Selamat membaca... 😚
Setelah berbincang sebentar dengan Youngjae, Seo jong mengajak Youngjae untuk pergi bersamanya ke korea.
Namun Youngjae menyuruhnya berbicara dengan Mark karena dia sudah mengantuk.
Seo jong keluar dari kamar Youngjae.
Mark yang sudah menunggu lama didepan kamar Youngjae, langsung menoleh saat pintu kamar Youngjae terbuka.
"Apa tuan sudah selesai berbicara dengan tuan muda?" Tanya Mark pada Seo jong.
"Sebenarnya masih banyak yang ingin aku bicarakan tetapi Youngjae sudah mengantuk" jelas Seo jong.
Mendengar penjelasan Seo jong, Mark menghela nafas.
Ia tidak suka sikap Youngjae satu ini.
Ingin mengakhiri obrolan dengan mengatakan dia mengantuk... hah... sifat ini dituruni dari siapa sih? Aku akan memarahinya nanti omel Mark dalam hati.
"Ada yang harus aku beritahukan padamu" ucap Seo jong pada Mark.
"Tentang apa? Sebelum berbicara mari duduk diruang tamu" ajak Mark.
Lalu mereka berdua pergi menuju ruang tamu.
"Jadi apa yang ingin dibicarakan, pak Im" tanya Mark serius menatap Seo jong sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Aku ingin membawa Youngjae ke korea"
Mendengar itu Mark sedikit terkejut, lalu ia kembali memasang wajah tenangnya.
"Aku punya syarat" ucap Mark.
"Apa itu?" Tanya Seo jong.
"Aku juga akan ke korea" ucap Mark tenang.
Mendengar itu Seo jong terkejut "Tapi-"
"Aku tidak akan dengan mudah memberikan Youngjae, dia... sejak kecil bersamaku dan perlu diingatkan saja keluargaku sangat berpengaruh bagi perusahaanmu dan perusahaan Choi" potong Mark dengan nada dingin.
Perlu diingatkan Mark itu sangat licik. Ia tidak mengizinkan apa yang menjadi miliknya diambil begitu mudah.
Jadi dengan cara paling jahat-pun ia akan lakukan untuk membuat Youngjae tetap bersamanya.
"Ya... aku tahu itu" jawab Seo jong.
Mark tersenyum menang.
"Aku akan menambah 50% keuntungan sahamku jika kau juga membawaku kekorea" usulnya tenang.
Seo jong menatap serius pada Mark. "Kau sangat ingin bersama Youngjae, sampai kau rela memberikan 50% saham hanya untuk bersamanya"
"Bisa dikatakan keluarga kandungnya Youngjae adalah kalian, namun orang tuaku yang memiliki hak banyak terhadap Youngjae. Walaupun hanya sebagai orang tua wali tapi kedua orang tuaku sangat menyayangi Youngjae seperti anak kandung mereka begitupun dengan ku. Dia adikku, jadi kau tidak bisa seenakmya mengambil adikku... aku dan kedua orang tuaku tidak mungkin bodoh memberikan sebagian kekayaan kami untuk kalian jika bukan karena Youngjae" jelas Mark dingin "Dan aku tidak percaya Youngjae akan bahagia ditangan kalian" lanjutnya dengan nada dingin penuh penekanan.
Mendengar penjelasan Mark, Seo jong menghela nafasnya pasrah.
"Hah... baiklah... kau akan kekorea bersamaku dan Youngjae... aku juga akan memberikan tanggung jawab padamu untuk mengurus beberapa cabang perusahaan kami" ucapnya.
Mark hanya tersenyum sebagai jawaban atas ucapan Seo jong.
Setelah kepergian Seo jong, Mark menatap langit-langit biru dengan awan putih yang tenang dan lembut.

KAMU SEDANG MEMBACA
Close Eyes {Tamat}
FanfictionTidak ada lagu yang bisa membaca kehidupan pahitku ini Mata itu terus menatapku dengan kebencian Seakan berkata 'Pergilah dari kehidupanku' Aku juga ingin pergi, menjauh dari pahitnya hidup yang aku alami Tetapi tuhan selalu menghentikanku Seakan m...