Season 2 : 18

876 110 10
                                    

Selamat membaca... 😙😙😙

Peringatan!!! Dipart ini banyak mengandung kekerasan!












“Ugh” leguh Youngjae saat merasakan pening dikepalanya.

Youngjae menatap bingung sekitarnya, ruangan bercat putih yang sangat asing bagi Youngjae.

“Dimana ini?” monolognya.

“Diistanaku” jawab seseorang tepat disaming ranjang Youngjae.

Youngjae sedikit terjekut, seorang pria paruh baya yang tidak dikenalnya datang.

“Siapa?” tanya dingin Youngjae dengan alis hampir bertautan.

Pria paruh baya itu hanya tersenyum dan mendekat kearah ranjang.

Saat Youngjae ingin mundur, pria paruh baya itu dengan cepat mencengkram dagu Youngjae. Mendekatkan wajah Youngjae pada wajahnya.

“Lepaskan!” titah Youngjae memberontak.

“Wajahmu benar-benar mirip dengan jalang itu, apa desahanmu juga mirip dengannya?” tanya pria itu penuh harapan.

“Jauhkan wajah keriputmu dariku, brengsek” titah Youngjae dingin.

“Mulutmu benar-benar manis mengucapkan kata-kata kasar itu, aku jadi ingin meraupnya” ujar pria itu semakin mendekatkan wajahnya pada Youngjae.

DUK!

“Arrrggg” pekik pria paruh baya itu melangkah mundur sambil memegang keningnya yang sakit karena Youngjae menabrakan keningnya pada pria itu.

“Jangan menyentuhku bedebah!” teriak Youngjae.

Pria itu kesal berjalan mendekat pada Youngjae, dan..

Plak! Plak!

Pria itu menampar pipi kiri dan kanan youngjae, kasar.

“Berani sekali kau menyakitiku” teriak pria itu.

Pria itu menarik kerah Youngjae kasar hingga Youngjae terjatuh kebawah lantai.

“Akh!” pekik Youngjae saat mendapatkan tendangan keras pada perutnya.

“Jangan bersikap seperti harga dirimu itu sangat tinggi! Kau hanya jalang!” ujar pria itu.

“Akh!!! Isst” pekik Youngjae saat pria itu menjambak rambutnya, memaksa Youngjae untuk mendekat pada wajahnya.

Youngjae memalingkan wajahnya, pria itu sedikit menjilat pipi kanan Youngjae.

“Manis”  ucapnya sambil tersenyum manis.

“Menjijikan” balas Youngjae kasar.

Pria itu geram, lalu meninju tepat dipipi kanan Youngjae.

“Kau bilang menjijikan? Ibumu jauh lebih menjijikan! Akan ku buat kau sama menjijikannya dengan ibumu!” teriak Ho Young Shil.

“kau memiliki masalah dengan wanita itu, aku tidak ada hubungannya! Lepaskan aku!” teriak Youngjae.

“Tetapi wanita itu sudah mati, jadi kaulah yang harus menanggung semuanya” ujar Young Shil.

“Akh!” pekik Youngjae karena Young Shil menendangnya lagi.

Young Shil duduk tepat diperut rata Youngjae, lalu mencekik leher Youngjae.

Kembali menunduk, tetapi kegiatannya dihentikan saat mendengar ketukan pintu.

“Masuk!” titah Young Shil geram.

“Tuan, Jinyoung sudah sadar” sahut seseorang pria berjas hitam.

Close Eyes {Tamat}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang