Sabilla tiba-tiba saja merasa mual. Dia dengan segera mencari tempat untuk dia muntah dan pastinya diikuti Nizar.
Sabilla muntah namun hanya salivanya saja yang dimuntahkan. Dia terus menerus seperti itu dan Nizar dengan setia memijat tengkuk Sabilla.
Nizar mengusap bibir Sabilla yang basah lalu menyerahkan minum untuk Sabilla “Minumlah sedari tadi kau menangis” Sabillapun meraih botol air mineral itu lalu meminumnya.
Sabilla dan Nizar duduk ditempat yang dirasa bersih. Sabilla menenggelamkan wajahnya didada Nizar. Tenggorokkannya terasa perih sekali. “Apa kau pusing,bill?”
Sabilla menggelengkan kepalanya”Aku mual mungkin aku terlalu lelah hari ini”
“Ya sudah kau makan bekalku ya? Ayo kita ke bus” ucap Nizar. Sabilla lagi-lagi menggelengkan kepalanya.
“Aku ingin disini saja bersamamu” Sabilla semakin mengeratkan pelukannya. Nizarpun mengusap kepala Sabilla dengan sayang.
Handphone Sabilla berdering dan dengan malas dia mengangkatnya tanpa melihat siapa yang meneleponnya. “Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam,bill. Gawat”
Sabilla membenarkan duduknya kini dia menjadi serius setelah mendengar suara pria diseberang sana yang tak lain adalah Robi orang kepercayaan Fikri. “Gawat maksudmu? Ada apa,kak?”
“Bukti kecelakaan tempo lalu hilang!”
“Foto didalam amplop berwarna cokelat?”
“Ya,apa kau tahu?”
“Amplop itu ada padaku,kak. Kau dimana?”
“Hhhh. Syukurlah kau menemukannya. Aku masih ditempat tadi kau dimana?”
“Aku kesana sekarang. Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam”
“Ada apa,sayang?”ucap Nizar yang menatap Sabilla dengan lekat.
“Kak Robi mencari amplop tadi,kita kesana ya,kak?”ucap Sabilla yang diangguki Nizar. Sabilla dan Nizar bangkit lalu Nizar merangkul bahu Sabilla agar Sabilla tidak jatuh.
“Assalamu’alaikum” ucap Sabilla dan Nizar kepada Fajar,Fikri serta Robi dan orang-orangnya Fikri.
“Wa’alaikumsalam”
Sabilla merogoh tasnya dan mengeluarkan amplop yang sedang mereka cari lalu menyerahkannya kepada Robi. “Ini. Apa tidak ada yang hilang?” Ucap Sabilla yang ditanggapi dengan gelengan kepala oleh Robi.
“Sudah beres. Terima kasih. Aku permisi dulu,Assalamu’alaikum semua”
“Hati-hati,kak”
“Wa’alaikumsalam” ucap semua serempak.
Fajar dan Fikri menghampiri Sabilla dan mengelus pipi Sabilla “Kau tak apa adik kami yang shalihah”
Sabilla tersenyum tipis lalu menggelengkan kepalanya “Aku baik-baik saja hanya saja mungkin kelelahan”
“Baiklah kalau begitu jika ada apa-apa kabari kami”Jika tadi Fikri yang berucap kini Fajar yang berucap.
Sabilla tersenyum “Baik,mas”
“Kami pamit” Sabilla dan Nizarpun mencium punggung tangan Fikri dan Nizar. “Assalamu’alaikum”
“Hati-hati,mas. Wa’alaikumsalam” ucap Sabilla dan Nizar bersamaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sabilla | √
Spiritual-Ambil hal positifnya dan buang hal negatifnya- HR #1 in Spiritual (TAHAP REVISI TANPA UNPUBLISH) (Revisi baru lima part pertama) "Aku sangat-sangat berterima kasih kepada Allah karena telah menghadirkan sosok dirimu yang benar-benar sempurna dan bi...
