1

2.1K 166 8
                                    

Halooo.... Happy reading yah guys... 😘





Remaja imut itu menyandarkan diri dikepala tempat tidur sambil memandangi langit jendela sambil memeluk lutut.

"Hujan..." monolognya sendirian melihat hujan yang membasahi jendela.

Tap-

Tap-

Tap-

"Jae" panggil seseorang dengan jas hitam.

"Apa dia sudah dimakamkan?" Tanya Remaja itu dengan nda datar.

"Apa kamu tidak ingin menyiram abu disungai? Atau sekedar mengucapkan salam perpisahan?" Tanya dengan nada lembut.

"Dari awal dia tidak pernah menginginkanku, jadi ridak perlu memberi salam perpisahan, pasti dia sudah tenang dialam sana" ucapnya dengan nada tenang.

"Youngjae!!! Dia ibumu!" Bentak pemuda tampan.

"Ibu yang selalu menyiksaku, lebih baik dia tiada" ucapnya tanpa beban.

Menghela nafas, hanya itu yang pemuda tampan lakukan karena ia sudah lelah berdebat dengan pemuda imut didepannya. Yang sama sekali tidak melihat kearahnya, jendelah lebih menarik perhatiannya dibandingkan pemuda tampan itu.

Drap

Drap

Drap

Cklek

"Tuan Mark" panggil lelaki paruh baya pada pemuda tampan.

"Ada apa pak Lee?" Tanya dengan nada lembut pada kepala pelayannya.

"Ada yang ingin berbicara dengan tuan muda"

"Siapa?" Tanya Youngjae, numun pandagannya tidak lepas dari jendela.

"Seorang-"

"Aku" potong lelaķi laruh baya namun sedikit lebih muda dari pak Lee.

"Ada perlu apa? Jika ingin berbicara dengan tuan muda, bicara saja denganku" sahut Mark sambil menutupi tubuh Youngjae.

"Aku...










Ayahnya"

Mendengar itu, sontak membuat Mark dan pak Lee terkejut. Youngjae juga terkejut numun ia menetralkan ekspresinya kembali terlihat biasa saja. Seolah-olah tidak mendengar apa-apa.

Pada akhirnya Youngjae menoleh menatap pria tua yang mengaku sebagai ayahnya itu.

"Ayahku? Apa kau simpanan ibuku? Aku tidak pernah mendengar apa-apa tentang ayahku" ucapnya tetap dengan ekspresi datarnya.

"Aku benar ayahmu, namaku Im Seo Jong, ada banyak yang harus jelaskan padamu, nak..."

"Keluarlah" ucap Youngjae dengan nada memerintah.

"Youngjae..." panggil pria tua berumur itu dengan nada lirih.

"Aku mengantuk" ucap Youngjae sambil kembali menatap jendela.

"Tuan mari ikut saya keruang tengah" ajak Mark.

"Mark hyung bersamaku sebentar" sahut Youngjae dengan nada pelan malu-malu seakan takut Mark diambil pria tua itu.

"Pak Lee, tolong buatkan secangkir teh untuk Tuan Im" ucap lembut Mark pada pak Lee diblas anggukan dari pak Lee.

"Tidak.. aku akan kembali besok" ucap pak Im.

Mark mengangguk mengerti dan sedikit membungkuk kepada tuan bermarga Im itu.

Saat ini tinggal Mark dan Youngjae sendirian dikamarmewah Youngjae.

"Hyung" panggil Youngjae dan Mark langsung menoleh kearah Youngjae.

"Cari tahu tentang bapak bernama Im seo jong itu" pinta Youngjae.

"Baiklah"

"Hyung! Bantu aku tidur" rengek Youngjae.

Mark terkekeh, mulailah ia menyelimuti Youngjae dengan selimut menutupi hingga dada tidak lupa mengusap rambut tebal Youngjae pelan.

Setelah mendengar deru nafas yang mulai teratur, Mark beranjak dari tempat tidur Youngjae dan keluar dari kamar Youngjae.

Dan menyuruh beberapa orang untuk menyelidiki pria tua bermarga Im itu.


tbc-

Ps : Oh yah ica kurang tahu Mark itu lebih tinggi dari Youngjae atau Youngjae yang lebih tinggi.
Tapi disini ica buat Mark lebih tinggi aja. Biar Youngjae merasa terlindungi. Wkwkwk

Close Eyes {Tamat}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang