눈 01

20.8K 2K 112
                                        

Pagi ini Taehyung berangkat ke kampus, karena ada kuliah pagi. Ia memarkir mobil jaguarnya di basement seperti biasa.

Tujuanya setelah itu langsung ke kelasnya. Namun saat akan ke kelas, ia bertemu dengan rival tercintanya, Jeon Jungkook.

"Ck kapan aku terbebas dari singa liar ini yatuhan" Taehyung menyeringai

"Kapan kapan kelinci bontot, sampai tuhan bosan memberiku hidup" jawab Taehyung santai

"Sialan kau anoa, minggir aku malas berdebat denganmu"

"Hei pig, kau yang minggir. Kau yang sudah menghalangi jalanku"

"Ishhh sialan!!" Jungkook mendorong Taehyung dengan cukup keras. Sementara Taehyung hanya terkekeh. Jungkook selalu bisa membuat dirinya terhibur

Taehyung segera berjalan menuju kelas. Dikelas ternyata sudah ada Jimin yang sedang membaca komik

"Yo Tae, tumben baru datang"

"Seharusnya aku yang bilang begitu bodoh" Jimin nyengir

"Aku habis jemput my syugar" Taehyung menyeringai

"Jadi tukang ojek Yoongi hyung?"

"Sialan kau Tae" Taehyung terkekeh

"Belum taken tapi antar jemput mulu"

"Biarin, kan aku pdkt"

"Serah Jim" Jimin menaruh seluruh atensinya pada Taehyung

"Tae, kau yakin tidak pacaran dengan Jungkook" Taehyung melirik Jimin

"Jangan ngaco park"

"Sumpah Tae, kau itu seperti kekasih Jungkook, kau selalu menolong Jungkook kan"

"Diamlah jim, jangan ngawur. Aku bukan pacar Junkook" Taehyung memutuskan memfokuskan membaca komik miliknya sembari menunggu dosen datang, sementara Jimin mendesah kecewa.
.
.
.
Jam kuliah pagi Taehyung sudah selesai, kini Taehyung menyuruh seseorang untuk memanggil Jungkook. Jungkook sebenarnya ogah menemui Taehyung, namun apa boleh buat. Jika Taehyung sudah menggunakan title nya Jungkook mau tidak mau harus menurut

"Ada apa" tanya Jungkook ketus

"Duduklah dulu Jeon" Jungkook duduk dihadapan Taehyung

"Aku hanya ingin kau menjadi tangan kananku dalam urusan PP nanti. Namjoon hyung akan mengikuti olimpiade bahasa ingris di Jerman. So aku memutuskan kau yang akan menjadi tangan kananku"

"Kenapa harus aku"

"Karena jika yang lain tidak akan membantu dan malah modus padaku"

"Apa imbalanya?"

"Dari universitas belum tau, tapi kau bisa meminta apapun dariku selama satu hari" Jungkook tentu saja tergiur dengan hal itu.

"Kau janji kan anoa?"

"Kapan aku pernah tidak serius tentang janji Kook"

"Hm, baiklah. Tapi jangan memerintahku seenak jidatmu Tae. Aku bukan pesuruh"

"Tidak akan, aku tidak akan menyuruhmu ini itu"

"Baiklah, akan aku lakukan" Jungkook beranjak hendak pergi

"Terimakasih Jungkook-ah" Jungkook sempat mematung ditempat karena terkejut.

"Hm" akhirnya ia hanya bisa membalas dengan gumaman. Sialan sekali Taehyung, batinya.

Kalian penasaran siapa anggota inti senat lainya? Baiklah akan aku jelaskan.

Ada Lima anggota inti, bawahan sekaligus sahabat Taehyung. Ada Kim Namjoon, Kim Seok Jin, Min Yoongi, Jung Hoseok dan Park Jimin.

Namjoon itu tangan kanan Taehyung, Jin sekertaris, Yoongi bendahara, sedangkan Hoseok dan Jimin ketua devisi. Keenamnya biasa dijuluki Bangtan Boys.

Keenam namja ini sudah bersahabat sejak lama sekali. Mereka sudah seperti keluarga. Diantara keenamnya Taehyunglah yang termuda dan selalu diperhatikan bahkan dimanja oleh hyungnya.

Tujuan mereka hanya satu, berusaha untuk membuat Taehyung merasakan kasih sayang dan perhatian. Meski tidak seberapa tapi mereka selalu berusaha untuk ada disampinh Taehyung
.
.
.
Malam ini, malam buruk bagi Taehyung. Karena apa? Taehyung harus memperingati hari kematian neneknya seorang diri. Mingyu yang tadinya akan menemani Taehyung harus batal karena ada urusan penting.

Jadilah Taehyung pergi ke rumah almarhum sang nenek dan memperingati kematian neneknya seorang diri. Taehyung sibuk menangis dirumah neneknya. Meratapi nasibnya yang menyedihkan.

Sungguh dia ingin menyusul neneknya saja. Ia tidak sanggup rasanya harus hidup seperti ini. Menyusul orang orang yang begitu ia cintai, yang sangat berarti baginya.

Tapi disaat ia mencoba, ia selalu saja gagal karena sahabat dan juga kakak sepupunya. Karena ia tak ingin membuat sahabat dan kakaknya kawatir akhirnya ia memutuskan tidak melakukanya lagi.

Setelah puas dirumah Halmeoninya. Taehyung memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan, Taehyung mengerutkan keningnya saat ada segerombolan berandalan yang sepertinya mendapatkan mangsa.

Taehyung ingin mengacuhkan hal itu, namun matanya membola saat mendapati Jungkook berada disana. Taehyung langsung menepikan mobilnya. Tanpa basa basi, Taehyung menendang seorang berandalan disana.

"Sialan!"

"Wah ada yang sok jadi jagoan rupanya" Taehyung melirik Jungkook yang menangis dan ketakutan, bajunya sudah sobek pula. Taehyung menggeram

"Dasar bajingan tidak berguna" umpat Taehyung

"Bajingan kau bocah, hei habisi dia" ada sekitar sepuluh orang. Taehyung hanya seorang diri. Junkook memekik saat Taehyung kena pukulan. Dalam hati ia berdoa agar Taehyung baik baik saja.

Taehyung itu master Taekwondo tingkat nasional. Maka dari itu sepuluh orang bisa diatasi oleh Taehyung. Meski ia juga babak belur. Karena kalah, kesepuluh brandalan akhirnya melarikan diri.

Taehyung segera melepas jaketnya dan memakaikanya pada Jungkook.

"Jungkook, gwaenchanayo?" Taehyung memeluk Jungkiok dengan erat.

"Hikss aku takut Tae" Taehyung membelai kepala Jungkook dengan lembut

"Kau sudah aman Kook, mereka sudah pergi. Aku disini menjagamu. Tenang oke?"

"Lagipula apa yang kau lakukan disini?"

"Hikss appa tidak menjemputku"

"Aku antar pulang?" Jungkook mengangguk

"Kajja"

"Tae.. tidak bisa jalan hikss" Taehyung langsung menggendong Jungkook ala bridal.

"Lain kali jangan pulang sendiri, hubungi aku jika tidak ada yang menjemput. Oke?"

"Gumawo Tae" Taehyung tersenyum. Malam itu keduanya melupakan permusuhan mereka. Menikmati kebersamaan yang mungkin hanya sesaat.

Jungkook menikmati kenyamanan dan keamanan dalam dekapan hangat seorang Kim Taehyung. Menyesap aroma menenangkan yang menguar dari tubuh Taehyung.

Untuk malam ini saja, keduanya melupakan segalanya. Menikmati keromantisan yang tercipta.

"Tae, mukamu?" Taehyung tersenyum

"Sudah larut malam, aku harus segera pulang. Apa aku harus mengantarmu masuk?" Jungkook menggeleng.

"Tapi lukamu?".

"Hanya luka kecil dan aku baik baik saja. Aku pulang, istirahatlah. Selamat malam"

"Hm, hati hati dijalan.. malam juga Tae"

"Apa yang terjadi malam ini? Kenapa dia bisa sebaik itu padaku? Yatuhan, sebenarnya nyaman juga jika berbaikan dengan Taehyung. Tapi.. Ah serahlah"

____________

TBC

My Crystal Snow [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang