눈 41

9.2K 952 28
                                        

Seseorang berlari seperti orang kesetanan menuju Mansion Kim. Dia orang yang pernah Taehyung mintai bantuan. Namanya adalah Jeno. Jeno tau isi surat yang Taehyung buat.

Karena Jenolah yang menulisnya. Kenapa Jeno buru buru pergi ke Mansion Kim? Alasanya adalah karena bagian akhir surat Kim Taehyung yang ditujukan untuk pacarnya adalah ajakan kematian.

Jeno tidak ingin Jungkook juga meregang nyawa. Jeno tidak ingin Jungkook membaca surat Taehyung dan memilih menyusul Taehyung pergi.

Dia percaya jika Taehyung itu orang baik. Tapi dia terlalu mencintai kekasihnya. Sehingga membuatnya buta dan malah menuliskan surat yang berisikan ajakan untuk menyusul dirinya.

Jeno sebenarnya ingin marah, namun saat melihat tatapan kosong milik arwah Taehyung membuat Jeno harus diam. Ia tau jika Kim Taehyung sangat sulit untuk meninggalkan dunia ini karena Jungkook.

Taehyung terlalu mencintai Jungkook. Taehyung hanya takut Jungkook menderita setelah dirinya tiada. Tapi bukan ini yang harusnya Taehyung tuliskan di surat terakhirnya. Dengan bodohnya juga Jeno menuruti perintah Taehyung untuk menulis bagin akhirnya.

"Argh sial! Semoga Jungkook hyung belum menemukan suratnya!! Shit!! Taehyung hyung! Aku tau kau mencintai Jungkook hyung. Tapi dia harus tetap hidup meskipun tanpa dirimu! Walau dia akan menderita tanpamu tapi itu taakan bertahan lama hyung! Jangan buat dia mengahiri hidupnya!"

Jeno akhirnya sampai di Mansion Kim. Dia dengan tidak sabaran membunyikan bell Mansion. Setelah dipersilahkan masuk, dia langsung menanyakan Jungkook karena semua telah berkumpul disana.

"Dimana Jungkook hyung?!" Semua menatap Jeno bingung

"Kau siapa?" Tanya Daehyun

"Nanti saja ahjussi. Aku harus tau dimana Jungkook hyung!" Daehyun mengerutkan keningnya.

"Dia dikamar Taehyung" Jeno membulatkan matanya. Dia segera berlari kekamar Taehyung diikuti yang lainya. Dengan kasar membuka pintu dan dia menahan nafasnya saat masuk kedalam.

"Jungkook hyung!! Kau dimana hyung?" Tidak ada jawaban dari Jungkook membuat Jeno kawatir setengah mati.

"Siapa kau?" Jeno terkejut dan hampir terjungkal saat tiba tiba Jungkook keluar dari kamar mandi.

"Jungkook hyung? Hyung baik baik saja?" Jungkook menaikan sebelah alisnya.

"Ya, siapa kau?" Jeno menghembuskan nafas lega.

"Apa hyung sudah membaca surat Taehyung hyung?" Seketika Jungkook tau jika namja dihadapanya adalah sipenulis surat.

"Surat apa? Aku tidak menemukan surat. Jangan mengada ada. Kau menggangguku. Pergi" kata Jungkook dengan nada dingin.

"Tapi hyung-" Jungkook mendorong Jeno hingga keluar

"Pergi!" Jungkook membanting pintu dengan keras dan menguncinya.

Jeno menghela nafas dan berjalan turun kelantai bawah. Dia lega karena Jungkook belum membaca surat Taehyung. Tapi ia juga kawatir karena cepat atau lambat Jungkook pasti membacanya.

"Jadi, siapa kau anak muda?" Jeno menatap Daehyun

"Saya teman Taehyung hyung, nama saya Jeno. Saya hanya ingin memastikan Jungkook hyung baik baik saja. Karena Taehyung hyung meninggalkan surat untuk Jungkook hyung dan pada akhiran surat terdapat sesuatu yang menghawatirkan untuk nyawa Jungkook hyung" Sehun langsung menghampiri Jeno

"Apa maksutmu?"

"Saya tidak bisa mengatakannya ahjussi, tapi sebaiknya kalian leriksa surat itu dan jangan biarkan Jungkook hyung membaca seluruhnya. Saya permisi" Jeno pergi dari kediaman keluarga Kim.

"Bocah aneh" gumam Sehun

"Hyung apa sebaiknya kita cari apa yang dimaksut anak tadi?" Sehun tersenyum dan membelai kepala Luhan

"Jangan ganggu Jungkook. Tidak dengar bantingan pintu tadi? Dia ingin sendiri"

"Hm baiklah"
.
.
.
Jungkook masih saja menangis sambil memeluk baju Taehyung juga surat peninggalan Taehyung. Ia juga sempat menemukan sebuah kotak yang ternyata berisi pemberian secara tidak sengaja olehnya.

Jungkook menangis saat tau jika Taehyung menyimpan semua pemberianya. Seperti bekas plester luka, gelang yang pernah Taehyung ambil, pensil, bolpen, penjepit kertas. Pokoknya semua yang pernah Taehyung rampas darinya ternyata dikumpulkan oleh Taehyung.

Jungkook tidak menyangka jika Taehyung akan menyimpan semuanya. Ponsel Taehyung juga masih ada dimeja. Jungkook membukanya dan ia kembali menangis karena disatu folder terdapat foto dirinya yang lumayan banyak.

Foto itu ia tidak tau kapan Taehyung mengambilnya karena foto itu diambil secara diam diam. Saat ia menyusuri kamar Taehyung yang luas. Ia tak sengaja melihat sebuah benda yang ditutupi kain. Saat dibuka itu ternyata sebuah lukisan dirinya.

Taehyung melukis dirinya. Jungkook kembali menangis saat membaca tulisan yang ada dilukisan itu.

"Jeon Jungkook, aku tidak tau apa kau akan mengetahui ini atau tidak, tapi aku sangat mencintaimu sejak pertama kali melihatmu- Januari 2015" itu tiga tahun yang lalu. Yang artinya saat ospek dilakukan.

Jungkook memeluk lukisan itu dan menangis tersedu sedu. Dia menyesal kenapa ia baru tau setelah tiga tahun lamanya.

"Bagaimana bisa aku begitu bodoh karena tidak mengetahuinya hyung?"

"Bagaimana bisa aku tidak menyadarinya! Hikss bagaimana bisa aku tidak tau jika kau mencintaiku?!" Jungkook semakin terisak

"Sekarang.. Bagaimana bisa aku hidup tanpa dirimu? Saat kau telah membawa separuh jiwa dan selurih hatiku pergi bersamamu hyung? Hiksss aku merindukanmu hikss aku sangat mencintaimu hyung hikss aku tidak bisa hidup tanpamu hikss"

"Kau jahat hyung.. kau jahat hikss"

"Jahat hikss hikss hikss"

"Jungkookie.. Uljima sayang.. jebal, uljima"

"Hyungie?"

__________

TBC

My Crystal Snow [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang