Taehyung terbangun pada pukul tujuh pagi, sedangkan Jungkook masih tidur dalam pelukan hangat Taehyung. Taehyung tersenyum melihat Jungkook yang terlihat sangat nyaman dalam dekapanya.
Taehyung membelai surai Jungkook dengan lembut. Mengusap pipi tembam Jungkook dan terakhir bibir Jungkook ia kecup dengan sangat lembut.
Pipi Jungkook memerah disertai dengan senyuman dan semakin menduselkan wajahnya pada dada Taehyung. Membuat Taehyung tertawa
"Morning baby"
"Hyungie membuatku malu" cicit Jungkook
"Kkkk~ kenapa? Kamu cantik kok tenang saja hm" Jungkook memukul dada Taehyung main main
"Hyungie gombal" Taehyung memeluk erat Jungkook sambil menciumi puncak kepala Jungkook. Mereka berdua tidak sadar jika mereka telah diamati oleh para ibu.
"Ah senangnya melihat mereka mesra begitu" kata Baekhyun senang
"Iya Baek, rencana kita berhasil. Cita cita kita waktu SMA akan segera terwujud" Baekhyun mengangguk semangat.
Setelah menetralkan diri, kedua eomma masuk kedalam kamar Taehyung dan mengejutkan Jungkook.
"Oh pantas betah di rumah sakit sampai tidak pulang" Taehyung menegakan duduknya dibantu Jungkook. Menatap tanpa ekspresi kearah ibunya
"Maaf nyonya jeon, Jungkook kecapekan dan saya tidak tega membangunkanya" Luhan mengangguk
"Iya tidak apa apa tae, asal bersama calon suaminya sih tidak apa apa. Ah panggil aku eomma"
"Eomma apaan sih" Luhan terkekeh
"Tae maaf eomma baru datang, kemarin eomma-"
"Ada meeting dengan klien dan itu lebih penting dari pada putra anda sendiri. Hal biasa dan aku sudah terlalu kebal untuk alasan yang telah menjadi klasik. Mana mungkin anda kemari sekalipun aku sekarat" kata Taehyung dengan nada datar.
Baik Jungkook dan Luhan terdiam. Sementara Baekhyun menggelengkan kepala dan mendekati Taehyung.
"Tidak bukan begitu Tae" Taehyung mendengus. Ia segera mencabut paksa infusnya dan dengan seluruh kekuatanya ia berusaha berlari pergi dari kamar mengundang teriakan panik dari Baekhyun, Luhan dan Jungkook.
Meskipun tubuhnya sangat lemas dan kepalanya sangat pusing Taehyung tetap nekat pergi. Ia sedang tidak ingin bertmu appa maupun eommanya.
"Hh pu- ah pusing" Taehyung berasa tidak kuat lagi berlari hingga akhirnya ia tertangkap oleh Jungkook.
"Le hah pas" Jungkook menggeleng dan memeluk Taehyung erat
"Lepas!!" Teriak Taehyung
"Kau masih sakit bodoh!!" Taehyung menghempaskan tangan Jungkook dan kembali berlari.
"Dasar bodoh!! Hyaa Kim Taehyung" Taehyung langsung menyetop taxi. Jungkook langsung mengikuti Taehyung juga.
"Mau kemana dia sih" Taehyung berhenti disebuah rumah minimalis. Rumah yang jauh dari kata mewah. Jungkook langsung meraih Taehyung lagi
"Aku ingin disini, jebal" Jungkook menghela nafas
"Kajja" Taehyung berbaring dikasur sederhana dirumah itu.
"Ini rumah siapa?"
"Rumahku, rumah yang aku inginkan. Kecil tapi penuh kebahagiaan. Rumah impianku Baby" Jungkook duduk disisi ranjang Taehyung dan membelai kepala Taehyung.
"Tapi rumah ini sangat jauh dari kehidupan kamu saat ini hyung?" Taehyung tersenyum sendu
"Untuk apa hidup berselimut harta tapi tak pernah bahagia baby?"
"Hm, kamu benar hyung. Untuk apa berkelimang harta jika kita menderita" Taehyung menghela nafas lelah.
"Kamu sudah lihat dan dengar sendiri kan baby apa kata eomma? Mungkin jika aku mati semua akan lebih baik" seketika Jungkook mencubit Taehyung
"Apa sih hyung, jangan bicara yang aneh aneh. Sebaiknya hyung istirahat. Aku akan panggilkan dokter pribadiku kemari untuk memeriksa hyung" Taehyung mencekal tangan Jungkook
"Jangan tinggalkan aku baby.."
"Tidak akan hyung, aku akan tetap menjaga hyung disini"
Dikampus, senat bersama BEM telah sibuk mempersiapkan mapala untuk minggu depan. Saat semua sudah beres, anggota senat inti berkumpul di kantin.
Ada Namjoon, Jin, Yoongi, Jimin, Hoseok, Sungjae, Mingyu dan Wonwoo.
"Gyu, kau menginap di kamar Taehyung?" Tanya Jin, Mingyu menggeleng
"Aku pulang karena banyak yang harus aku kerjakan hyung" Semua menatap horor Mingyu
"Apa kau gila ming?! Bagaimana jika Taehyung melakukan hal nekat hah?!" Teriak Jin
"Tenanglah hyung, tadi malam Jungkook yang menjaga Taehyung"
"Mwo?!" Semuanya menatap Wonwoo dengan mata membulat shock, kecuali Mingyu
"Jungkook dijodohkan dengan Taehyung" tambah Mingyu dengan berbisik.
"Serius?"
"Dua rius Jin hyung" semua kembali keposisi semula
"Baguslah, setidaknya mereka memang harusnya tidak bermusuhan hanya karena masalah sepele" Mingyu membuka ponselnya ada pesan masuk dari imonya.
Seketika itu Mingyu membulat dan berdiri secara tiba tiba.
"Hei ada apa gyu?"
"Taehyung kabur dari rumah sakit" Mingyu segera bergegas pergi, diikuti yang lainya.
"Astaga Taetae"
"Dia kan masih harus durawat"
"Aku tau dimana dia hyung" jawab Mingyu. Semua langsung mengikuti kemana mobil Mingyu pergi. Setelah sampai di lokasi mereka semua mengerutkan kening
"Gyu, rumah siapa ini?" Tanya Wonwoo penasaran
"Rumah Taehyung" Mingyu langsung masuk kedalam rumah diikuti yang lainya, dan tujuanya langsung ke kamar.
Saat membuka pintu kamar, yang pertama ia lihat adalah Jungkook yang tengah terbaring sambil memeluk Taehyung. Semua orang kecuali Mingyu dan Wonwoo terkejut tentu saja melihat hal itu.
Sama halnya dengan Jungkook yang terkejut saat tertangkap basah sedang bermesraan dengan Taehyung seperti ini. Tapi Jungkook berusaha tetap kalem agar Taehyung tetap tertidur. Jungkook mengisyaratkan agar semuanya diam.
Dengan perlahan Jungkook meletakan tangan Taehyung, dan beranjak dari bednya.
"Bagaimana Taehyung bisa disini kook?"
"Dia marah pada eomma gyu, dia lari dari kamar rawatnya saat bertemu eommanya"
"Ck, sudah kuduga"
_________
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crystal Snow [END]
FanfictionDisaat benci berubah menjadi cinta saat turunya kristal salju pertama di bulan desember, mereka mulai menyadarinya. Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang berubah menjadi saling mencintai dan saling membutuhkan. Namun apakah mereka akan saling mengungk...
![My Crystal Snow [END]](https://img.wattpad.com/cover/138042550-64-k210159.jpg)