Season 2 : 1

1K 100 18
                                    

Selamat membaca... 😚😚😚







Ps :

Jb = 20 tahun.

Mark = 20 tahun.

Jackson = 20 tahun.

Jinyoung = 20 tahun.

Youngjae = 17 tahun.

Bambam = 17 tahun.

Yugyeom = 17 tahun.










Tiga tahun kemudian.

Dering alarm membangunkan pemuda imut yang selalu kesulitan tidur.

"Ugh" leguh Youngjae merasa terganggu dengan suara nyaring itu.

Youngjae bangun dan segera menoleh kearah jam wekernya.

Mata bulatnya membulat sempurna "Astaga! Aku kesiangan!" Pekiknya lalu berlari melangkah kamar mandi.

Perlu diingatkan, sekarang Youngjae udah bisa mandi sendiri. *Prok *Prok *Prok

Setelah bersiap Youngjae menuruni tangga asal.

"Yak! Sudah sering kukatakan jangan lari!" Omel Jb dari ruang makan melihat adiknya menuruni tangga dengan berlari membuat jantungnya tidak tenang.

"Salah sendiri hyung tidak membangunkan ku!" Omel balik Youngjae.

"Kau!" Jb jengkel adiknya selalu melawan jika ia tegur.

Youngjae tidak peduli lalu ia membuka mulutnya dan Jinyoung menyuapi satu roti berhasil menggantung dimulut Youngjae.

Dan Jinyoung sedikit membetulkan kancing pakaian Youngjae yang tidak beraturan.

"Jae-ku sudah masuk SMA... bayi-ku sudah besar" ujar Jinyoung sambil memeluk erat tubuh Youngjae.

"Lepaskan aku! Mesum!" Omel Youngjae berusaha melepaskan dekapan Jinyoung.

"Apa perlu aku mengantarmu?" Tanya Jb pada Youngjae.

Youngjae menggeleng masih didekapan Jinyoung.

"Tidak perlu... aku naik bus saja, dah..." ujar Youngjae ingin melangkah pergi.

"Apa kau sudah membawa kartu busway?" Tanya Jb.

"Oh ia!" Ingat Youngjae lalu berbalik berlari kembali menuju kamarnya.

Jb dan Jinyoung melihat tingkah Youngjae membuat keduanya pusing.

"Dasar..." kekeh Jb gemas dengan tingkah adiknya.

"Jie.. kau ingin kekantor bersamaku?" Ajak Jb dan Jinyoung mengangguk semangat.

Youngjae berlari dengan terburu menuju halte bus.

Sekarang Youngjae sangat berbeda dengan Youngjae empat tahun yang lalu.

Youngjae sudah bisa tertawa dan bersemangat seperti yang ia impikan selama ini.

Memang dari awal Youngjae anak yang ceria, sedikit demi sedikit semua orang didekatnya membantu Youngjae melupakan masa lalunya dan mereka berhasil membuatnya tersenyum bahagia.

Walaupun ia bisa tersenyum rasa kesepian ditinggal seseorang yang berharga baginya pasti ada, namun ia tutupi.

Akhirnya Youngjae sampai didepan gerbang sekolahnya.

Drrt...

Drrt...

Drrt...

Close Eyes {Tamat}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang