Para orangtua gantian pulang, sekarang yang menunggu Taehyung ada Jin, Namjoon, Yoongi, Jimin, Chanbin, Hoseok, Bogum, Mingyu, Wonwoo dan Jungkook.
Semua masih diam menatap Jungkook yang mengajak Taehyung bicara, sambari membelai pipi Taehyung dengan lembut.
"Jadi, aku akan menggantikan anak basket juga?" Wonwoo mengangguk
"Guru pelatih akan menduelkan Namjoon dan Yoongi hyung untuk menempati posisi Taehyung" Yoongi mendengus
"Kau saja Joon yang jadi kapten" Namjoon melirik Yoongi
"Kau lebih hebat dari pada aku hyung" Yoongi menggeleng
"Taehyung lebih hebat" seketika semua diam. Yoongi berjalan mendekati Taehyung
"Ya bocah, engga bosen apa tidur mulu? Kau ingin menjadi sepertiku hm?" Yoongi menatap Taehyung iba
"Cepat bangun Tae" dokter bilang jika kondisi Taehyung dalam keadaan stabil untuk saat ini.
Tidak ada yang perlu dikawatirkan, karena Taehyung dalam kondisi stabil. Tapi tetap saja, semuanya takut jika tiba tiba saja terjadi hal hal buruk.
"Aku akan selalu menemani hyung"
.
.
.
Sudah sekitar seminggu Taehyung koma. Selama seminggu juga Jungkook terus menemani Taehyung. Bersama dengan Baekhyun dan Chanbin. Sementara yang lain sibuk mengurus expo dan turnamen dikampus, termasuk para orangtua yang harus bekerja.
Taehyung belum menampakan tanda tanda akan sadar. Membuat Jungkook takut, bagaimana jika Taehyung tidak akan sadar.
Untungnya, Namjoon dan Hoseok sudah benar benar menuntaskan tugas mereka untuk membuat Taehyung aman. Sayangnya, tim basket inha harus kalah karena tidak adanya Taehyung sebagai kapten.
Tapi yang penting semua sudah berusaha. Hari ini hari terakhir Expo. Jungkook akhirnya berangkat kekampus juga karena hari ini closing untuk kegiatan expo tahunan.
Sampai di kampus, Jungkook dikerubungi teman temanya yang menanyakan bagaimana keadaan Taehyung. Yang pada akhirnya membuat Sungjae harus berusaha keras menenangkan Jungkook yang menangis.
"Kook, sudah jangan menangis. Taehyung hyung akan sadar. Percayalah" Jungkook malah menangis semakin keras
"Hikss bagaimana jika hyungie tidak bangun Jae-ya hikss aku tidak mau kehilangan hikss taetae" Sungjae menghela nafas, ia menatap Jackson untuk memikirkan cara agar Jungkook bisa tenang.
"Taehyung hyung tidak akan bangun jika kau seperti ini kook. Tenangkan dirimu, jangan buat Taehyung hyung sedih" saat Jungkook sudah bisa lebih tenang, Wonwoo datang kekelas Jungkook karena di telfon seseorang.
"Jungkook, jangan seperti ini. Kasihan Taehyung pasti sedih jika kamu seperti ini" Wonwoo masih memeluk Jungkook dengan erat. Setelah Jungkook dirasa cukup tenang, akhirnya Jungkook dibawa ke ballroom.
Acara penutupan expo, pengumuman pemenang dan terakhir permintaan maaf resmi juga permintaan pembebasan dari pihak Hyunseung. Hal ini mengundang kemarahan Jungkook
"Dengan mudahnya anda meminta maaf dan meminta agar tersangka dibebaskan sedangkan ketua senat kami sedang berjuang antara hidup dan mati!!" Teriak Jungkook marah.
"Taehyung koma! Dia masih belum sadarkan diri pasca operasi hikss bagaimana bisa anda dengan mudah mengatakan hal itu hikss sedangkan aku tidak tau apakah dia akan sadar atau tidak hiksss" Wonwoo segera berlari memeluk Jungkook.
"Kook, sudah kook. Hyung mohon jangan seperti ini" Jungkook mendorong Wonwoo agar menjauh
"Bagaimana bisa hyung membiarkan mereka meminta hal itu dengan mudah hyung? Sedangkan Taehyung, Taehyung masih belum sadar hikss calon suamiku masih koma hyung!!" Teriak Jungkook
Jungkook menunjuk muka Wonwoo. "Bagaimana bisa kau munyuruhku untuk diam disaat mereka mengatakan hal itu hah!!" Jungkook menatap tajam kearah orang yang bicara tadi.
"Si brengsek itu harus tetap mendekam di penjara" suasana semakin dioerkeruh sengan informasi dari pihak rumah sakit melalui pelayan keluarga Kim.
"Tuan muda Kim Mingyu!!" Teriak pelayan yoo
"Ada apa samchon?" Mingyu segera menemui pelayan yoo
"Tuan muda Kim Taehyung.." Mingyu langsung mencengkeram lengan pelyan yoo
"Ada apa?"
"Andwae!!!! hyung!!!" Mingyu langsung menoleh saat Chanbin berteriak histeris. Hoseok langsung berlari memeluk Chanbin.
"Ada apa chanie?"
"Hikss tae hikss taetae hyung hikss di dia"
"Ada apa dengan Taehyung hyung Chan!!" Teriak Jungkook tidak sabaran
"Taetae hyung kondisinya mem memburuk hikss kemungkinan hidup hikss sedikit hikss" Jungkook langsung merosot, tatapanya kosong dia juga terus menggelengkan kepala.
"Anio.. anio hikss hyung.. anio" Mingyu menatap pelayan yoo yang menunduk sambil menitikan air mata.
"Tuan muda Kim seakan ingin menyerah tuan, beliau enggan bertahan. Sekarang tuan muda kim kritis"
"ANIO ARGHH ANIO!! HYUNG!!! HYUNG!!!" Jungkook menangis meraung raung dalam pelukan Wonwoo. Wonwoo juga menangis bersama Jungkook. Begitu juga Chanbin, Jin, Namjoon, Hoseok, Jimin dan Bogum.
Mereka semua lemas mendengar kabar ini. Bahkan Jin dan Yoongi sudah tidak kuasa lagi berdiri.
"Joonie hikss tae.. joonie hikss ini bohong kan joon hikss tae baik baik saja kan hikss joonie" Namjoon tidak bisa mengatakan apapun. Karena sungguh ia juga sangat terpukul dan lemas mendengarnya.
"HYUNSEUNG!!!" Mingyu berteriak marah.
"BRENGSEK!! KEMBALIKAN ADIKKU BRENGSEK!!" Bogum segera memeluk Mingyu, mencoba menenangkan Mingyu.
"Gyu tenang gyu. Aku tau kau sedih dan marah. Tapi sekarang yang terpenting adalah Taehyung. Kita semua harus kesana menyemangati Taehyung"
"Hyungie.. taetae hyungie.. hikss ke kenapa hyungie disini?" Itu Jungkook. Semua menatap Jungkook
"Hhyung hikss tidak hyung hikss dorawa jebal hikss dorawa hyung hikss" Jungkook dapat melihat ruh Taehyung. Tidak bukan hanya Jungkook tapi semua sahabat dan saudara juga melihatnya.
"Andwae tae jebal" Namun Taehyung hanya tersenyum sendu.
"Saranghae Kookie.. Neomu appo.. Mianhae.."
___________
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crystal Snow [END]
FanfictionDisaat benci berubah menjadi cinta saat turunya kristal salju pertama di bulan desember, mereka mulai menyadarinya. Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang berubah menjadi saling mencintai dan saling membutuhkan. Namun apakah mereka akan saling mengungk...
![My Crystal Snow [END]](https://img.wattpad.com/cover/138042550-64-k210159.jpg)