18

945 109 33
                                    

Selamat membaca.... 😚😚😚




















Tubuh Mark sangat pegal, saat ini Youngjae tidur tepat dipangkuan-nya dan mereka tidur diatas sofa kecil.

Tok

Tok

Tok

"Masuk!" Titah Mark.

Supir pribadi Mark yang masuk kedalam kamar Youngjae.

"Tuan, kami sudah menemukan apartement yang ingin kalian tempati" jelas supir pribadi Mark.

"Eum... bawa koper-koper itu" titah Mark.

Supir pribadi Mark langsung menoleh dan menatap dua koper besar itu.

"Tuan.. apa kau yakin langsung pindah malam ini? Kurasa besok pagi saja...  kau bahkan belum beristirahat" ujar supir pribadi Mark ragu.

"Kita langsung pergi sekarang... kasihan Youngjae selama disini dia selalu sulit tidur" jelas Mark.

"Baik tuan, apa perlu saya menggendong tuan muda?" Tanya supir pribadi.

"Biar aku saja.. kau tidak pantas menyentuhnya" jawab Mark dingin.

"Baik tuan, saya mengerti" jawab supir pribadi Mark pasrah.

"Cepatlah.. aku tunggu dimobil" titah Mark lagi.

"Baik tuan"

Jawab supir pribadi lalu sedikit membungkukkan tubuhnya saat Mark berlalu sambil menggendong Youngjae layaknya guling.

Tanpa Mark sadari dikamar Jb dalam suasana mencengkam.

"Baiklah! Aku akan berhenti melukainya tapi penggantinya adalah KAU! Park Jinyoung!" Jawab Jb dengan nada dingin.

Mendengar itu Jinyoung tersentak kaget, lalu Jinyoung menghela nafasnya panjang.

"Baiklah... lakukan apapun sesukamu, aku sudah tidak peduli pada diriku" jawab Jinyoung pasrah.

Mendengar itu Jb tersenyum sinis. "Ternyata kau benar-benar ingin menjaganya! Apa denganku kau merasa kurang?" Tanya Jb dengan nada kecewa.

"Tidak! Tapi ini Lebih baik" jawab Jinyoung.

Lebih baik kau menyakitiku daripada orang lain ujar Jinyoung dalam hati.

Jb menggeretakkan giginya saat mendengar jawaban Jinyoung, tangan Jb mulai terangkat dan Jinyoung mengatup matanya bersiap akan siksaan Jb.

Pluk-

Jinyoung membelalakkan matanya, Jb tidak memukulnya.

Kepala Jb sudah dibahunya.

"Jb?" Panggil Jinyoung bingung.

"Aku tidak bisa melukaimu" lirih Jb pelan namun Jinyoung masih bisa mendengar.

"Kau adalah kelemahanku, Jie" ujar Jb lagi, kali ini Jinyoung menelan salivanya kasar.

"Tapi aku-"

"Kali ini aku biarkan kau membelanya... tapi aku tidak ingin kau melakukan lagi" ujar Jb.

"Aku akan terus melakukannya!" Jawab Jinyoung lantang tentu saja Jb kesal mendengarnya.

"Kau!-" Jb kesal.

"Sudahku bilang Youngjae tidak bahagia selama dijepang" ceplos Jinyoung, spontan Jinyoung menutup mulutnya.

"Apa maksudmu?" Tanya Jb tidak mengerti.

Close Eyes {Tamat}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang