Disinilah Jungkook sekarang, didepan kamar rawat Taehyung. Jungkook menghela nafas berat. Ia ragu antara masuk dan memilih pulang.
Bagaimana jika Taehyung bersikap menyebalkan dan membuat dirinya marah hingga akhirnya Taehyung membujuk appanya untuk tak menolong keluarganya.
Bagaimana jika Taehyung dendam padanya dan melakukan hal hal aneh padanya. Namun setelah berpikir lama, akhirnya Jungkook masuk dengan perlahan.
Yang ia lihat pertama kali adalah wajah pucat seorang Kim Taehyung. Lemas tak berdaya diatas ranjang. Jungkook dengan perlahan mendekati Taehyung dan duduk disampingnya.
"Untuk apa datang kemari" tanya Taehyung yang masih memejamkan matanya. Jungkook hanya diam
"Ah kau pasti akan bertanya tentang perjodohan" tebak Taehyung yang membuat Jungkook sedikit tersentak.
"Tertawalah sepuasmu karena bisa menyiksaku! Aku tak peduli" Jungkook merutuki dirinya dalam hati yang malah memancing permusuhan memanas kembali. Namun ternyata tanggapan Taehyung tak seperti yang ia kira.
"Aku tak sejahat itu Jeon. Aku kasihan pada Sehun Samchon. Kalau aku bisa aku sudah membantunya cuma cuma" Jungkook tertegun
"Jangan samakan aku dengan namja lain yang penuh dendam dihatinya. Aku bukan namja seperti itu, biar bagaimanapun aku tidak akan pernah mencampurkan permusuhan kita dengan keluargamu" Jungkook hanya diam
"Sudahlah, aku ingin tidur" kata Taehyung sambil memejamkan kembali matanya.
"Hei, jadi kau menerima perjodohan konyol itu?!"
"Hm, kau tidak lupa kondisi keluargamu kan? Ini bukan perjodohan konyol kook, ini perjodohan bisnis. aku tidak ingin Sehun samchon hancur. Sudahlah, berbaktilah pada appa dan eommamu. Jalani saja semuanya, demi mereka. Aku juga akan berusaha, lagipula aku sudah tak peduli lagi dengan alur hidupku, apa gunanya merancang masa depan yang suram "
"Tae tapikan-"
"Aku akan membuatmu mencintaiku begitu juga sebaliknya. Aku akan jalani ini semua, bukan atas alasan dendam. Aku tidak memiliki dendam padamu" kata Taehyung dengan cepat.
"Kau-"
"Diamlah baby, aku sangat pusing" Jungkook bungkam saat mendengar kata kata lembut dari Taehyung. Ini kedua kalinya, sebelumnya saat sebelum masa ospek dan yang kedua kali ini.
"Kurasa ada yang tidak beres dengan Taehyung"
"Apa dia mulai gila?" Jungkook mengacak rambutnya, ia sungguh bingung dengan sikap Taehyung saat ini.
Jungkook menatap Taehyung yang tertidur lelap. Nampak sangat tampan dan mempesona, tak heran jika banyak yang menyukainya.
"Ck, terserahlah"
.
.
.
Jungkook ketiduran di sofa, Taehyung merasa kasihan dan akhirnya mengangkat Jungkook dan membaringkanya di ranjang miliknya.
"Kenapa aku ada diranjang?"
"Aku tidak ingin badanmu sakit, karena tidur di sofa" jawab Taehyung
"Dasar bodoh, kau itu sedang sakit. Bagaimana bisa malah aku yang kau baringkan diranjangmu" gerutu Jungkook, Jungkook memapah Taehyung ke bednya kembali
"Kook"
"Apa"
"Ternyata kau cantik, kenapa aku baru menyadarinya" kata Taehyung sambil menatap Jungkook
"Ck aku laki laki bodoh"
"Bisakah kau tidak menyebutku bodoh, dasar bodoh" Jungkook memukul lengan Taehyung
"Sialan kau Tae" Taehyung mendesis
"Sakit Kook" Jungkook mendengus
"Mapala berati kau tidak ikut kan?" tanya Jungkook sambil membenarkan posisi Taehyung.
"Aku ikut, harus" Taehyung menunduk
"Dasar bodoh, sudah bodoh gila pula" Taehyung memejamkan mata
"Memang kenapa? Lagipula jika aku sakit atau mati sekalipun tidak ada yang peduli padaku. Dari pada aku kesepian juga disini" lirih Taehyung yang membuat Jungkook menoleh dengan cepat kearah Taehyung
"Apa yang kau bicarakan huh? Jangan aneh aneh bodoh! Ya kau beritau appa eommamu agar menemanimu disini. Ish kau memang benar benar gila, sudah tau sakit sok sokan pula" gerutu Jungkook
"Haha mana mungkin mereka kesini. Mustahil. Telfonlah seseorang untuk menjemputmu, aku tau kau lelah, lebih baik kau pulang kook. Aku baik baik saja sendiri" kata Taehyung kemudian
"Kenapa kau menyebalkan? Keras kepala menyebalkan gila sekaligus bodoh"
"Karena itulah sebenarnya yang membuat kita akrab, hei aku ini waras dan tidak bodoh"
"Akrab? Mungkin yang kau maksut itu bermusuhan, cih tidak bodoh apanya" Taehyung menghela nafas lelah
"Kook, kita sudahi saja permusuhan konyol kita" Jungkook menyeringai
"Tidak bisa-"
"Aku minta maaf, atas apa yang aku lakukan saat itu. Aku benar benar tidak ada pilihan kook, kau tau kenapa aku mengikuti alur kemarahanmu? Hanya dengan berdebat denganmu aku mrasa lebih hidup. Oke aku memang salah, untuk itulah maafkan aku" Taehyung menarik Jungkook hingga Jungkook jatuh ke dada Taehyung.
"Maafkan aku, dan sudahi permusuhan kita Kook" kata Taehyung dengan lmbut. Jungkook menatap mata Taehyung, tidak ada kebohongan didalam mata Taehyung.
"Kau menyebalkan Tae, kau tau betapa malunya aku?" Taehyung membiarkan Jungkook bicara.
"Kau membuat aku malu, kejadian itu membuatku dibully teman temanku bodoh"
"Untuk itulah aku meminta maaf kook, lagipula sebentar lagi kita akan dinikahkan kan? Apa mungkin kita terus seperti ini hm?" mendengar kata nikah membuat Jungkook merona
"Ih apaan sih tae! Hah, baiklah. Karena kau sudah minta maaf, aku akan memaafkanmu. Aku juga lelah berdebat denganmu" jawab Jungkook
"Ah iya apa maksutmu dengan berdebat denganku kau merasa lebih hidup" Taehyung memeluk Jungkook erat, menenggelamkan wajahnya pada leher Jungkook, sedangkan Jungkook membiarkan Taehyung memeluknya.
"Aku kesepian kook, aku tersiksa. Selama ini aku tersiksa"
___________
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crystal Snow [END]
FanfictionDisaat benci berubah menjadi cinta saat turunya kristal salju pertama di bulan desember, mereka mulai menyadarinya. Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang berubah menjadi saling mencintai dan saling membutuhkan. Namun apakah mereka akan saling mengungk...
![My Crystal Snow [END]](https://img.wattpad.com/cover/138042550-64-k210159.jpg)