눈 28

8.9K 1K 36
                                        

Baekhyun berada dalam kamar Taehyung. Keheningan masih menyelimuti diantara keduanya. Daehyun juga masih ada diluar, enggan menemui putranya. Bukan karena apa, tapi ia hanya terlalu malu untuk berbicara dengan putranya.

Taehyung menatap lurus kedepan. Tatapanya masih kosong, dan mulutnya masih tertutup rapat. Baekhyun yang sudah tidak tahan lagi akhirnya angkat bicara.

"Taehyung sayang.." panggil Baekhyun dengan amat sangat lembut.

Baekhyun membelai kepala Taehyung penuh kasih. Terselip rasa sakit dihatinya tatkala ia memikirkan bagaimana bisa belasan tahun ia tidak ada untuk putra semata wayangnya ini. Eomma macam apa ia sebenarnya? Masih pantaskan ia dipanggil eomma?

Taehyung tidak tahan, air mata kembali menetes, dengan suara bergetar Taehyung angkat bicara "Belasan tahun nyonya kim, belasan tahun aku sendirian" kata kata Taehyung memang tidak ada intonasi, tapi Baekhyun tau putranya itu tengah marah sekaligus kecewa.

Baekhyun menangis dalam diam, masih membelai wajah Taehyung. "Kenapa anda abaikan aku. Apa salahku".

Taehyung menyentak tangan Baekhyun membuat sang eomma terkejut. Taehyung bangkit dari tidurnya dan menatap eommanya dengan tatapan terluka. "KENAPA ANDA MENGABAIKAN AKU!!" teriak Taehyung pada akhirnya

Semua yang ada diluar panik, Taehyung sangat marah terdengar dari suaranya yang membahana. Mereka ingin masuk namun ditahan oleh Jungkook.

"Biar Taehyung meluapkanya, biar" kata Jungkook.

Kembali ke Taehyung yang kini memukuli dadanya. "Selama ini aku berjuang sendiri Nyonya kim. Selama ini aku berusaha bertahan seorang diri. Jika bukan karena sahabat dan hyungku aku sudah menyusul Harabeoji dan Halmeoni"

Baekhyun mencoba meraih Taehyung, namun ia terus menghindar. "Nak eomma mohon jangan seperti ini. Jangan lukai dirimu sendiri sayang"

"Apa peduli anda nyonya Kim?" Sinis Taehyung. Ia masih terus memukuli dadanya

"Maafkan eomma sayang hikss eomma berdosa tolong maafkan eomma sayang" Taehyung membuka pintu kamarnya dan keluar. Baekhyun dengan cepat memeluk Taehyung dari belakang dengan isak tangisnya.

"Lepaskan saya nyonya kim" kata Taehyung dengan nada datar, tatapan kosong dan aliran airmata. Daehyun teriris melihat kondisi putranya.

"Taehyung" Taehyung menatap sang appa sama, masih kosong

"Maafkan appa nak"

"Anda juga Tuan Kim, belasan tahun kemana saja anda? Disaat aku mau mati anda dan istri anda baru menyadarinya? Lucu sekali tuan kim. Haha lucu sekali" tawa Taehyung sumbang dan menyayat hati.

"Anda pikir kata maaf cukup untuk mengembalikan masa muda saya yang suram menjadi bahagia? Anda pikir dengan segala kekayaan anda bisa membuat masa muda saya bahagia? Tidak tuan Kim yang terhormat. Anda membuat saya kehilangan masa muda saya. Halmeoni dan Harabeoji tiada, saya pikir anda dan nyonya kim akan kembali. Namun saya salah. Atau anda memang tidak menginginkan saya tuan kim?" Daehyun tidak bisa mengatakan apapun.

Luka yang ia torehkan terlalu dalam. Taehyung sangat terluka, masa muda Taehyung hancur karena dirinya dan Baekhyun. Daehyun tidak tau harus berkata apa. Yang ia lakukan adalah memeluk Taehyung dengan erat dan menangis didekapan sang anak.
Semua yang ada disana menangis dalam diam.

"Pukul appa jika itu membuatmu lebih baik nak, caci appa jika itu membuatmu lega. Appa rela nak, tapi appa mohon maafkan appa nak" Taehyung melepas pelukan secara paksa. Ia menatap Daehyun dengan tatapan terluka.

"Maaf? Semudah itu? Pukul? Caci? Anda pikir aku bajingan? Hari kelulusan, hari ulang taun, hari duka, hari dimana aku sakit, hari dimana aku sedih, hari dimana aku putus asa tuan Kim. Apa anda pernah ada disana bersamaku?"

My Crystal Snow [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang