Taehyung memasuki arena basket, hari ini timnya melawan tim Hyunseung. Sebisa mungkin Taehyung menetralkan emosi yang membara didalam hatinya.
Bogum, Chanbin, Jin, Yoongi dan Sungjae menemani Jungkook dibangku penonton. Bersama beberapa anggota senat dan yang lainya. Jungkook nampak sangat kawatir dengan Taehyung.
Perasaanya sungguh tak nyaman, ia merasa akan terjadi sesuatu dengan Taehyung. Tapi dalam hati ia berdoa semoga Taehyung baik baik saja.
Taehyung menatap tajam Hyunseung dihadapanya. Ia sungguh sangat marah sekarang. Namun ia berusaha sebisa mungkin menekan amarahnya agar ia bisa fokus memenangkan pertandingan.
Semua berjalan normal di menit ke duapuluh. Namun Hyunseung kembali memancing emosi Taehyung di menit ke 25.
"Aku tidak menyangka bisa berduel denganmu Tae, wow kau tidak berubah"
"Diam brengsek" Hyunseung menyeringai
"Masih kesal dengan yang tadi? Well seleramu boleh juga bibir pacarmu itu sangat nikmat. Aku jadi membayangkan betapa nikmatnya saat ia berada dalam kukunganku diranjang" Taehyung menatap nyalang hyunseung yang dengan santai membayangkan kekasihnya di ranjang.
"Beraninya kau membayangkan hal kotor bersama kekasihku" geram Taehyung.
"Well, aku akui dia sangat panas. Kau temukan dia dimana? Kau sudah sering memakainya?" Taehyung benar benar tidak tahan lagi. Emosinya benar benar terpancing, dia mulai kacau dalam bertanding.
Semua ia lakukan dengan emosi yang membara. Sebenarnya Taehyung itu seorang yang bisa bersikap profesional. Namun kali ini Taehyung tidak bisa mengesampingkan emosinya. Semua karena Jungkook, dia tidak bisa terima jika pacar tercintanya di hina oleh rivalnya.
Ia terus mengejar Hyunseung yang terus membawa bola. Tidak membiarkan timnya membantu dirinya. Bahkan beberapa kali Taehyung terjatuh. Taehyung kacau, semua pemain basket tau jika Taehyung sedang sangat emosi.
"Kendalikan emosimu Tae!" Teriak Mingyu mencoba menenangkan Taehyung.
"Calm down tae!! Hei!!" Taehyung tidak mengidahkan apa yang diucapkan oleh Jimin dan Mingyu. Ia terus memforsir tenaganya berlari mengejar Hyunseung yang terus mendrible bola.
Hingga Hyunseung menyikut tepat di tempat jantung Taehyung dengan sangat keras saat Taehyung ingin merebut bola darinya. Hal itu sangat fatal untuk Taehyung.
Saat emosinya memuncak dan ia berusaha sekuat tenaga mengejar Hyunseung, jantungnya sudah terasa sakit. Ditambah dengan sikutan Hyunseung dua kali dengan tenaga yang tak main main membuat Taehyung jatuh tersungkur.
Darah keluar dari mulut dan hidungnya seketika itu juga, Mingyu, Jimin dan Hoseok langsung berlari menghampiri Taehyung. Bogum juga turun dari bangku penonton dan langsung menuju Hyunseung. Tanpa basa basi ia layangkan tinjunya pada Hyunseung
Chanbin juga langsung berlari menghampiri Taehyung. Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat, hyungnya terkapar tak berdaya dengan darah yang keluar dari mulut dan hidungnya.
Jungkook bahkan sudah menangis, ia langsung peluk Taehyung dengan erat. Mingyu tak bisa menahan emosinya, ia langsung melayangkan bogemnya untuk Hyunseung, memukul hyunseung dengan brutal bersama Bogum. Yang akhirnya dilerai oleh Jimin dan yang lainya.
Taehyung sekarat, dia sekarat di pelukan Jungkook. Jungkook menangis meraung raung, Hyunseung juga tidak menyangka akan jadi seperti ini. Ia tidak tau jika tindakanya akan mengakibatkan Taehyung seperti ini, sungguh ia tidak tau. Sekarang ia sangat menyesal.
Hoseok mengunci pergerakan Hyunseung agar ia tidak lari. Sementara itu para dosen datang bersama petugas kesehatan. Taehyung langsung ditangani, dia sudah tidak bisa lagi diajak komunikasi apapun.
Tangis pecah dari seluruh penjuru, semuanya tidak rela jika kebanggaan kampus mereka seperti ini. Jungkook sudah benar benar lemas melihat keadaan Taehyung. Jungkook dipapah oleh Jimin, mereka semua pergi ke rumah sakit.
Jungkook terus menggenggam tangan Taehyung dengan erat. Taehyung tak sadarkan diri. Bahkan denyut nadinya lemah. Jimin yang menemani Jungkook juga menangis, tak kuasa menahan tangis.
Jimin sudah menghubungi Daehyun dan Baekhyun. Daehyun sedang berada di Jepang, namun ia segera membatalkan semua agendanya dengan alasan sang anak yang sedang membutuhkannya.
Tidak, Daehyun tidak mendapat cacian. Ia mendapat dukungan dan ucapan sedih dari koleganya. Pikiran Daehyun hanya dipenuhi dengan nama yaitu Taehyung, putranya, jagoanya tengah kritis.
Baekhyun yang sedang berada di butik sempat pingsan saat mendengar kabar Taehyung. Chanyeol dan Kyungsoo memutuskan menjemput Baekhyun, karena Chanyeol tau jika Baekhyun tengah shock akan pingsan.
Chanbin yang memberitau Chanyeol bahwa terjadi sesuatu pada Taehyung dengan isak tangis. Sementara Hoseok juga menghubungi Sehun untuk mengirim beberapa polisi untuk menangkap Hyunseung.
Jin dan Yoongi pergi ke rumah sakit bersama dengan Chanbin, sementara Hoseok dan Bogum menahan Hyunseung bersama anggota senat lainya. Chanbin dalam keadaan kacau juga. Ia sangat takut kehilangan hyung yang baru saja ia dapatkan.
Jin menyetir sambil menangis, Yoongi yang ada dibelakang mencoba menenangkan Jin juga Chanbin. Meski Yoongi berhati sekeras batu, tapi ia tetap tidak bisa melihat Taehyung seperti itu.
Sampai di Rumah Sakit terbaik di Seoul, Taehyung langsung dibawa ke UGD. Namun tak beberapa lama dokter keluar menemui Jimin dan Jungkook.
"Ada apa dok?" tanya Jimin, dokter terlihat sedikit panik. Selain karena ia tau siapa Taehyung, Daehyun juga adalah sahabatnya. Ia adalah dokter Park Seojoon, dokter pribadi kedua keluarga Kim setelah Ahn Jaehyun.
"Dimana Daehyun?" tanya Seojoon
"Jepang, beliau baru dalam perjalanan pulang dok" Seojoon mengusak rambutnya
"Baekhyun? Astaga Taehyung kritis, kemungkinannya bertahan sedikit!! Dia mengalami kebocoran di jantung! Dia harus segera operasi!!" Jungkook langsung lemas. Ia mencengkeram jas putih Seojoon
"Jebal, selamatkan suamiku.. Hiksss jebal"
"Dok, lakukan operasinya!" Seojoon menghela nafas
"Kalian semua harus siap dengan kemungkinan terburuk" Jimin memeluk Jungkook erat.
"Kemungkinannya bertahan hanya 30%, hanya bergantung pada keajaiban. Sindrom yang dideritanya mempengaruhi segalanya" Jungkook merosot, Jin, Chanbin dan Yoongi juga.
Jimin mematung, para orangtua yang sudah datang juga. Baekhyun langsung berlari menerjang Seojoon.
"Selamatkan putraku Joonie, jebal hikss selamatkan Taehyungku hiksss jebal" Seojoon menunduk dalam tidak berani menatap Baekhyun.
"Baek, kemungkinanya sedikit. Maafkan aku, aku bisa melakukan operasi, tapi aku tidak bisa menjamin keselamatan Taehyung" Baekhyun menggeleng dan merosot
"Hikss tidak Joonie, taetae harus hidup. Aku belum menebus hikss kesalahanku, hikss aku belum menebusnya Joonie hikss selamatkan dia" Chanyeol memeluk Baekhyun erat kemudian menatap Seojoon.
"Lakukan oprasinya sekarang, apapun konsekuensinya lakukan oprasi itu sekarang"
"Baiklah, aku akan berusaha semampuku. Berdoalah semoga Taehyung bisa bertahan hidup"
_________
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crystal Snow [END]
FanfictionDisaat benci berubah menjadi cinta saat turunya kristal salju pertama di bulan desember, mereka mulai menyadarinya. Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang berubah menjadi saling mencintai dan saling membutuhkan. Namun apakah mereka akan saling mengungk...
![My Crystal Snow [END]](https://img.wattpad.com/cover/138042550-64-k210159.jpg)