Hari ini persiapan mapala dilaksanakan. Semua anggota senat, BEM, dekan dan para dosen ikut berkumpul di ballroom mengingat mapala ini akan diikuti seluruh mahasiswa dan mahasiswi baru dan beberapa dari senior, jadi para dosen juga harus ikut andil.
But, kalian tau kan Taehyung belum sehat. Beberapa dosen sudah menegur Taehyung agar kembali beristirahat. Namun Taehyung tetap nekat memimpin jalanya persiapan mapala.
Hell, muka Taehyung itu masih sangat pucat loh, menghawatirkan. Semua jadi ikut cemas melihat Taehyung, tak terkecuali Jungkook.
"Kook bujuk Taehyung" bisik Sungjae. Jungkook menggeleng dengan cepat
"Biarin aja, bukan urusanku" saat Taehyung hendak bicara, tertunda oleh kedatangan seseorang
"Maaf saya terlambat!"
"Bogum hyung" hancur, hancur sudah mood Taehyung saat ini. Belum lama dia bertemu Minjae dan sekarang harus bertemu Bogum. Bogum memberi hormat pada Dekan dan para dosen setelah itu menghampiri Taehyung
Sorot mata Bogum mengisyaratkan penyasalan, kekawatiran dan kerinduan. Bogum rindu Taehyung, selama ini ia merasa amat bersalah pada sahabatnya ini.
"Perkenalkan, nama saya Park Bogum, pindahan dari Daegu" Taehyung tidak bisa mempertahankan bentengnya, ia tidak bisa profesional jika itu Bogum, sahabat sekaligus kakak baginya sejak ia masih kecil.
Taehyung untuk kali ini kehilangan pendirianya, kehilangan profesionalitas miliknya.
"Kenapa kau disini" kata Taehyung dengan nada bergertar
"Belum puas melukaiku?" Bogum hanya diam membiarkan Taehyung bicara
"Kenapa?"
"Kenapa kau kemari?"
"Kenapa kau muncul dihadapanku?" Liquid bening meleleh dari mata tajam Taehyung.
"Kenapa kau muncul dihadapanku lagi?!" Teriak Taehyung. runtuh, pertahanan Taehyung runtuh, air mata itu terus mengalir. Pikiranya kembali kemasa lalu, rasa sakit itu semakin menusuk hatinya.
Taehyung merasa sesak saking sakitnya, ia memukul dadanya berulang kali berharap sesak dan sakitnya hilang. Bogum meraih tangan Taehyung dan menghentikan Taehyung
"Pukul aku Tae! Tapi jangan kau lukai dirimu sendiri!"
"Haha apa pedulimu? Bukankah kau juga telah melukaiku? Bukankah kau melukaiku dengan amat sangat?" Bogum diam seribu kata
"Kau lucu bogum-ssi, dan kau benar benar hebat"
"Mengatakan sesuatu tentang luka, dan kau tidak sadar diri. Dan kemunculan dirimu dihadapanku dengan mudahnya seolah tak terjadi apapun"
"Atau memang hanya aku yang merasa sakit disini? Hanya aku yang terlalu mempercayaimu sebagai hyungku?"
"Hah bodohnya aku yang dengan mudahnya kau bodohi"
"Brengsek sekali. Aku benci kau Bogum-ssi" Taehyung hendak pergi dari sana namun ditahan Bogum
"Lion, aku mohon dengarkan aku" Taehyung membeku saat mendengar Bogum memanggil nama kesayangan itu.
"Aku mohon" namun sebelum Taehyung bicara kembali, genggaman tangan Bogum di lepas paksa oleh Mingyu
"Dasar tidak tau diri. Kau lukai adikku hingga titik terdalam dan beraninya kau masih muncul dihadapan Taehyung hah!" Mingyu benar benar marah kali ini.
"Taehyung menyayangimu sebagai hyungnya, bahkan dia mengabaikanku hanya karenamu. Tapi apa balasanmu? Kepercayaan murni dari adiku kau rusak dengan kejamnya Bogum-ssi. Kau robek hati adikku dengan kejamnya! Tidak taukah kau Taehyung depresi setelah itu hah!!" Teriak Mingyu murka. Bogum perlahan menitikan air mata. Tidak sanggup membayangkan kondisi Taehyung saat itu.
"Jika pembunuhan itu legal, aku ingin sekali membunuhmu Bogum-ssi. Beruntunglah negara ini negara hukum. Jika tidak aku akan benar benar membunuhmu"
Keringat keluar dari tubuh Taehyung dan itu over. Serta wajah Taehyung yang amat pucat. Taehyung juga terlihat tak sanggup mengatakan apapun. Serta para hyung malah diam membeku sama halnya dengan dosen dan dekan yang juga diam. Membuat Jungkook geram, oke Jungkook memutuskan mengesampingkan egonya.
Dengan muka datar ia keluar dari barisan dan menghampiri Taehyung. Jungkook menggenggam tangan Taehyung dan dengan pelan menariknya
"Kau harus pulang" kata Jungkook dengan nada datar. Taehyung hanya bisa menurut.
"Jangan dekati Taehyung, menjauhlah darinya Bogum-ssi. Atau kau akan tau akibatnya" Mingyu membantu memapah Taehyung. Mengkode Namjoon agar mengambil alih semuanya.
"Aku tidak tau apa masalah kalian, tapi sebaiknya kau jangan cari masalah dulu Bogum-ssi. Turuti apa kata Mingyu, kami akan menenangkanya dulu"
"Tidak, aku tidak bisa" Bogum berlari kearah Taehyung dan langsung menarik Taehyung kedalam pelukanya. Mingyu sangat marah tentu saja. Sementara Taehyung hanya terdiam dengan tatapan kosong.
Mingyu hendak maju menghajar Bogum namun ditahan oleh Jungkook.
"Maafkan aku Tae, jebal maafkan aku. Tolong dengarkanlah aku sekali saja Tae. Tolong! Dulu kau langsung pergi Tae. Aku memberanikan diri menyusulmu kemari setelah sekian lama untuk menjelaskan semuanya kapadamu Tae. Tolong dengarkan aku"
Aku sudah bilang kan Taehyung itu baik banget? Ia juga sangat menyayangi Bogum
Bogum membelai surai Taehyung dengan lembut. Mencoba menenangkan adik kesayanganya agar mau mendengarkan dirinya. Tidak bisa dipungkiri jika Taehyung sangat merindukan Bogum. Taehyung membalas pelukan Bogum dengan erat. Bogum tersenyum menanggapinya
"Kau jahat hyung. Sangat"
"Maafkan aku Tae, tapi tolong dengarkan aku -oke?" Taehyung menatap Bogum
"Hm" Bogum tersenyum dan memberi Taehyung tatapan teduh sembari mungusap kepala Taehyung dengan lembut.
"Tae!!"
"Maafkan aku hyung, aku menyayangimu" lirih Taehyung dan memeluk Mingyu. Mingyu menghela nafas dan mengelus punggung Taehyung.
"Aku tidak akan segan segan menghajarmu jika kau buat Taehyung terluka, apalagi karena dia Bogum-ssi"
__________
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
My Crystal Snow [END]
FanfictionDisaat benci berubah menjadi cinta saat turunya kristal salju pertama di bulan desember, mereka mulai menyadarinya. Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang berubah menjadi saling mencintai dan saling membutuhkan. Namun apakah mereka akan saling mengungk...
![My Crystal Snow [END]](https://img.wattpad.com/cover/138042550-64-k210159.jpg)