Jungkook membelai kepala Taehyung dengan lembut, mencoba menenangkan mantan rivalnya itu. Taehyung semakin menenggelamkan wajahnya.
Jungkook masih setia menunggu Taehyung agar siap bercerita padanya.
"Hei Kook, kau menyutujui perjodohan kita?" Tanya Taehyung tiba tiba.
"Hm, aku tidak ingin appaku bangkrut. Aku sayang pada keluargaku" Taehyung terdengar menghela nafas
"Hanya karena itukah?" Jungkook mengerutkan keningnya
"Iya, memang kenapa?" Taehyung menggeleng
"Aku sebenarnya hanya senang, karena mungkin setelah ada perjodohan ini aku tidak sendiri lagi. Ya mungkin" Jungkook melepaskan pelukan Taehyung dan menatap Taehyung.
"Yang membuatmu tersiksa karena kau ditinggal sendirian oleh appa dan eommamu? Kau merasa mereka tidak menyayangimu" Taehyung mengangguk, liquid bening meluncur bebas dari mata setajam elang milik Taehyung ini kali kedua Jungkook melihat Taehyung menangis, namun kali ini dengan sangat jelas.
"Seharusnya ada halmeoni tapi" Taehyung memejamkan mata, hatinya kembali berdenyut nyeri.
Jungkook juga ikut tercubit hatinya melihat Taehyung menangis seperti itu. Astaga benar benar menyedihkan. Entah dorongan dari mana Jungkook memajukan wajahnya hingga mempertemukan kedua bibir mereka dalam ciuman yang lembut.
Taehyung tentu sempat terkejut, namun ia menikmati ciuman dari Jungkook. Taehyung memeluk pinggang jungkook erat, sementara Jungkook mengalungkan tanganya di leher Taehyung.
"Sekarang ada aku, kita memiliki nasib yang sama. Hatiku masih belum ada yang memiliki Tae, jika kau mau seret aku untuk masuk kedalam zonamu. Bawa hatiku padamu" Taehyung membelai bibir Jungkook dan tersenyum
"Kau bersedia?" Jungkook mengangguk, entah bagaimana tapi tiba tiba Jungkook sangat yakin pada Taehyung.
"Asal kau tidak sedang membalas dendam padaku. Aku bersedia" Taehyung menempelkan keningnya dengan kening Jungkook
"Aku bukan seorang bajingan yang tega menyakiti hati seseorang hingga keakarnya kook, tidak aku takkan pernah melakukan hal segila itu" jawab Taehyung mantap
"Jadi?"
"Aku ikut apa yang kau mau tentang kita"
"Bersikap seperti biasa, namun tidak ada perdebatan hebat? Hanya sampai kita benar benar saling terikat didalam hati?" Taehyung tersenyum,
"Musuh tapi mesra?" Jungkook terkekeh
"Em, hanya dikampus. Selebihnya.."
"Selebihnya kau calon istriku" goda Taehyung
"Mr. PD" Taehyung tertawa renyah sambil memeluk Jungkook
"Hah, aku bahagia"
"Hm, cepat sembuh Tae" Taehyung tersenyum
"Kenapa?"
"Ih kamu tu ya, nyebelin banget sih" Taehyung tertawa
"Ah jadi pake aku kamu nih ya?"
"Ih terserah"
"Iya iya baby bunny sayang, jangan ngambek ah nanti cantiknya hilang"
"Apaan sih tae"
"Apa? Kamu memang cantik kok"
"Ih udah, gombal mulu" Taehyung tertawa lagi
"Hyung, ngantuk" Taehyung membelai surai Jungkook
"Ingin menginap saja?"
"Tapi nanti ada yang datang?" Taehyung menggeleng
"Siapa yang akan datang heum. Aku sendirian baby" Jungkook berbaring disamping Taehyung
"Sekarang ada aku hyung" Taehyung mebenggelamkan wajah Jungkook dudadanya. Memeluknya dengan erat
"Hm, jaljayo baby bunny"
Keduanya tertidur dengan lelap dalam posisi berpelukan. Siapa yang sangka jika permusuhan mereka selama hampir tiga tahun berakhir semanis ini.
Hanya karena masalah sepele saja mereka musuhan dulu. Namun pada akhirnya permusuhan itu berubah menjadi sebuah hal yang sangat manis.
Flashback
Saat penerimaan mahasiswa baru, lebih tepatnya saat ospek kakak senat membuat game yang konyol. Yaitu game mengambil undian, siapapun yang mendapatkan kata "zonk" adalah yang kalah. Hukumanya adalah mencium bibir penerima zonk berikutnya
Konyol bukan? Tapi itulah yang terjadi. Hingga ternyata yang mendapat Zonk hanya dua orang yaitu Taehyung dan Jungkook.
Terpaksa karena ancaman akan disuruh meminta ttd dari seluruh penghuni kampus jika tidak mencium Jungkook. Maka terpaksalah Taehyung mencium Jungkook tepat dibibir. Padahal Jungkook sudah menerima hukuman kedua dari kakak senat
Tanpa diduga saat itu Taehyung langsung menarik Jungkook dan langsung mencium bibirnya.
Sebenarnya Taehyung juga mempunyai alasan kenapa ia tidak ingin mengerjakan hukuman lain dari senat. Tidak ada yang tau alasanya apa.
Sejak saat itulah Jungkook membenci Taehyung. Sebenarnya permusuhan tidak akan terjadi jika Taehyung mau minta maaf,tapi tidak Taehyung malah bersikap menyebalkan dihadapan Jungkook
Akhirnya Jungkook mengibarkan bendera perang pada Taehyung. Hingga dihari sebelum Jungkook memutuskan menyudahi permusuhan diantara keduanya.
Hari dimana Kim Taehyung berubah sikap dalam sehari dan jatuh sakit. Sebelumnya Tiada hari tanpa perdebatan unfaedah dari keduanya.
Contohnya seperti
"Heh tiang listrik! Menyingkirlah ini tempatku!"
"Sejak kapan ini tempatmu babi bontot? Ini tempat umum bodoh"
"Yak!! Kau-"
"Diam dan pergilah"
"Hyaa!!" Dan Jungkook berakhir diseret pergi oleh Seungjae dan yang lain
Saat ada observasi mereka juga masih saja berdebat saat dijadikan satu kelompok
"Dasar bodoh, mana ada rumus kimia seperti itu" -itu Taehyung
"Sialan! Jangan sebut aku bodoh anoa!"
"Terserah diriku mau bicara apa, mulut mulutku kenapa harus repot" jawab Taehyung dengan santai sampai akhirnya terjadi perang omongan yanh berujung pada hukuman.
Itu hanya sedikit tentang mereka sebelum berdamai, masih banyak lagi dan tak terhitung berapa kali mereka berdebat dan sejenisnya.
Pasti akan terjadi sesuatu hal yang menarik saat semua orang tau jika Jungkook dan Taehyung sudah berdamai. Kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti.
__________
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crystal Snow [END]
FanfictionDisaat benci berubah menjadi cinta saat turunya kristal salju pertama di bulan desember, mereka mulai menyadarinya. Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang berubah menjadi saling mencintai dan saling membutuhkan. Namun apakah mereka akan saling mengungk...
![My Crystal Snow [END]](https://img.wattpad.com/cover/138042550-64-k210159.jpg)