눈 22

8.9K 1K 22
                                        

Lama Taehyung dan Chanyeol berpelukan, sampai akhirnya Jungkook masuk bersama seorang namja cantik dan juga seorang remaja awal yang tampan.

Posisi Chanyeol masih memeluk Taehyung yang memejamkan mata dan akhirnya dengkuran halus keluar dari mulut Taehyung. Chanyeol membiarkan Taehyung beberapa saat agar tidurnya enak.

Chanyeol tersenyum dan membelai wajah tampan Taehyung.

"Baekhyun dan Daehyun benar benar keterlaluan. Bagaimana bisa mereka menelantarkan anak mereka seperti ini" kata Chanyeol sambil membelai surai Taehyung.

"Dia anak Baekhyun?" Chanyeol mengangguk.

"Mereka berdua tidak menjenguk Taehyung, padahal Taehyung sakit. Bisa kau bayangkan betapa kecewanya anak ini sayang?"

"Dia pasti sangat kecewa" jawab Kyungsoo

"Appa siapa dia?" Itu Chanbin, putra Chanyeol.

"Dia Kim Taehyung, Mulai sekarang dia hyungmu Chanbin-ah" Chanbin menatap orang yang masih dalam pelukan appanya.

"Tidak, aku tidak mau" jawab Chanbin dengan nada datar. Chanyeol menatap Chanbin

"Aku tidak mau appa, ayo pulang" kata Chanbin lagi sambil menarik appanya.

"Park Chanbin!"

"Ayo Pulang!!" teriak Chanbin yang tentu mengagetkan semua orang termasuk Taehyung yang langsung terbangun

"Arghh!!" Taehyung berteriak dan memegang dadanya.

"Taehyung!!" Jungkook langsung berlari kearah Taehyung begitu juga Mingyu

"Hyung... Hyung.. Hikss hyung kenapa?"

"Ahh ah s-sak-it ss-sak-it" rintih Taehyung sambil menitikan air mata. Chanyeol langsung memanggil dokter.

"Tahan sebentar nak, tahan sebentar. Dokter akan segera datang"

Chanyeol datang bersama dengan dokter. Dokter menyuruh semua orang agar keluar terlebih dahulu. Jungkook menangis dalam pelukan Mingyu, begitu juga Mingyu ia masih gemetar melihat Taehyung kesakitan seperti tadi

Sementara Chanyeol terdiam, ia kecewa dengan putranya. Dan Kyungsoo menenangkan suaminya. Chanbin terdiam, dia merasa bersalah.

"Kenapa appa menganggap dia sebagai seorang anak adalah karena dia tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian seperti yang kau rasakan. Appa hanya ingin membantu dia. Appa tau bagaimana rasanya, karena appa juga mengalaminya. Appa kecewa dengan sikapmu. Dia mempunyai penyakit jantung bagaimana jika berakibat fatal?" Chanyeol berkata dengan tenang, namun raut mukanya menunjukan bahwa dia marah.

"Appamu itu mempunyai nasib yang sama dengan Taehyung nak, appamu hanya ingin menolong, appa tidak ingin Taehyung mengalami masa yang semakin buruk seperti appamu dulu" Chanbin ingin mrngatakan sesuatu namun tertahan oleh dokter yang keluar

"Bagaimana dok?"

"Dia sudah tenang, tapi saya mohon jangan mengagetkan atau memberi berita buruk tiba tiba padanya karena dia bisa serangan kembali dan berakibat fatal. Saya permisi"

"Terimakasih dok" Jungkook masuk kedalam dan mendapati Taehyung yang menatap kosong keatas.

"Hyung" Taehyung masih bergeming. Bahkan saat Jungkook membelai tangan Taehyung juga masih diam.

"Halmeoni, Haraboji, bawa tae pergi" lirih Taehyung dengan mata kosong. Jungkook langsung memeluk Taehyung dengan erat.
Taehyung tersadar dan membalas pelukan erat Jungkook.

"Jangan seperti ini hyung jebal"
Taehyung hanya diam.

"Pulanglah ahjussi, terimakasih atas kebaikan ahjussi tadi. Kasian putra ahjussi" Chanyeol menatap Chanbin. Chanbin masih terdiam

Taehyung beralih menatap Chanbin, dan tersenyum kas seorang kakak. Tatapan Taehyung begitu teduh. Membuat Chanbin tertegun.

"Tenanglah, aku tidak akan rebut appamu. Jaga appa dan eommamu.. Dan berbahagialah" kata Taehyung, Chanbin merasa bersalah. Dia mendekati Taehyung. Taehyung membelai kepala Chanbin.

"Maaf membuat hyung sakit" sesal Chanbin

"Tidak apa apa" Taehyung tersenyum tulus pada Chanbin. Membuat Chanbin semakin merasa bersalah.

Taehyung masih membelai kepala Chanbin

"Boleh aku memelukmu?" Chanbin mengangguk

Jungkook melepas pelukanya agar Taehyung bisa meneluk Chanbin. Akhirnya Taehyung memeluk Chanbin. Tubuh Taehyung bergetar, ia menangis dalam pelukan Chanbin. Chanbin mengeratkan pelukanya. Kondisi Taehyung rapuh untuk saat ini. Ia sudah mencapai batasnya. Sudah tidak tahan menahan semua air matanya.

"Hyung uljima.." Taehyung melepas prlukanya

"Gumawo, nah sekarang jika kau ingin pulang- pulanglah. Aku baik baik saja"

"Hyung bohong. Hyung tidak baik baik saja. Aku melihatnya. Dia mengatakan hyung bohong"

Taehyung mengerutkan keningnya "Apa maksutmu?"

"Hyung selalu berbohong. Hyung tidak baik baik saja"

"Aku tidak ber-" Chanbin menggeleng

"Hyungie aku bisa mendengar suara hati hyungie" Taehyung menatap Changbin semakin bingung

"Benarkah?" Changbin mengangguk

"Hyung mungkin bisa berbohong pada yang lain, tapi tidak padaku. Aku tau hyung akan mencoba bunuh diri" Semua yang disana langsung menatap Taehyung. Sementara yang ditatap sedang diam sambil menatap Changbin

"Maafkan sikapku tadi hyung" Taehyung masih menatap Changbin. Changbin tersenyum dan mencubit pipi Taehyung

"Tidak apa apa Chan, aku cukup mengerti" kata Taehyung sambil membelai kepala Chanbin.

"Berhentilah untuk mengakhiri hidupmu hyung. Karena banyak yang menyayangimu hyung" Changbin menggenggam tangan Taehyung dan Jungkook.

"Jungkook hyung siap melangkah bersamamu" Taehyung menatap Jungkook, Jungkook tersenyum dan mencium bibir Taehyung lama. Taehyung memejamkan matanya menikmati ciuman Jungkook.

"Changbin benar, kamu harus bisa membuka hati dan zonamu hyung. Biarkan kami masuk mengisi kekosongan dalam hati dan zonamu" Taehyung terdiam, dia tidak tau harus berkata apa lagi

"Aku takut sakit lebih dalam lagi" lirih Taehyung.

"Kau salah hyung, sakit itu akan semakin dalam jika kau menutup diri dari semua orang" Changbin meraih pundak Taehyung.

"Aku sekarang mengerti maksud appa tadi, dan aku minta maaf atas sikapku. Tapi hyung, sekarang ada aku juga yang akan berjalan bersama hyung. Aku anak tunggal, aku ingin punya saudara. Dan sekarang hyung ada, aku mengerti. Saudara bukan hanya dari yang sedarah tapi juga bisa yang bukan sedarah"

"Sekarang aku mengerti, pelukanmu membuatku nyaman hyung. Aku merasakan sesuatu yang belum pernah kurasakan. Aku sekarang mengerti jika apa yang kuinginkan ada padamu" kata Changbin

"Kumohon bukalah zonamu hyung, biarkan semua orang yang menyayangimu masuk" Taehyung menatap semua orang disana yang tersenyum kearahnya. Tatapanya berakhir pada Jungkook.

"Aku selalu siap melangkah bersamamu hyung. Disampingmu dan menggenggam tanganmu" Taehyung memejamkan mata dan tersenyum. Ia peluk Jungkook dan Changbin.

"Aku akan berusaha.. Demi kalian"

_____

TBC

My Crystal Snow [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang