Bogum membawa Taehyung ke apartemenya, bersama Jungkook dan Mingyu. Karena apartemen Bogum dekat dengan kampus makanya Bogum menawarkan apartemenya.
Taehyung langsung dibaringkan diranjang Bogum. Setelah itu Jungkook hendak langsung pergi dari sana namun ditahan Taehyung
"Mau kemana kookie?"
"Kembali kekampus" jawab Jungkook ketus
"Tinggalah sebentar aku ingin bicara" Jungkook menggeleng
"Tidak, aku tidak ingin mendengar apapun darimu. Jangan berpikir apapun, aku melakukan ini karena appaku. Bukan karena dirimu." Jungkook langsung pergi dari sana.
"Hei, tolong dengarkanlah Taehyung dulu" Jungkook menatap tajam Bogum
"Bukan urusanmu" Bogum menghela nafas kemudian masuk kedalam.
"Pacarmu Tae?" Taehyung menggeleng
"Lalu?"
"Orang yang dijodohkan denganku" Bogum mengangguk
"Kau mencintainya?" Taehyung menggeleng
"Kau masih mencintai Minjae?" Taehyung menatap tajam Bogum
"Aku cukup tau diri hyung"
"Aku dan Minjae tidak pernah pacaran Tae. Apa yang kau lihat waktu itu hanyalah rekayasa Minjae" Taehyung terdiam menatap Bogum masih dengan tatapan tajam
"Aku ingin menjelaskan segalanya namun kau keburu pergi waktu itu. Mingyu juga mengancamku setelah dia menghajarku Tae. Saat itu aku belum punya keberanian untuk menyusulmu. Hingga baru sekarang aku yakin akan menemui dirimu"
"Minjae memang mimiliki niat jahat pada kita Tae. Kau ingat Hyun Seung? Dia adalah pacar Minjae tae. Waktu itu Hyun Seung dendam kepadamu karena kau selalu memenangkan pertandingan basket. Ia menyuruh Minjae menjadi pacarmu, dan membuatmu terluka sekaligus merusak persahabatan kita" Bogum menghela nafas sejenak.
"Dia menciumku paksa waktu itu Tae. Dan alasan kenapa Minjae kembali, karena dia sadar bahwa kau adalah yang terbaik"
"Jadi maksutmu itu semua ulah Hyun Seung?" Bogum mengangguk
"Apa kau akan menerima Minjae kembali?" Taehyung menggeleng
"Aku tidak akan mengambil apapun yang sudah menjadi duri" Bogum bernafas lega
"Dia tidak baik untukmu"
"Hm"
"Jadi? Apa kau memaafkan aku?"
"Hm"
"Hei, tapi kau masih seperti ini padaku'
"Hatiku terlalu sakit"
"Maafkan aku Tae.. jebal"
"Aku ingin tidur"
"Baiklah, tidurlah kau memang masih harus banyak istirahat. Jika butuh apapun panggil aku" Bogum menyelimuti Taehyung dan menyempatkan membelai kepala Taehyung baru beranjak pergi.
Setelah Bogum pergi Taehyung membuka matanya dan menatap kosong kearah pintu.
"Hyung.." sementara itu ternyata Mingyu menguping dari luar apa yang Bogum bicarakan
"Jadi?"
"Ya seperti itulah, kalian keburu marah padaku. Dan kau tau? Aku harus menginap di rumah sakit karena kau menghajarku dengan brutal"
"Maafkan aku, kau taukan Taehyung itu sangat aku sayangi? Kau pasti juga akan melakukan hal yang sama"
"Hm kau benar Gyu, aku menghajar si brengsek itu. Hah kau benar, Taehyung sangat berharga bagiku. Dia seperti adikku sendiri"
"Hm, mari kita jaga dia bersama"
"Oh ya gyu, namja yang tadi itu calonya Taehyung?" Mingyu mengangguk
"Tapi mereka sedang ada masalah karena si jalang" Bogum mendengus
"Gyu, kita kembali kekampus bagaimana? Nanti kembali lagi"
"Baiklah, lagipula Taehyung kalo tidur seperti mayat jika sedang sakit" Bogum dan Mingyu akhirnya kembali ke kampus. Semua ternyata masih berada di Ballroom. Saat Bogum dan Mingyu memasuki ruangan semua mata langsung tertuju pada mereka.
Bogum langsung mengedarkan pandanganya dan ia bersitatap dengan Minjae. Bogum berjalan kearah Minjae, menarik Minjae keluar barisan.
"Kenapa Bogumie? Kangen padaku?" Bogum menyeringai
"Kangen? Cih untuk apa kangen padamu. Aku hanya ingin bilang menjauhlah dari Taehyung. Aku tidak ingin kau merusak hubungan Taehyung dengan calonnya" Minjae tertawa
"Kalo aku tidak mau bagaimana? Aku akan terus mendekati Taehyung dan membuatnya kembali padaku!"
"Kau-"
"Sudahlah Bogum-ssi, silahkan saja jika Minjae ingin bersama Taehyung. Lagi pula Taehyung itu hanya rivalku. Ah rapat ini sudah selesai kan aku harus pergi"
"Hei Jungkook-ssi!! Hei"
"See? Dia bilang dia biarkan aku bersama Taehyung"
"Tapi aku takkan biarkan kau mendapatkan Taehyung setelah apa yang telah kau perbuat padanya" gertak Bogum
"Terserah apa katamu, tapi aku akan buat Taehyung kembali padaku" Bogum menggeram marah
"Ck sialan sekali"
"Hyung, kita harus buat rencana!"
"Hm, kau benar Gyu"
Wonwoo pergi menyusul Jungkook menemani Yoongi dan Jin. Mereka bertiga melihat Jungkook melamun di rumah kaca.
"Kook" Jungkook tersentak saat mendengar panggilan Yoongi
"Kalau hyung hanya ingin membicarakan Taehyung, pergilah hyung" Yoongi tak menghiraukan kata kata Jungkook
"Kau tau Taehyung sudah tidak lagi mencintai Minjae Kook?"
"Cih tidak usah menebar kebohongan hyung"
"Aku mengatakan yang sebenarnya Kook, Minjae itu licik, dia pintar sekali memanfaatkan situasi. Seperti kemarin, dia memanfaatkan masa lemah Taehyung untuk melakukan hal itu. Yang harus kau tau juga Kook, Minjae sudah melukai Taehyung hingga titik terdalam. Jadi mana mungkin Taehyung mau kembali pada Minjae"
"Terserah saja hyung, aku tidak peduli"
"Kau hanya pura pura tidak peduli Kook, kau tidak menyadari apa kata hatimu yang sebenarnya"
_______
TBC
Sadar kook elah lu keras kepala bgt!!
Btw updatetan ini untuk dek ikhaku tercuyung 😂
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crystal Snow [END]
FanfictionDisaat benci berubah menjadi cinta saat turunya kristal salju pertama di bulan desember, mereka mulai menyadarinya. Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang berubah menjadi saling mencintai dan saling membutuhkan. Namun apakah mereka akan saling mengungk...
![My Crystal Snow [END]](https://img.wattpad.com/cover/138042550-64-k210159.jpg)