Jungkook tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Kim Taehyungnya berdiri dengan tegak di pintu balkon dengan pakaian serba putih dan bercahaya.
Jungkook mendekati sosok itu dengan perlahan. Matanya tak pernah lepas dari mata Taehyung. Senyum merekah dibibir cantiknya. Ia bahagia Taehyung berada disini, dihadapanya.
Jungkook memeluk Taehyung dengan sangat erat. Begitu juga sebaliknya.
"Bagaimana bisa hyung disini?" Taehyung tersebyum dan membawa Jungkook kedalam ciumanya yang lembut.
Dingin, bibir Taehyung terasa sangat dingin. Taehyung mengahiri ciumanya dan menatap Jungkook intens.
"Jangan menangis Kookie.. bagaimana aku bisa pergi jika kamu seperti ini hum?" Jungkook menggeleng keras.
"Kajima hyung, jebal" Taehyung kembali tersenyum.
"Hyung tetap harus pergi sayang.. kamu harus bisa tanpa hyung" Jungkook kembali menggeleng dan memeluk Taehyung erat. Ia juga menangis lagi.
"Hikss aku tidak bisa tanpa hyung hikss" Taehyung menangkup wajah Jungkook
"Kamu harus bisa hidup tanpa hyung sayang" Jungkook menggeleng
"Aku tidak bisa.. bawa aku hyung.. bawa aku bersamamu" Taehyung kembali mencium Jungkook.
"Kamu tau? Hyung sebenarnya juga tidak bisa berpisah denganmu sayang. Hyung sebenarnya juga belum ingin mati. Tapi tuhan tidak membiarkan hyung hidup lagi" Jungkook memeluk Taehyung erat
"Bawa aku hyung, bawa aku bersamamu" Taehyung menatap Jungkook, begitujuga sebaliknya.
"Kamu ingin ikut bersamamu sayang? Kamu yakin?" Jungkook mengangguk mantap
"Aku ingin bersama hyung. Bagaimana aku bisa hidup tanpa hyung?" Taehyung membelai wajah Jungkook
"Bagaimana dengan appa dan eomma?"
"Aku hanya mau hyung" Taehyung akhirnya menuntun Jungkook kemeja belajar.
"Tuliskan sesuatu sayang" Jungkook menuruti Taehyung. Ia menulis surat untuk keluarga juga sahabatnya. Setelah selesai ia menghampiri Taehyung.
"Kamu yakin?"
"Aku yakin" Taehyung tersenyum
"Aku mencintaimu Jungkook"
"Aku juga mencintaimu Kim Taehyung" Jungkook memejamkan matanya saat terasa sesak didadanya. Perlahan ia merasakan sakit dijantungnya. Taehyung masih memeluknya, tidak melepaskan pelukan sampai rasa sakit itu hilang.
Taehyung membaringkan tubuh Jungkook. Ia tersenyum saat melihat sosok Jungkook yang transparan terbangun dari raganya.
"Sayangku.." Jungkook tersenyum dan memeluk Taehyung.
"Bawa aku bersamamu hyung.. bawa aku bersamamu" Taehyung mengangguk
"Ia sayang, kita akan terus bersama. Tidak akan ada yang memisahkan kita. Kajja" keduanya pergi melihat keluarga dan sahabat untuk terakhir kali.
"Appa eomma, maaf. Tapi aku sangat mencintai hyung.. aku tidak bisa hidup tanpa hyung.. maafkan aku"
"Kalian masih memiliki Wonwoo hyung, sungguh maafkan aku. Tapi aku ingin pergi bersama dengan Taehyungie hyung.. selamat tinggal"
Jeon Jungkook pergi untuk selamanya dari dunia ini dikarenakan serangan jantung. Yang sebenarnya karena ia ingin terus bersma Taehyung.
01092017 Jeon Jungkook pergi menyusul Kim Taehyung, kekasihnya.
.
.
.
Sore harinya, Luhan memutuskan menengok Jungkook. Jungkook belum keluar dari kamar Taehyung sejak pemakaman tadi. Ia mengetuk pintu kamar berulang kali namun tidak juga ada jawaban.
Seketika perasaan Luhan tidak enak. Ia panik dan takut terjadi sesuatu pada anaknya. Luhan segera menyuruh Daehyun membuka kamar Taehyung. Dan saat kamar terbuka. Betapa terkejutnya Luhan saat melihat Jungkook tergeletak dilantai.
"Jungkook!!" Luhan berlari dan merengkuh tubuh anaknya. Luhan menggelengkan kepala saat mendapati tubuh kaku Jungkook yang dingin dengan wajah yang sangat pucat.
Luhan menangis histeris melihat keadaan putranya. Semua yang mendengar tangisan Luhan berhamburan menghampiri Luhan.
Semua mematung di ambang pintu. Sehun langsung memeluk istri dan anaknya
"Jungkook sayang.." Sehun memeriksa denyut nadi Jungkook. Sehun menggelengkan kepalanya.
"Tidak.. tidak.. Jungkook bangun nak.. tidak kamu tidak boleh peegi.. bangun sayang.. Jungkookie bangun nak! JUNGKOOK!!" Jungkook tidak sedikitpun membuka matanya.
"JUNGKOOK!!!" Semua yang ada disana lemas seketika. Baru kemarin mereka ditinggalkan Taehyung pergi dan sekarang Jungkook juga.
Mereka tidak tau harus bicara apa. Belum sembuh duka mereka atas kepergian Taehyung, dan sekarang Jungkook sudah menyusul kepergian Taehyung.
Mereka hanya bisa menangis sambil menatap Sehun, Luhan dan Wonwoo yang menangis. Luhan dan Wonwoo histeris
"Kenapa kamu seperti ini Kook!! Kenapa kamu pergi menyusul Taehyung!! Kenapa?!" Mingyu mencoba menenangkan Wonwoo.
Jenazah Jungkook segera dibawa kerumah sakit. Setelah diperiksa ternyata Jungkook mengalami serangan jantung. Hingga membuat Jungkook kehilangan nyawanya.
"Seberarti itukah Taehyung bagimu nak? Hingga kau tega tinggalkan kami?" Lirih Sehun. Semua hanya menangis dalam diam. Tahun ini adalah tahun kelam untuk mereka semua. Karena ditahun ini mereka kehilangan kedua orang yang mereka sayangi.
"Hun-ah, Hanie, wonie.. relakan Jungkook pergi. Ini sudah takdir tuhan. Aku tau rasanya kehilangan. Baru kemarin juga aku kehilangan putraku. Tapi kita bisa apa? Kita harus bisa mengiklaskan mereka pergi.. setidaknya kita tau mereka bersama diatas sanakan? Mereka akan bahagia. Percayalah mereka berdua bahagia diatas sana"
"Hikss Jungkookie.."
_________
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crystal Snow [END]
FanfictionDisaat benci berubah menjadi cinta saat turunya kristal salju pertama di bulan desember, mereka mulai menyadarinya. Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang berubah menjadi saling mencintai dan saling membutuhkan. Namun apakah mereka akan saling mengungk...
![My Crystal Snow [END]](https://img.wattpad.com/cover/138042550-64-k210159.jpg)