Mingyu, Namjoon, Hoseok, dan Jimin mengejar Taehyung, namun mereka semua kehilangan jejak Taehyung. Saat sampai di parkiran, ternyata taehyung sudah pergi jauh.
Sementara itu dikamar rawat Taehyung, Daehyun mencengkeram kerah kemeja Chanyeol.
"Ini semua karena dirimu brengsek, untuk apa kau kemari dan mendekati putraku huh? Ingin mengambil simpatinya dan ingin merebut Baekhyun dariku?" Baekhyun dan Kyungsoo tentu terkejut. Baekhyun memang masih memiliki rasa pada Chanyeol.
Chanyeol menghempaskan tangan Daehyun dan menatap tajam Daehyun.
"Maaf Daehyun-ssi, aku sudah sangat lama melupakan Baekhyun, aku sudah memiliki keluarga yang sangat aku cintai. Jadi aku tak ada niatan sama sekali merebut Baekhyun darimu. Lagipula dulu aku juga yang mengahiri hubungan kami" Jawab Chanyeol dengan tegas.
Baekhyun menatap Chanyeol tak percaya. Jadi dulu itu perkataan Chanyeol adalah kebenaran. Chanyeol memang telah berniat mengahiri hubungan mereka dan melupakan dirinya.
"Aku sudah memiliki keluargaku, aku mengakiri hubunganku dengan Baekyun karena dia terlalu egois dan gila kerja. Benar saja apa yang aku pikirkan benar benar terjadi dan Taehyung harus mengalaminya" lanjut Chanyeol.
"Baekhyun tidak berubah. Dia masih egois dan gila kerja. Sialnya kau juga begitu Daehyun-ssi. Kau biarkan putramu hidup seorang diri. Kalian memang orangtuanya tapi Taehyung hidup seperti sebatangkara. Aku yakin kalian tidak tau jika dia mencoba mengahiri hidupnya berulang kali" Daehyun membelalakan matanya. Tanganya sudah melayang hendak memukul Chanyeol namun ditahan oleh Bogum
"Jangan asal bicara brengsek!!"
"Kalian yang buat dia memiliki kelainan psikis. Kalian yang buat dia menderita, kalian yang buat dia tidak memiliki gairah hidup, kalian juga yang buat dia hampir mati"Teriak Chanyeol. Baekhyun menggelengkan kepala.
"Depresi, kelainan jantung, sindrom aca, apa kalian tau?"
"Jangan asal bicara! Sialan kau-" Bogum menahan Daehyun.
"Yang dikatakan Chanyeol samchon adalah kebenaran, Taehyung mengalami semua itu samchon" Daehyun lemas seketika. Ia menggelengkan kepala Sungguh ayah macam apa dia itu.
"Kau dan Baekhyun orang tua yang gagal. Masa masa muda Taehyung sudah hampir berakhir. Aku tanya apa selama 22 tahun ini kau dan Baekhyun sudah membahagiakan Taehyung?"
"Apa selama 22 tahun kalian benar benar berperan sebagai orangtua Taehyung?"
"Selama 22 tahun apa kalian benar benar memperhatikan perkembangan Taehyung? Apa kalian selalu ada disisi Taehyung?" baik Baekhyun maupun Daehyun diam. Keduanya sudah menangis
"Kalian tidak mendidik, menyayangi, dan melindungi Taehyung. Kalian melewatkan peran kalian yang sebenarnya. Kalian telah menyia nyiakan 22 tahun masa kalian bersama Taehyung. Kalian melewatkan keindahan, kebahagiaan, sebagai orangtua. Karena masa itu akan segera lewat, masa itu akan segera habis. Kalian menyia nyiakan kesempatan berharga yang kalian miliki" Baekhyun merosot, air matanya meluncur bebas melalui pipinya.
Sama halnya dengan Daehyun, dia menatap kosong Chanyeol, dia juga menangis. Merasa sangat gagal sebagai orangtua.
"Kau pikir dengan harta itu cukup? Kau salah, Taehyung butuh kalian, bukan harta yang berlimpah. 22 tahun Taehyung bungkam. Berjuang sendiri untuk hidup. Ia hanya diam, seolah ia baik baik saja. Tapi jauh didalam hati dan jiwanya ia sangat sakit dan terluka. Ia sudah jatuh kedasar jurang. Ia tak kuasa lagi menatap masa depan. Ia putus asa. Masa masa muda yang seharusnya dilaluinya seperti anak lain pada umumnya tidak ia dapatkan"
"Ia punya orangtua, tapi ia merasakan hidup sebatangkara. Ia menangis dibelakang kalian. Ia selalu berusaha untuk mati dibelakang kalian. Apa aku salah jika aku ingin sedikit memberinya perhatian dan kasih sayang yang tidak kalian berikan?"
"Samchon, Taehyung tidak baik baik saja. Semenjak kepergian halmeoni ia berubah. Ia tidak baik baik saja. Ia sakit, sangat sakit. Baik fisik maupun jiwanya. Puluhan kali aku menemukan dia hampir mati. Puluhan kali lenganya bersimbah darah. Ia ingin menyerah, tapi aku selalu menopangnya untuk bangkit. Aku yang selalu memaksanya bertahan. Hingga ia terus merasakan kesakitan" Mingyu menahan tangisnya
"Dia hancur. Hati dan jiwanya hancur. Kalian tidak tau Taehyung pernah sekarat karena disakiti kan? Saat kalian di paris dan jepang. Aku menghubungi kalian karena Taehyung sekarat. Namun kalian tidak membiarkanku bicara"
"Setiap hari ulang tahun Taehyung, ia menolak untuk dirayakan. Baginya hari itu adalah hari kelam dalam hidupnya. Ia selalu merasa tidak diharapkan oleh kalian berdua. Ia selalu mengamuk jika kita merayakan ulangtahunya"
"Kalian keterlaluan samchon, imo. Kalian tega pada darah daging kalian sendiri" Mingyu terus menatap tajam kedua namja paru baya itu.
"Kalian tau betapa bahagianya Taehyung saat Chanyeol ahjussi dan Kyungsoo ahjuma datang dan memberikan kasih sayang mereka. Binar kehidupan muncul dimata Taehyung. Binar yang telah lama redup muncul kembali"
"Saking keterlaluanya kalian, hal sekecil apapun membuat itu sangat berarti bagi Taehyung" Mingyu menghela nafas.
"Chanyeol ahjussi benar, kalian telah kehilangan peran kalian sebagai orangtua. Kalian telah gagal" Mingyu mengusap air matanya.
Semua yang disana menangis dalam diam. Daehyun terduduk lemas, ia menutup wajahnya dan menangis tersedu sedu. Sama halnya dengan Baekhyun. Kyungsoo menghela nafasnya dan memeluk Baekhyun.
"Masih belum terlambat untuk memperbaikinya Baekhyun-ssi. Masih ada waktu sampai Taehyung menikah nanti" kata Kyungsoo
"Mintalah maaf, dan perbaiki semuanya"
"Taehyung hikss Taehyung.. Maafkan eomma hikss Tae hikss"
"Taehyung pergi, kita harus segera mencarinya" kata Jimin
"Hm, hubungi Jungkook"
"Taehyung hyung masih marah hyung, biarkan dia tenang" kata Namjoon
"Aku yakin Jungkook bisa menjaga Taehyung"
_______
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crystal Snow [END]
FanfictionDisaat benci berubah menjadi cinta saat turunya kristal salju pertama di bulan desember, mereka mulai menyadarinya. Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang berubah menjadi saling mencintai dan saling membutuhkan. Namun apakah mereka akan saling mengungk...
![My Crystal Snow [END]](https://img.wattpad.com/cover/138042550-64-k210159.jpg)