Hanya tinggal satu hari Sabilla harus pergi. Hari ini dia masih masuk kuliah diantar Nizar.
Nizar memasuki ruangannya sedangkan Sabilla memasuki kelasnya. Sabilla memejamkan matanya,besok dia harus pergi besok. Handphonenya berdering.
Kak Wanda calling..
"Assalamu'alaikum,bill"
"Wa'alaikumsalam,kak" ucap Sabilla dengan suara yang bergetar karena dia sudah menangis.
"Besok kita berangkat,bill. Sudah izin kepada dosen pembimbing?"
"Belum,kak mungkin sekarang"
"Oh baiklah,kau datang saja kerumahku"
"Baik,kak. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam,kuat,bill"
"InshaAllah,kak"
Panggilanpun terputus. Sabilla memasukkan handphonenya kedalam tasnya lalu menyeka air matanya. Dia bangkit dan menggantungkan tasnya dibahunya dia melenggang pergi keruangan dosen pembimbingnya.
Jantung Sabilla berdetak tak karuan,bagaimana jika nanti ada Nizar. Dan benar saja meja Nizar sedikit dekat dengan meja milik Ratna,dosen pembimbing difakultas kedokteran.
Sabilla menghela napas lalu berdeham. "Assalamu'alaikum,bu"
Ratna mendongak lalu tersenyum "Wa'alaikumsalam,bill. Ada apa?"
Sekilas Sabilla menatap ke arah Nizar yang sedang berkutat dengan tugas-tugas mahasiswanya. "Maaf,bu. Saya boleh bicara sebentar tapi tidak disini"
Ratna mengangguk lalu bangkit dari duduknya dan Ratna juga Sabilla melenggang pergi keluar ruangan para dosen.
"Ada apa,bill?"
Sabilla sekilas memejamkan matanya lalu menghela napas gusar "Saya ingin meminta izin tidak masuk kuliah selama beberapa bulan,bu"
Ratna mengerutkan keningnya "Memangnya kamu mau kemana?"
Sabilla menundukkan wajahnya lalu kembali menatap Ratna "Saya akan pergi ke luar negeri,bu. Saya.. Emm saya harus berobat,ini surat izin saya"Sabilla menyerahkan secarik kertas dari Wanda.
Ratna mengangguk "Memangnya kamu sakit apa?"
"Leukimia,bu. Tapi saya mohon jangan sampai ada yang mengetahui hal ini. Saya mohon,bu"
Ratna mengangguk lalu mengelus bahu Sabilla "Semangat. Semoga kamu kembali sehat"
Sabilla mengangguk "Baik bu aamiin terimakasih. Kalau begitu saya permisi,bu. Assalamu'alaikum"
Ratna tersenyum sendu "Iya,Bill wa'alaikumsalam"
Dengan sangat waspada Sabilla melangkah menuju gerbang kampus. Dia berniat pergi dari sekarang untuk mengemasi barang-barangnya yang berada diapartemen Nizar.
Sabilla sudah memasuki kamarnya dia mengeluarkan koper berwarna biru muda miliknya lalu memasukkan seluruh pakaiannya. Dia meninggalkan laptop miliknya. Sabilla merobek satu lembar kertas dan mengambil bolpoin untuk menulis surat untuk Nizar.
Isakan tangis kembali lolos dari mulut Sabilla. Dia tak bisa meninggalkan Nizar namun dia harus. Sabilla memejamkan matanya lalu meletakkan surat itu diatas kasurnya. Lalu diapun mengenakan maskernya agar tak ada yang mengetahui kepergiannya.
Sabilla sudah berada dirumah Wanda. Baru saja datang dia langsung memeluk Wanda.
"Aku tak ingin dia berhenti mencintaiku,kak"
Wanda menggelengkan kepalanya "Tidak,bill. Tak mungkin dia berhenti mencintaimu. Ini juga demi kebaikanmu,Sabilla"
Sabilla mengangguk lalu kembali menangis dia memeluk erat tubuh Wanda.
Kuliah sudah dimulai beberapa menit yang lalu. Nizar merasa heran karena Sabilla tak ada dikelas sedangkan Syifa ada. Setelah pelajaran berakhir. Nizar menghampiri Syifa.
"Kak,Billa kemana?"
Nizar mengerutkan keningnya "Lah,fa. Aku ini mau tanya kamu. Tadi dia berangkat bersamaku tapi sekarang sudah tidak ada. Aku kira kau tau"
Syifa tertegun. "Aku tak tau,kak. Ya Allah bagaimana jika terjadi apa-apa dengannya,lak"
Nizar menghela napas "Tidak tidak tak akan ada apa-apa dengan Sabilla. Tapi kau merada ada yang aneh dengan Sabilla tidak?"
"Ya ya,kak. Dia sering menerima telepon dan pesan dari seseorang dan belakangan ini dia selalu pergi ke rumah sakit"
"Rumah sakit?"
"Iya kak beberapa hari ini dia sering kerumah sakit katanya dengan kak Nizar"ucap Syifa
Nizar mulai merasa cemas. Belakangan inipun dia sering merasakan keanehan dari sosok Sabilla. Sering kali dia menangkap basah Sabilla ketika dia meminum obatnya. Dan alasannya selalu sama,dia sakit kepala. "Belakangan inipun dia sering meminum obat dan alasannya itu adalah obat sakit kepala tapi aku tak yakin"
Syifa menghela napas gusar "Kakak cari keapartemen serta rumah umi dan abi siapa tau dia pulang atau kerumah orang tuanya"
Nizar mengangguk lalu melenggang pergi meninggalkan kampus setelah mengucap salam.
****
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sabilla | √
Spirituale-Ambil hal positifnya dan buang hal negatifnya- HR #1 in Spiritual (TAHAP REVISI TANPA UNPUBLISH) (Revisi baru lima part pertama) "Aku sangat-sangat berterima kasih kepada Allah karena telah menghadirkan sosok dirimu yang benar-benar sempurna dan bi...
