Sabilla baru saja duduk berhadapan dengan Nizar dimeja makan. "Masakannya pasti enak,sayang"ucap Nizar yang sedari tadi berusaha mencairkan suasana.
Sabilla sama sekali tak menatap Nizar "Makanan khusus dirimu sudah ku beri racun agar kau tak lagi berulah"gumamnya lirih namun masih bisa terdengar oleh Nizar.
Nizar justru terkekeh "Jadi kau ingin aku cepat mati saja bukan begitu, sayang?"
Sabilla mendelik kesal. Diapun menyantap makanannya tanpa memperdulikan ucapan ucapan Nizar.
Keduanya sudah selesai sarapan dan merekapun berjalan keluar rumah dengan masih dalam suasana yang hening. Sabilla masih kesal,entah kenapa rasanya dia sangat kesal.
"Aku naik taksi saja"Ucap Sabilla.
Nizar menghela napas. Dia harus membiarkan Sabilla sendiri dulu untuk meredam kekesalannya pada dirinya. "Terserah kau. Hati-hati kalau begitu"
Sabilla memutar bola matanya "Ck! Benar-benar tidak peka. Ya sudah Aku duluan Assalamu'alaikum"Sabilla berjalan beberapa langkah namun kembali menghadap Nizar "Oh ya,jangan cari kalau aku kembali tak pulang" Setelah mengucap itu Sabilla menaiki taksi yang kebetulan lewat.
Seketika tubuh Nizar melemas mengingat ucapan Sabilla barusan,pikirannya terbang dengan kejadian-kejadian belakangan ini. Bagaimana kalau dia benar-benar akan kembali pergi meninggalkanku?aku harus mengejarnya,gumamnya dalam hati. Diapun memasuki mobilnya lalu melajukan mobilnya.
Sabilla berjalan santai menuju kelasnya. Seseorang menghentikan langkahnya. "Astagfirullah,kak Gio kau membuatku kaget. Wa'alaikumsalam"
Giovaldy terkekeh "Maaf aku tak bermaksud. Oh iya kau apa kabar,bill?"
Sabilla dan Giovaldy kembali berjalan "Aku baik alhamdulillah,bagaimana denganmu?"
"Oh syukurlah aku juga alhamdulillah sehat"
Sabilla menganggukkan kepalanya. "Wanita lain?"tanya Sabilla tiba-tiba membuat langkah Giovaldy terhenti.
Giovaldy sekilas menatap Sabilla dengan tatapan menggoda Sabilla,Sabilla jelas melihat namun sekilas "Aku tidak ada wanita lain,bill tenang saja aku masih setia padamu"ucapnya disertai kekehan khasnya. Nizar yang mendengar sekaligus memperhatikan keduanya yang sedang tertawa seperti itu merasa geram.
"Isshh,kak Gio. Billa serius. Jangan setia sakit"
Giovaldy tertawa lalu keduanya kembali berjalan "Bercanda. Aku Insha Allah segera menikah"
Sabilla berbinar bahagia "Wah kapan kau menikah? Dengan siapa? Undang Billa ya"
"Ya kalau undangannya tersisa untukmu kalau tidak ya aku tak kan mengundangmu"
Sabilla mengerucutkan bibirnya dan itu membuat Giovaldy semakin tertawa "Kau menggemaskan. Iya aku akan mengundangmu. Aku minggu kemarin baru saja mengkhitbahnya. Namanya Zahra,nama yang indah bukan?"
"Aku memang menggemaskan"ucap Sabilla sembari terkekeh "Satu minggu telah terlewati dan kau baru memberitahuku? Wah aku sama sekali tak kau anggap adikmu ternyata. Baiklah"sambungnya.
"Maaf aku tak bermaksud seperti itu aku dapat kabar bahwa kau masuk rumah sakit jadi aku mengurungkan niatku untuk memberitahumu"
"Terserah... Semua orang hari ini sangat menyebalkan termasuk dirimu. Aku benci hari ini. Aku duluan Assalamu-"ucapan Sabilla terpotong oleh Giovaldy.
"Jangan marah seperti itu,maafkan aku. Aku benar-benar tak bermaksud,bill"
"Siapa? Tidak. Aku ada kelas hari ini Assalamu'alaikum"Sabilla sedikit berlari dan akhirnya bertemu dengan Syifa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sabilla | √
Spiritual-Ambil hal positifnya dan buang hal negatifnya- HR #1 in Spiritual (TAHAP REVISI TANPA UNPUBLISH) (Revisi baru lima part pertama) "Aku sangat-sangat berterima kasih kepada Allah karena telah menghadirkan sosok dirimu yang benar-benar sempurna dan bi...
