눈 02

15.2K 1.7K 78
                                        

Taehyung sampai di Mansion pukul 12 malam. Tepat saat berjalan keruang tamu disana sudah ada sang appa yang menatap kearahnya tajam.
Taehyung melepas jaketnya dan menghampiri sang appa.

"Darimana kau Kim?"

"Rumah Halmeoni, menengok abunya" hati Daehyun langsung luluh, ia tau jika putranya selalu jujur

"Habis berkelahi?"

"Ya, menolong teman" Daehyun menghela nafasnya.

"Tidak berbohong?"

"Untuk apa berbohong appa, tidak ada gunanya. Aku lelah, ingin istirahat. Selamat malam- appa" tanpa menunggu jawaban Daehyun, Taehyung segera naik menuju kamarnya.

Daehyun menghela nafas perlahan, dia rindu Taehyungnya yang dulu. Taehyung sudah benar benar berubah sekarang. Daehyun sangat merindukan putranya. Tapi ia bisa apa? Taehyung seperti itu juga karena dirinya.

Taehyung termenung di balkon kamarnya, dengan menatap kosong kedua lenganya. Kemudian ia tersenyum miris

"Sampai kapan aku akan seperti ini?"

Dokter sudah mendiagnosa dan mewarning Taehyung karena dia memiliki Seasonal Affective Disorder. Dokter takut Taehyung bisa terkena Skizofernia juga. Selain itu Taehyung memiliki sebuah sindrom yang menyerang kekebalan tubuhnya yaitu Antibody Antisphospolipid Syndrom atau biasa dikenal dengan Syndrome ACA Daehyun dan Baekhyun tidak tau tentang kelainan itu.

Selain itu Taehyung juga memikiki Maag Kronis dan juga Kelainan pada Jantung. Tak ada yang tau dengan penyakit yang diderita Taehyung.

Memang sepertinya Taehyung biasa saja, namun cepat atau lambat Taehyung akan segera mengalami penurunan ketahanan tubuhnya.

Taehyung awalnya baik baik saja, sebelum saat dimana ia terluka begitu dalam dan juga tragedi meninggalnya sang halmeoni yang ia anggap sebagai kesalahanya. Juga sebuah fakta yang ia ketahui selama ini.

Itu membuat Taehyung amat tertekan, memperburuk kondisi Taehyung. Memang kelihatanya dia baik baik saja, namun sebenarnya saat ia tengah sendiri semuanya berbeda.

"Halmeoni, aku ingin ikut Halmeoni" lirih Taehyung

Taehyung memutuskan untuk tidur karena besok Taehyung sibuk. Tanpa mengobati lukanya, Taehyung langsung tertidur dengan pulas.

Pukul tiga dini hari, Baekhyun masuk kekamar putranya. Ia belai kepala Taehyung dengan lembut.

"Eomma harap kamu baik baik saja selama ini sayang"
.
.
.
Pagi hari ini, suatu momen yang langka karena kedua orangtuanya masih ada dirumah. Keduanya sudah siap dimeja makan.
Taehyung duduk diseberang appanya.

Baekhyun terkejut melihat wajah Taehyung yang lebam, serta sudut bibirnya yang sedikit sobek. Baru Baekhyun akan bertanya namun segera di potong oleh Taehyung.

"Appa, eomma maafkan aku, tapi aku harus pergi ke kampus ada hal yang harus aku urus. Aku pergi dulu" Taehyung menghiraukan panggilan eommanya, dia tetap pergi ke kampus.

"Kenapa putraku jadi seperti itu" lirih Baekhyun

"Ini semua salahmu Baek, seharusnya kau dirumah merawat Taehyung"

"Yak, enak saja hyung menyalahkanku! Hyung juga seharusnya merawat Taehyung!" Dan begitulah pagi yang diawali pertengkaran antara Baekhyun dan Daehyun.

Taehyung sampai di kampus, disana ia sudah ditunggu sahabat sahabatnya.

"Yo Tae- Hei mukamu kenapa bro?" Tanya Hoseok

"Taehyung! Taerimakasih telah menolong Jungkook. Ah dan maaf, seharusnya Jungkook mengobati lukamu" Taehyung mengangguk

"Aku baik baik saja hyung"

"Jadi kau babak belur karena menolong Jungkook?" Taehyung mengangguk

"Tae, ternyata kau disini. Aku mencarimu dirumah eh kau sudah disini" kata Mingyu, Kim Mingyu itu sepupu Taehyung. Satu satunya keluarga yang memperhatikan Taehyung.

"Bagaimana urusan hyung di Busan?"

"Lancar, hei wajahmu kenapa Tae?"

"Hanya luka ringan hyung, aku baik baik saja. Jangan kawatir"

"Aish kau ini, luka itu pasti belum diobati" gerutu Jin

"Dasar bodoh, kenapa kau belum mengobati lukamu itu! Kau sengaja ingin memamerkanya huh" entah datang dari mana Jungkook tiba tiba ada dihadapan Taehyung

"Ngapain juga pamer"

"Lalu kenapa belum diobati?! Dasar bodoh"

"Berhenti mengataiku bodoh pig"

"Kenapa? Kau kan memang bodoh anoa!"

"IQ miliku lebih tinggi darimu Pig" Jungkook menendang kaki Taehyung

"Arghhh sialan!!"

"Rasakan!" Jungkook berlalu begitu saja meninggalkan Taehyung yang masih meringis kesakitan

"Sialan. Sakit sekali"

Setelah mengadakan rapat sebentar, Taehyung ingin pergi ke roftop untuk merokok. Saat Taehyung masuk, ternyata disana ada Jungkook.

"Minggir pig, disini tempatku" Jungkook menatap Taehyung sinis

"Diam anoa dan duduk disini"

"Kenapa?" Jungkook menggeret tangan Taehyung

"Dasar bodoh, bagaimana jika lukamu infeksi"

"Kau kawatir padaku?"

"PD sekali kau Kim, aku hanya tidak ingin berutang budi" Jungkook dengan hati hati mengobati luka Taehyung

"Ah shh pelan pelan Kook"

"Iya, tahan sebentar Tae"

Hm, bukankah itu lebih enak didengar daripada julukan binatang dari satu sama lain? Well tapi itu tidak mungkin jika mereka belum juga berdamai.

"Nah selesai"

"Gumawo Kook, sebenarnya aku baik baik saja"

"Jika kau tidak mengobatinya nanti infeksi bodoh!" Nahkan mulai lagi

"Aku pergi" Jungkook pergi meninggalkan Taehyung seorang diri.

"Kau menyebalkan, tapi kau yang membuat hariku tidak monoton Pig"

____________

TBC

My Crystal Snow [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang