Jungkook dan Taehyung sampai disebuah desa. Sebelum itu, Taehyung mampir ke hotel untuk mengambil barang barang Jungkook.
Setelah itu Taehyung langsung menuju kesebuah desa. Dia memang masih lemas, dan dadanya terasa nyeri tapi ia tidak bisa terus ada di kamar rawatnya bersama dengan kedua orangtuanya.
Taehyung masih fokus kejalanan dan terdiam. Jungkook juga enggan mengajak Taehyung bicara. Ia ingin Taehyung yang memulai percakapan diantara mereka.
Setelah sampai disebuah desa. Ia langsung menuju ke sebuah rumah sewaan. Salah satunya adalah milik Taehyung. Rumah minimalis dengan satu kamar, dapur, dan kamar mandi.
Taehyung turun dari mobil diikuti dengan Jungkook. Taehyung mengambil tas Jungkook dan segera membuka pintu rumah. Masih diam, ia masuk kedalam rumah tanpa mengatakan apapun pada Jungkook.
Taehyung langsung masuk kedalam kamar dan berbaring. Nafasnya sedikit tersenggal. Jungkook mengikuti Taehyung masuk kedalam kamar. Jungkook menghela nafas berat.
"Hyung.. Tenanglah, jika hyung tidak tenang, hyung akan terus terusan seperti ini" Jungkook melepaskan sepatu Taehyung dan membuka kemeja rumah sakit milik Taehyung.
"Jangan pergi kemanapun baby" bisik Taehyung
"Hm, bagaimana aku bisa pergi sih hyung.. Hyung membutuhkan aku kan" Taehyung mengangguk.
"Sangat Jungkook, sangat" Jungkook duduk disamping Taehyung. Membelai wajah Taehyung dengan lembut.
"Tenang hyung, jangan pikirkan apapun dulu. Aku tidak mau kamu semakin sakit hyung" Taehyung mengangguk. Ini sudah memasuki pertengahan bulan Desember, sebentar lagi salju pasti akan turun.
Biasanya Taehyung akan membenci bulan ini. Karena kedua orangtuanya yang tidak memperdulikan dirinya. Tapi ia rasa sekarang berbeda. Sekarang ada Jungkook, orang yang benar benar telah merebut hatinya.
Taehyung bangkit dari tidurnya. Ia menatap Jungkook dengan intens. Senyum mengembang diwajah tampanya. Membuat Jungkook yang melihatnya juga tersenyum. Taehyung membelai wajah cantik Jungkook.
"Kamu sangat cantik baby"
"Kamu sangat tampan hyungie.."
"Hm.. Aku tau" Jungkook mempoutkan mulutnya
"Ih hyung mah!" Taehyung tertawa ringan.
"Mau melihat kristal salju pertama bersamaku?" Jungkook mengangguk antusias
"Boleh hyung, kajja. Tapi apa hyung baik baik saja?"
"Pakai mantelmu sayang, diluar akan sangat dingin. Ya aku baik baik saja, asal bersamamu." Jungkook merona mendengar perkataan Taehyung. Saat semua sudah siap, Taehyung menggandeng Jungkook ke sebuah padang bunga yang sudah mulai kuncup.
Udara diluar sudah sangat dingin, pertanda salju akan segera turun. Taehyung memeluk Jungkook dari belakang. Menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Jungkook.
"Jungkook-ah.. Terimakasih banyak"
"Untuk apa hyung?"
"Untuk segalanya, untuk perdebatan kita, untuk selalu ada disaat aku butuhkan. Untuk dirimu yang menerima permintaan maafku dan untuk apa yang telah kita lalui selama ini" Jungkook terdiam saat mendengar perkataan tulus dari Taehyung.
"Jungkook, selama ini aku mencintai Minjae. Dia cinta pertamaku dan ia telah menyiksaku selama ini. Selama ini aku tersiksa karena terus mencintainya. Tapi, saat dirimu sudah membuka jalan bagi kita, semua segera berubah" Taehyung mengeratkan pelukan
"Kau melepas belenggunya dan kau membuatku sadar bahwa aku sebenarnya telah melupakan cintaku pada Minjae. Semua perdebatan kita selama ini yang membuat aku bertahan hidup. Kau yang membuat aku terus bertahan"
"Kau sangat berarti bagiku.."
Jungkook tersenyum "Hyung.."
"Terimakasih banyak baby.. Sudah mewarnai hidupku selama ini.."
Taehyung beralih kedepan Jungkook. Menggenggam dengan erat tangan Jungkook. Taehyung membelai tangan Jungkook kemudian menciumnya. Jungkook merona dibuatnya.
"Jungkookie.. Saranghae" tepat saat salju pertama turun Taehyung mengakui perasaanya.
"Kau berhasil merebut hatiku baby, jeongmal saranghae. Your my crystal snow. Seharusnya aku membenci hari ini, tapi kamu membuat semua berubah. Kamu tujuanku hidupku sekarang baby. Jadi maukah kau melewati semuanya bersamaku?" Jungkook menitikan air mata.
Kristal salju yang indah ditambah kata kata Taehyung yang menyentuh hatinya.
"Hyung.. Kamu serius dengan itu?"
"Hm, aku tak pernah main main dengan ucapanku baby.."
"Nado saranghae hyung, terimakasih juga telah melindungi diriku selama ini" Jungkook memeluk Taehyung dengan erat.
"Ahh seperti ini rasanya bahagia" guman Taehyung.
"Terimakasih baby"
"Hyung"
"Hm??" Taehyung menatap Jungkook, sedangkan Jungkook mendekatkan wajahnya dan begitu juga Taehyung. Hingga mereka saling berciuman di bawah guyuran salju.
"Taehyung kita sudah besar hyung.. Hikss taetae kita sudah menemukan hatinya hikss" itu Baekhyun. Baru saja mereka sampai di lokasi Taehyung. Mendengar ungkapan romantis Taehyung.
"Akhirnya Taehyung menemukan cinta baru" guman Mingyu
"Hm, aku harap adikku bahagia" tambah Bogum
"Lihatlah senyum putramu itu Dae, Baek. Tidakah kalian merasa bersalah?"
"Diam Chan, aku tau aku salah" jawab Daehyun. Chanyeol hanya bisa tersenyum.
"Baby.."
"Apa hyung"
"Jangan dekat dekat siapapun selain aku baby" Jungkook terkekeh
"Iya hyung, aku tau kamu cemburu" goda Jungkook
"Bukankah kamu juga?"
"Awas saja kalau hyung dekat dekat sama yang lain"
"Iya bunnyku sayang"
"Janji loh lion hyung"
"Iya baby" Taehyung menghela nafas
"Jika kalian kemari hanya ingin bertengkar lebih baik kalian pergi!" kata Taehyung
Semua langsung keluar dari persembunyian.
"Taehyung.." panggil Bekhyun
Taehyung tidak menyahut dan tetap diam memeluk Jungkook. Berusaha melindungi Jungkook dari salju
"Taehyung maafkan eomma"
___________
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crystal Snow [END]
FanfictionDisaat benci berubah menjadi cinta saat turunya kristal salju pertama di bulan desember, mereka mulai menyadarinya. Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang berubah menjadi saling mencintai dan saling membutuhkan. Namun apakah mereka akan saling mengungk...
![My Crystal Snow [END]](https://img.wattpad.com/cover/138042550-64-k210159.jpg)