Jungkook memeluk Taehyung dengan begitu erat. Airmatanya tak bisa berhenti mengalir. Kata kata Taehyung yang begitu tulus sangat menyentuh hatinya.
Jungkook membelai wajah Taehyung dengan lembut. Menyibak surai Taehyung kebelakang dan mengecup bibir Taehyung singkat sembari tersenyum cantik.
Taehyung juga tersenyum dan membelai wajah Jungkook. "Aku juga sangat mencintai hyung, hyung harus bisa sembuh" Taehyung mengangguk
"Hyung akan berusaha baby" apa yang terjadi di ruang senat ternyata dilihat oleh seseorang, dia menyeringai dan meninggalkan ruang senat.
"Kita lihat saja Tae apa yang akan aku lakukan" katanya kemudian pergi.
Besok turnamen akan segera dimulai, Taehyung sudah benar benar siap untuk memimpin tim basketnya. Ia tau siapa lawanya, dan Taehyung bersumpah ia tidak akan kalah dari rivalnya itu.
Sementara itu, Hyunseung menyeringai saat ia tau apa yang bisa melemahkan sosok Kim Taehyung yang terkenal dengan kehebatanya dalam slam dunk dan juga kegesitanya.
"Well, sampai jumpa besok Tae"
.
.
.
Semua telah datang dan memenuhi arena basket milik Inha, Hyunseung dan tim juga sudah berada disana. Hyunseung mengelilingi kampus untuk mencari targetnya.
Sialnya si target sedang sendiri saat ini dan itu membuat Hyunseung menyeringai. Ia dengan sengaja menabrakan diri ke target hingga minuman yang dibawanya tumpah mengenai Jungkook.
Ya target Hyunseung adalah Jngkook, ia paham betul jika Taehyung itu pecemburu, so ia manfaatkan ini untuk membuat Taehyung marah.
"Ah maafkan aku, aku tidak sengaja" Jungkook mencoba menghilangkan noda di bajunya.
"Aish bajuku kotor!" gerutu Jungkook.
"Maafkan aku cantik, aku sungguh tidak sengaja" Jungkook menatap sebal namja dihadapanya.
"Sial, aku ini namja asal kau tau! Shit tanggung jawab! Bajuku kotor!" Hyunseung terkekeh
"Jangan marah marah cantik, nanti cantiknya hilang" kata Hyunseung sambil menoel dagu Jungkook. Tepat saat itu juga Taehyung berada disana bersama anggota senat. Bogum dan Mingyu saling melirik, keduanya siap untuk menjaga Taehyung agar tidak murka.
"Si brengsek itu. Beraninya menyentuh milikku" geram Taehyung.
Sementara Jungkook menatap nyalang Hyunseung. "Jangan sentuh sentuh aku bastard! Kurang ajar kau-" belum sempat menyelesaikan ucapanya, Sudah di potong dengan ciuman dibibir. Jungkook membelalakan matanya, terkejut dengan perlakuan kurangajar Hyunseung.
Taehyung menggeram marah dan ia benar benar tidak bisa mengendalikan emosinya. Bogum dan Mingyu yang syok tidak bisa mencegah Taehyung. Taehyung berlari dan langsung memberikan bogemnya pada Hyunseung.
Bughh
"Brengsek! Beraninya kau mencium calon istriku bastard!!" Taehyung benar benar kehilangan kendali atas amarahnya. Ia memukul Hyunseung dengan brutal.
Semua yang ada disana berusaha menghentikan Taehyung. Bogum dan Mingyu memegangi Taehyung, sedangkan Hoseok dan Jimin membantu Hyunseung, biar bagaimanapun dia adalah tamu di kampus mereka.
"Tenanglah Tae, tenang" Hyunseung menyeringai, usahanya benar benar berhasil untuk memancing amarah Taehyung.
"Bajingan itu mencium Jungkook!! Bagaimana aku bisa diam hah!!" bentak Taehyung. Mingyu segera mengkode Jungkook agar membawa Taehyung pergi dan menenangkan Taehyung.
Jungkook memeluk Taehyung, dan menggumamkan kata penenang untuk Taehyung. Jungkook menarik Taehyung agar ikut denganya, untung Taehyung mau ikut bersamanya.
Jungkook mengajak Taehyung ke rooftop, Taehyung langsung menutup pintu dan mendorong Jungkook ketembok dengan cukup keras.
"Akh" Taehyung mengukung Jungkook, sorot matanya sangat tajam, membuat Jungkook takut melihatnya.
"H- hyung" Taehyung menggeram dan langsung melumat bibir Jungkook dengan ganas. Menggigit bibir Jungkook tanpa peduli jika Jungkook mengaduh kesakitan.
"Emnghhh ahhshh" sungguh saat ini Jungkook sangat takut, Jungkook menitikan air mata dan itu membuat Taehyung menghentikan ciuman brutalnya. Jungkook benar benar berantakan, dengan keringat, wajah merah padam, air mata, dan jangan lupakan kondisi bibir yang bengkak dan sedikit terluka.
"Arghhhh" Taehyung berteriak dan meninju kaca yang ada disana hingga pecah. Membuat punggung tanganya terluka.
"Bajingan!! Akan kubunuh kau brengsek!!" Taehyung mengambil pecahan kaca hendak menuju Hyunseung lagi namun ditahan Jungkook.
"Hyung jebal, jangan seperti ini.. Hikss hyung jebal" Taehyung terduduk sambil memejamkan matanya.
"Beraninya dia menyentuh milikku" Jungkook memeluk Taehyung.
"Jangan.. jangan tinggalkan aku baby jangan" Jungkook menggeleng.
"Aku tidak akan meninggalkan kamu hyung, tidak akan. Jebal jangan seperti ini" Taehyung menatap wajah Jungkook. Ia tidak sadar jika telah melukai Jungkook.
"Astaga, apa ini sakit? Bagaimana bisa aku melukaimu seperti ini baby? Maafkan aku" Jungkook tersenyum
"Aku baik baik saja hyung, jangan kawatir, tapi aku minta hyung jangan kayak tadi lagi, aku takut" Taehyung mengusap surai Jungkook penuh kasih.
"Maaf aku telah membuatmu takut baby" Jungkook memeluk Taehyung erat.
"Hyung engga usah ikut tanding ya?" Taehyung menggeleng.
"Aku harus tetap ikut baby, kan aku kaptenya" Jungkook menatap Taehyung dengan tatapan kawatir.
"Tapi hyung" Taehyung mengecup bibir Jungkook sekilas
"Hyung baik baik saja. Kamu cukup dukung hyung dibarisan penonton bersama Jin hyung dan Bogum hyung. Oke?" Jungkook masih menatap kawatir Taehyung.
"Baiklah hyung"
___________
TBC
Jangan terbawa suasana senang dulu.. karena aku msh ada kejutan 😂
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crystal Snow [END]
FanficDisaat benci berubah menjadi cinta saat turunya kristal salju pertama di bulan desember, mereka mulai menyadarinya. Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang berubah menjadi saling mencintai dan saling membutuhkan. Namun apakah mereka akan saling mengungk...
![My Crystal Snow [END]](https://img.wattpad.com/cover/138042550-64-k210159.jpg)