bisa memasak" Sabilla kembali membalikkan tubuhnya kearah bahan masakan.

"Hmm tak usah,aku mempercayaimu"

Sabilla sudah selesai memasak dia sudah menyiapkannya diatas meja makan. "Kak,aku ingin mandi dulu ya. Kau makan dulu saja"

"Mau aku mandikan?" goda Nizar yang menaik turunkan kedua alisnya.

Pipi Sabilla memerah "Isshh tak usah aku mampu. Sudah ya Assalamu'alaikum!" Sabilla melengos pergi meninggalkan Nizar yang terkekeh.

Nizar lebih memilih menunggu istrinya dibanding harus makan duluan. Sabilla kembali dengan mengenakan gamis berwarna lavender dan belum mengenakan khimarnya.

Sabilla mengerucutkan bibirnya "Kak"

Nizar mendongak lalu mengerutkan keningnya "Ada apa sayang?"

"Boleh bantuin aku sletingin gamisnya,sulittt" rengek Sabilla yang sukses membuat Nizar terkekeh lalu membalikkan tubuh Sabilla agar membelakangi dirinya. Nizarpun meresletingkan gamisnya dan selesai.

"Sudah sayang. Kau wangi sekali"Nizar mencium leher Sabilla yang tak terhalang apapun. Rambutnya sudah diikat sehingga tak menutupi lehernya.

Sabilla tersenyum lalu membalikkan tubuhnya menghadap Nizar "Kak ih kok belum makan?"

"Aku menunggumu" ucap Nizar yang kembali duduk diikuti Sabilla.

Keduanyapun makan. Setelahnya Sabilla mencuci piringnya dibantu Nizar.

"Kamu kuliah pukul berapa sayang?"ucap Nizar yang sedang membersihkan piring terakhir.

"Pukul sembilan"

"Yaaa aku harus berangkat sekarang,bill."

Sabilla menghadap Nizar "Lalu,memangnya kenapa,kak?"

"Aku ingin berangkat ke kampus bersamamu"

"Hmm kau kan harus ke rumah sakit jadi tak apalah biar hari ini aku kekampus bersama Syifa seperti biasa"Sabilla terkekeh.

Nizar memeluk Sabilla "Aku ingin bersamamu"

Sabilla menghela napas"Kau harus bekerja!".Sabilla meninggikan nada bicaranya. Nizarpun melepaskan pelukannya lalu mengambil tas serta jas dokternya yang digantung dikursi meja makan. Lalu kembali menghampiri Sabilla.

"Baiklah. Aku akan pergi sekarang"Ucap Nizar dengan acuh.

Sabilla mengangguk seolah tak peduli bahwa Nizar marah padanya. "Silahkan". Sabilla mencium punggung tangan Nizar.

"Assalamu'alaikum"Nizar pergi begitu saja tanpa ada acara mencium kening Sabilla.

Sabilla menghela napas gusar,merasa bersalah karena membentak Nizar. Sabilla memasuki kamarnya dan memakai khimarnya serta memasukkan buku yang harus dia bawa ke kampus nanti serta memasukkan flashdisk kedalam tas laptopnya. Sabilla memakai flat shoesnya yang senada dengan gamis yang kini dia pakai yaitu warna biru dongker.

Sabilla menatap jam dindingnya. Kuliahnya akan dimulai dua jam lagi jadi dia bisa kerumah sakit untuk meminta maaf kepada Nizar. Sabilla mengunci apartemen milik Nizar lalu memasukkan kuncinya kedalam tasnya. Dia menaiki lift untuk kelantai dasar. Lalu dia memberhentikan taksi yang berlalu lalang disana.

Cinta Sabilla | √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang