Sudah seminggu lebih, Taehyung dirumah Bogum. Bogum merawat Taehyung dengan baik dibantu oleh Mingyu tentu saja. Kedua orangtua Taehyung hanya berusaha menelfon Taehyung tanpa menjenguk Taehyung.
Baik Daehyun maupun Baekhyun lebih mementingkan pekerjaan mereka daripada sekedar menjenguk putranya. Selama itu juga Minjae terus mencoba menghubungi Taehyung, namun Taehyung tidak menghiraukanya.
Hubungan Taehyung dan Bogum kembali membaik seperti sedia kala. Bogum dan Mingyulah yang merawat Taehyung seminggu ini.
Kegiatan mapala juga ditunda menunggu kesembuhan Taehyung. Pada hari inilah mapala akan dilangsungkan. Taehyung sudah siap dengan tas backpaker miliknya.
Dia sudah siap berangkat ke kampus.
Sesampainya di kampus, ia langsung dihampiri Minjae
"Halo Tae sayang, kamu sudah sembuh?" Taehyung menghela nafas lelah
"Menjauh dariku" kata Taehyung dengan nada datar, membuat Minjae merengut
"Ih kok kamu gitu sih chagi?" Taehyung menghempaskan tangan Minjae dan berjalan menjauhi Minjae. Sementara di koridor utama ia bertemu dengan Jungkook.
Taehyung menampilkan senyum tampan miliknya untuk Jungkook, sebenarnya Jungkook terpesona namun ia mencoba bersikap senormal mungkin.
"Oh anoa sudah sembuh" kata Jungkook sinis
"Hm, ya aku sudah sembuh" jawab Taehyung santai
"Ah dimulai lagi hari burukku" Taehyung tersenyum
"Kamu sendiri yang membuat harimu buruk Kook" Taehyung masih menggunakan bahasa yang halus untuk Jungkook.
"Sok tau kau anoa. Hariku buruk karena kau!" Taehyung menghela nafas
"Terserah padamu, aku pergi dulu" setelah mengatakan itu Taehyung pergi melewati Jungkook yang termenung
"Bahkan dia tidak menanggapiku, dia tidak membalas ejekanku" gumam Jungkook.
Setelah rapat beberapa saat dan pendataan sudah dilakukan. Semua bersiap menuju lokasi perkemahan. Taehyung tidak satu bus dan tidak satu kelompok dengan Minjae. Taehyung sekelompok dengan Bogum dan Mingyu juga sementara yang lain pisah.
Luarbiasanya Taehyung juga satu kelompok dan sebangku dengan Jungkook.
"Aishh sial sekali hari ini" Jungkook menggerutu saat Taehyung duduk disebelahnya.
"Nikmati saja perjalananmu Kook" karena lamanya perjalanan Taehyung memutuskan untuk tidur, jujur saja ia belum benar benar sembuh saat ini. Tak lama kemudian Taehyung benar benar tertidur pulas.
"Aku harus bagaimana sih hyung? Kamu bertahan bersikap baik padaku, sedangkan aku? Kenapa sih harus ada dia diantara kita?" Bisik Jungkook sambil membelai surai Taehyung dengan lembut. Menyandarkan Taehyung pada pundaknya.
"Kenapa sih kamu harus nekat ikut mapala? Aku tau kamu masih sakit hyung. Bagaimana jika kamu sakit parah lagi?" Jungkook menghela nafas
"Wae wae" lirih Taehyung dalam tidurnya. Air mata keluar dari kelopak mata Taehyung yang terpejam
"Hyung.. tenanglah" Taehyung menangis dalam tidurnya
"Apa yang terjadi padamu hyung?"
.
.
.
Taehyung terbangun saat bus sudah akan transit ke kapal yang akan membawa mereka ke Jeju.
"Maaf kook, aku menyandar padamu" Jungkook hanya mengangguk. Karena yang tersisa hanya fery kecil, maka mereka kembali dipisah, Minjae lagi lagi mendapat zonk karena tidak bisa sekapal dengan Taehyung.
Bogum dan Mingyu menyeringai, mereka juga diam diam menguping kata kata Jungkook waktu di bus.
"Hai, kenapa sendirian" tanya Taehyung saat mendapati Jungkook di kabin atas sendirian
"Bukan urusanmu"
"Kook, jebal jangan seperti ini" lirih Taehyung
"Memang kenapa?"
"Jebal, kamu hanya salah paham Kook. Jebal" Jungkook menggeleng
"Apanya salah paham. Aku melihatnya kok"
"Itu bukan kemauanku!" Teriak Taehyung yang mengejutkan Jungkook. Wajah Taehyung seketika berubah datar tanpa ekspresi. Namun dari matanya terdapat sorot kecewa, terluka dan marah disaat bersamaan.
"Apa aku ditakdirkan hidup hanya untuk menderita? Dipermainkan oleh takdir dan dibenci semua orang?" Taehyung tertawa sumbang
"Lalu untuk apa aku hidup. Jika hanya untuk dilukai dimusuhi dan dilupakan?" Taehyung menatap datar Jungkook kemudian berjalan mendekati pembatas besi. Naik satu tingkat pada pembatas.
"Hei jangan gila Tae!" Gertak Jungkook, namun tak dihiraukan Taehyung
"Apa gunanya hidup jika hanya untuk sakit? Tak ada gunanya" Taehyung naik lagi satu tingkat
"Taehyung!!! Jangan seperti itu Tae!!" Teriak Mingyu panik saat melihat Taehyung kembali mencoba mengakhiri hidupnya.
"Dasar bodoh! Selain bodoh kau juga gila! Hei anoa turun!!" Jungkook semakin panik
"Aku bilang turun babi!!" Tak dihiraukan Taehyung
"Yak Kim Taehyung!! Jangan gila kau bisa jatuh!!" Taehyung hanya tertawa. Jungkook panik, sangat panik sekaligus kawatir sekarang.
"Kalau aku jatuh dan mati semua lebih baikan" Taehyung hendak naik ke besi ketiga namun segera di tarik Jungkook hingga jatuh
"Dasar gila hikss kenapa kau seperti ini!!" Jungkook memeluk Taehyung dengan erat.
"Untuk apa hidup jika hanya diabaikan dan merasakan sakit" lirih Taehyung
"Dasar bodoh, masih banyak yang menyayangimu!"
"Tapi kau membenciku" Jungkook menatap Taehyung dan membelai wajahnya dengan lembut.
"Baiklah aku minta maaf tapi kumohon jangan seperti ini" ucap Jungkook pada akhirnya mana mungkin dia akan membiarkan Taehyung mati bunuh diri
Taehyung tidak menjawab namun memeluk Jungkook dengan erat.
"Apa ini bohongan?" Jungkook menggeleng
"Tapi ikuti alur permainanku?" Taehyung menatap Jungkook lama
"Baik, asal kau tidak memusuhiku lagi"
"Siapa bilang? Kita masih musuh" Taehyung menatap Jungkook sedih
"Teman Underground?" Taehyung sekarang menatap Jungkook bingung
"Aku malas berurusan dengan Minjae" Taehyung menghela nafas
"Maaf jika dia mengganggumu"
"Gwaenchana hyung, aku punya rencana. Cukup ikuti saja alur yang kubuat. Arraseo?" Taehyung mengangguk
"Baiklah, aku setuju"
__________
TBC
Tub baikan kan..
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crystal Snow [END]
FanfictionDisaat benci berubah menjadi cinta saat turunya kristal salju pertama di bulan desember, mereka mulai menyadarinya. Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang berubah menjadi saling mencintai dan saling membutuhkan. Namun apakah mereka akan saling mengungk...
![My Crystal Snow [END]](https://img.wattpad.com/cover/138042550-64-k210159.jpg)