"DORAWAA TAEHYUNGIE!! ARHHH TAEHYUNGIE!!!!"
Tit ~~~~
"Cepat electrick shock!!"
"Kau pasti bisa! Kembalilah Taehyungie"
Tit ~~~~~
___________ tidak ada gunanya. monitor hanya menunjukan garis lurus. Taehyung pergi, tanpa mengatakan apapun atau bahkan membuka matanya barang sebentar saja.
Tidak tuhan tidak adil mengambil Taehyung saat mereka semua baru akan merasakan bahagia. Bahkan Daehyun dan Baekhyun baru akan menebus kesalahan mereka.
Tidak.. Mereka berharap ini mimpi. Mereka berharap Taehyung akan membuka matanya saat mereka bangun nanti. Tapi sayangnya semua ini nyata. Teriakan histeris yang menyayat hati terdengar.
Jeon Jungkook dan Kim Baekhyun mengguncang tubuh kaku dan dingin Taehyung. Berharap si pria tampan yang tengah terbujur kaku itu mau menghembuskan nafas kembali dan membuka matanya.
Sayang sekali itu hanya angan yang takkan jadi nyata. Kim Taehyung telah pergi untuk selamanya. Meninggalkan duka yang dalam bagi orang orang yang mencintainya.
"Taehyungiee.. hikss putraku.. bangun sayang hikss... KIM TAEHYUNG!! BANGUN SAYANG!! INI EOMMA!! HIKSSS TAEHYUNG!" Baekhyun masih betah berteriak mengguncang tubuh Taehyung. Sementara Jungkook sudah lemas sambil memeluk Taehyung.
"Hyungie.. kenapa.. hikss kenapa hyung?" Bisik Jungkook penuh duka
"Selelah itukah dirimu hyung? Sesakit itukah dirimu hingga kau memilih untuk pergi?" Jungkook mencium bibir dingin Taehyung berulang kali.
"Hyungie tau aku mencintai hyungie kan?" Jungkook masih menatap Taehyung.
"Aku sangat mencintai hyungie.. bagaimana aku bisa hidup tanpa hyungie disisiku?"
"Hyungie bilang hyungie akan bertahan demi aku? Tapi kenapa hyungie pergi?"
"Bagaimana aku bisa bertahan hidup?" Jungkook terisak sambil memeluk Taehyung. Dokter park yang menangani Taehyung lemas dan merasa sangat gagal.
Daehyun menatap kosong kearah putranya. Para sahabat juga sama, mereka tidak menyangka jika sahabat tercinta mereka pergi secepat ini.
Mingyu juga terduduk lemas dilantai. Dia shock tidak menyangka bahwa pertandingan kemarin yang terakhir kalinya. Ia tak menyangka jika kata kata Taehyung adalah wasiat terakhir.
"Aku menyayangimu, teruslah hidup dengan bahagia Mingyu hyung dan terimakasih untuk segalnya. Kasih sayangmu, perlindungamu. Semuanya. Maaf jika aku menyebalkan, tapi aku sangat menyangimu" -kata Taehyung malam setelah kepulangan mereka ke Seoul.
"Kenapa secepat ini Tae? Bahkan kau baru akan menemui kebahagiaanmu" orangtua Jungkook dan Chanbin sampai dan langsung disuguhi pemandangan mengenaskan.
Keempat orangtua itu hanya bisa shock saat melihat wajah super pucat Taehyung dengan alat bantu kehidupan yang sudah dilepas juga garis lurus dimonitor. Tanda Si ketua Senat Kim Taehyung sudah pergi untuk selamanya.
"Taehyungie sayang.. bagaimana bisa eomma hidup nak.. hikss eomma bahkan belum membahagiakan dirimu hikss. Kembali sayang" Daehyun bangun dan berjalan kearah Taehyung.
"Hei jagoan inikah pilihanmu? Kamu sudah bahagia sekarang? Sudah tidak merasa sakit lagi?" Daehyun mencium kening Taehyung.
"Kamu tau appa menyayangimu kan Tae. Kamu tau appa sedang berusaha membahagiakan kamu. Sedang berusaha menebus kesalahan appa. Tapi kamu sudah terlanjur sangat lelah heum? Sehingga kamu lebih memilih pergi?" Air mata lolos dari kedua mata Daehyun
"Baik jika kamu sudah memilih hal ini nak. Appa hanya bisa merelakan kamu pergi. Appa harap kamu bahagia. Appa sangat menyayangi kamu jagoan. Selamat jalan putraku, kita akan bertemu disurga nanti. Appa sayang kamu Kim Taehyung" Daehyun mencium kening Taehyung dan memeluk Baekhyun.
"Putra kita sudah bahagia Baek..jangan kau tangisi dia dan membuat dia sedih. Dia sudah enak disurga. Tidak merasakan sakit lagi. Relakan Taehyung sayang, dia sudah bahagia" Baekhyun menggelengkan kepala.
"Tidak Dae hikss bagaimana bisa-" Daehyun mencium bibir Baekhyun
"Jika kamu menyayangi Taehyung, maka kamu harus merelakan dirinya pergi" Baekhyun menatap Daehyun
"Taehyung sudah bahagia Baek" Baekhyun akhirnya mengangguk. Daehyun menghampiri Jungkook.
"Relakan Taehyung Jungkook" Jungkook hanya diam
"Nak" tidak ada respon sama sekali dari Jungkook. Semua menatap Jungkook. Sedangkan yang ditatap hanya menatap kosong kearah Taehyung.
Sehun memeluk putra kesayanganya. Jungkook masih diam saja tidak merespon apapun.
"Kamu harus bisa kuat nak" kata Luhan.
Sementara itu, para sahabat dan Mingyu bergantian mengucap salam perpisahan untuk terakhir kalinya. Semuanya mengucap salam perpisahan untuk terakhir kali. Derai air mata menetes disetiap pasang mata semua orang.
Kepergian Taehyung merupakan hal terberat bagi mereka semua. Sosok Kim Taehyung sangat berkenan dihati setiap orang. Semua tidak menyangka Taehyung akan pergi secepat ini.
"Selamat jalan Tae, kamu selalu tau jika kami sangat menyayangimu. Kamu sangat berarti bagi kami. Jika memang kamu sudah sangat lelah dan kepergianmu membuatmu bahagia. Kami rela Tae, kami akan berusaha merelakanmu. Asal kau bahagia.. maafkan segala kesalahan kami.. kami menyayangimu. Kau sahabat terbaik kami.. selamat jalan Tae. Selamat jalan Kim Taehyung"
Kain putih diselimutkan menutupi seluruh badan dan wajah Taehyung. Salam perpisahan sudah di katakan dan saatnya Taehyung untuk dikebumikan.
"Kami menyayangimu Taehyung"
_________
TBC
Rezer tidak akan benar benar membuat ending yg benar2 menyedihkan. Rezer hanya ingin menyampaikan pesan rezer di akhir cerita nanti 😊
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crystal Snow [END]
FanfictionDisaat benci berubah menjadi cinta saat turunya kristal salju pertama di bulan desember, mereka mulai menyadarinya. Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang berubah menjadi saling mencintai dan saling membutuhkan. Namun apakah mereka akan saling mengungk...
![My Crystal Snow [END]](https://img.wattpad.com/cover/138042550-64-k210159.jpg)