Season 2 : 19

950 101 17
                                    

Selamat membaca yah... 😘😘😘










Mingyu memanggil Jb dan Mark untuk mendengar hasil pemeriksaan Youngjae maupun Jinyoung.

"Aku memanggil kalian untuk mengetahui keadaan Youngjae dahulu. Youngjae dianiaya karena ia berusaha memberontak dan sepertinya Youngjaae akan mengalami trauma tetapi aku yakin dia akan baik-baik saja" jelas Mingyu sedikit menjeda.

"Untuk saat ini jangan memaksa Youngjae untuk menceritakan kejadian tadi sampai Youngjae yang berbicara sendiri mengenai kejadian ini, aku hanya tidak ingin kejadian ini membuat dirinya mengalami trauma yang sangat berat" lanjutnya menjelaskan pada Mark dan Jb.

"Mark! Jaga Youngjae dan aku ingatkan untuk kurangi kontak fisik dan bersikaplah lebih lembut karena hanya meninggikan suara saja Youngjae akan ketakutan" ujar Mingyu pada Mark.

"Baiklah... aku mengerti" jawab Mark mengerti.

"Sekarang kau boleh pergi, Mark.. aku ingin berbicara tentang keadaan Jinyoung pada Jb" titah Mingyu, Mark mengangguk.

"Aku percayakan adikku padamu Mark" ujar Jb menghentikan langkah Mark.

"Terimakasih, Kakak ipar" ujar Mark sambil tersenyum ramah.

Jb dan Mingyu sedikit meringis saat mendengar Mark mengucapkan kata yang menurut mereka sangatlah asing dipendengaran.

Sekepergian Mark, Mingyu menatap prihatin pada Jb.

"Bagaimana keadaan Jinyoung?" Tanya Jb.

Mingyu menghela nafasnya kasar. "Jauh lebih buruk dari adikmu, Jb-ah" jawab Mingyu dengan suara rendahnya.

"Lebih buruk? Maksudmu?" Tanya Jb.

"Adikmu sangat pandai melindungi dirinya walaupun ia harus terluka, tetapi berbeda dengan Jinyoung, dia tidak bisa melindungi dirinya sendiri" jelas Mingyu.

"Bicaralah lebih jelas, jangan bertele-tele seperti ini! Aku ingin mengetahui keadaannya bukan ingin mendengar ceritamu!!" Omel Jb mulai jengah.

"Aku menjelaskan ini untuk kau mengerti, jadi dengarkan aku! Akulah dokter disini Im!!!" Omel balik Mingyu, Jb memutar bola matanya malas.

"Mental Jinyoung lebih buruk dari Youngjae, karena Jinyoung.. dia diperkosa" jawab Mingyu, mampu membuat tubuh Jb membeku.

"Jinyoung diperkosa?" Tanya Jb berharap indra  pendengarannya salah mendengar ucapan Mingyu.

Mingyu mengangguk terpaksa, Jb mengusap wajahnya kasar. Ia gagal menjaga Jinyoung.

"Jadi aku harap kau menjaganya, jauhkan dia dari benda-benda tajam, dan jangan menyentuhnya, ini untuk kebaikkan-nya. Aku sering mendapatkan pasien tang diperkosa dan 99% mereka memilih mati" jelas Mingyu, Jb kembali terkejut.

"Dan biarkan Jinyoung menjelaskan kejadian yang ia alami hari ini saat di sudah benar-benar tenang, jangan memaksanya... kau akan membuatnya lebih parah! Kau mengerti?" Jelas Mingyu diakhiri pertanyaan.

"Aku mengerti, sudah bukan? Aku ingin pergi" ujar Jb lalu melangkah pergi.

Mingyu ingin menahan namun terlambat, Mingyu pergi menyusul jb.

Sedangkan Jb, berjalan menghampiri Mark.

"Kau tahu dimana Jackson membawa keparat-keparat itu?" Tanya Jb.

"Aku baru saja mendapatkan alamatnya" jawab Mark sambil menunjukan pesan dari Jackson diponselnya.

"Ayo! Kita kesana, aku ingin menghabisi mereka semua" ajak Jb dengan wajah garang.

Close Eyes {Tamat}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang