Taehyung bangun dari tidurnya pukul lima pagi. Menghembuskan nafas lelah dipagi hari. Beranjak ke kamar mandi untuk mencuci muka dan ia langsung mengambil jaketnya untuk segera melakukan rutinitas paginya, joging.
Kembali lagi ke Taehyung, dengan raut datar seperti biasa Taehyung keluar dari kamarnya kemudian langsung menuju pintu utama untuk keluar dan joging.
Taehyung dengan santai mengelilingi luar kompleks perumahan elit yang ia tempati. Cukup jauh ia berlari dan ia berhenti ditempat biasa ia melihat matahari terbit.
Duduk dengan tenang di bawah pohon sambil menikmati matahari terbit. Tersenyum sendu dengan liquid bening yang perlahan keluar dari kelopak matanya.
Hal itu ternyata dilihat oleh rivalnya, Jeon Jungkook. Jungkook mengerutkan keningnya. Ia heran, ternyata Taehyung itu bisa juga menangis. Lama Jungkook memperhatikan hingga ia tersentak mendengar suara Taehyung.
"Aku tau kau memperhatikanku kook" kata Taehyung dengan nada datar. Jungkook berdecih
"Cih PD sekali" Taehyung menoleh kearah Jungkook
"Pergilah jika kau hanya ingin menggangguku" sorot mata Taehyung berbeda, tidak seperti biasanya. Lebih tersirat jika tatapan itu menyiratkan luka, sedih sekaligus kecewa.
"Cih tak kusangka kau cengeng" Jungkook berusaha memancing amarah Taehyung, namun nihil
Taehyung malah beranjak dari duduknya kemudian melenggang pergi begitu saja tanpa sepatah kata apapun. Hal itu membuat Jungkook heran
"Kenapa denganya? Sedang ada masalah kah?" Jungkook menggeleng
"Cih, apa perduliku" Jungkook memutuskan untuk berlari pulang.
Taehyung sampai dirumah, disambut oleh para pelayan. Ia langsung menuju kamarnya untuk bersiap siap kekampus pagi ini.
Setelah mandi, mengenakan baju dan menata rambutnya, Taehyung menatap pantulan dirinya dicermin.
"Aku tak mengharapkan harta melimpah jika aku hanya akan menjadi miskin kebahagiaan" lirih Taehyung
"Kapan kalian akan mengerti?" Taehyung menggela nafas lelah. Ia memutuskan melewatkan sarapan dan ingin langsung ke kampus.
"Tuan muda sarapan dulu!" Taehyung menggeleng
"Kalian saja, aku tidak nafsu" tanpa mendengarkan perkataan kepala pelayan selanjutnya, Taehyung langsung pergi begitu saja.
Taehyung sampai dikampus, ternyata sudah ada sahabatnya disana yang menunggu kedatanganya.
"Hei bro, lesu sekali?" Jimin yang pertama kali menyambutnya. Taehyung hanya diam saja.
"Ada apa Tae?" Kali ini Namjoon yang bertanya. Taehyung menggeleng
"Ayo keruang senat, kita bicarakan masalah mapala. Undang seluruh anggota BEM sekarang juga" baik Namjoon maupun Jimin mendengus.
"Kapan dia akan leluasa terbuka dengan sahabatnya"
"Entah hyung, dia susah sekali dibilangi" diperjalanan keruang senat ia berpapasan dengan Jungkook
Semua yang disana bersiap melihat perdebatan yang akan terjadi. Namun ternyata apa yang terjadi tak sesuai keinginan mereka.
"Eh si cengeng sudah datang" Taehyung menatap datar Jungkook dan berlalu begitu saja. Membuat yang ada dusana cengoh termasuk Jimin dan Namjoon
"Hyung ini ada yang tidak beres, sumpah ini tidak normal. Kita harus segera cari tau sebelum Taehyung lepas kendali lagi hyung" Namjoon mengangguk, mereka segera menyusul Taehyung meninggalkan Jungkook yang bingung
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crystal Snow [END]
FanfictionDisaat benci berubah menjadi cinta saat turunya kristal salju pertama di bulan desember, mereka mulai menyadarinya. Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang berubah menjadi saling mencintai dan saling membutuhkan. Namun apakah mereka akan saling mengungk...
![My Crystal Snow [END]](https://img.wattpad.com/cover/138042550-64-k210159.jpg)