Selamat membaca... 😘😘😘
Jb menidurkan dirinya disofa panjang setelah menelpon adiknya yang baru sampai dikediaman Choi.
Jb menutup matanya perlahan, tubuhnya benar-benar lelah karena hari ini ia mengikuti tiga rapat sekaligus, membuat-nya malas menaiki tangga dan lebih memilih tidur disofa ruang televisi.
Jinyoung baru pulang dari kantornya, Jinyoung mendengar dengkuran halus seseorang diruang televisi.
Jinyoung berhati-hati mendekati tempat itu, ketika ia tahu Jb yang terlelap disana Jinyoung menggeleng-gelengkan kepalanya.
Dibelakang sofa perlahan Jinyoung mengambil ponsel yang masih digenggam Jb.
Stret!!!
Jinyoung terkejut saat Jb menarik tangan Jinyoung, berakhir ia diatas tubuh Jb.
Mata sipit Jb perlahan terbuka, menampilkan manik coklat gelap menatap lekat manik gelap Jinyoung.
"Kau sudah pulang?" Tanya Jb dengan nada serak.
Pipi Jinyoung merona lantaran ia bisa mencium aroma mint yang keluar bersamaan nafas Jb.
Jinyoung menjawab dengan angguk-kan lalu berusaha bangun menjauh dari tubuh besar Jb.
Grep-
Jb malah mempererat pelukannya dengan Jinyoung.
"Lepaskan!" Titah Jinyoung.
"Sampai libur musim panas berakhir Youngjae di Jepang, kita jadi memiliki banyak waktu bersama, aku senang.." ujar Jb sambil tersenyum menampilkan eyes smile-nya yang terlihat menggemaskan.
Kembali pipi Jinyoung memerah padam.
"Dasar lelaki tua tidak tahu diri! Kau pikir kau bisa melakukan sesuatu padaku jika adikmu tidak ada?!" Omel Jinyoung melepaskan dekapan Jb kasar.
Jb menatap bingung, seharusnya Jinyoung senang kenapa marah?
"Kau kenapa marah?" Tanya Jb bingung.
"Habis.. kau mengodaku seakan aku wanita!" Tegur Jinyoung.
Jb mengangguk mengerti.
"Tapi memang kau tidak pernah menunjuk-kan kau itu lelaki didepanku, jadi bagaimana bisa aku memperlakukanmu layaknya lelaki?" Tanya Jb jujur.
"Kau benar-benar brengsek!"
Ujar Jinyoung kesal melangkah pergi dengan menghentak-kan kakinya lalu memasuki kamar dengan memanting pintu.
Jb menghela nafas pasrah, bagaimana caranya membuat mood Jinyoung kembali membaik itulah yang ia tanyakan dalam hatinya.
Youngjae masih diam dalam kebingungan-nya, tanpa berkata apa-apa Youngjae kembali menutup pintu kamar itu lalu melangkah jauh dari kamar itu.
Namun terlambat, tangan besar seseorang berhasil menahan langkahnya dan memaksa Youngjae berbalik melihat orang itu.
Youngjae memberanikan diri menatap orang itu, yang tidak lain adalah Mark.
Masih menggenggam pergelangan tangan Youngjae, Mark menatap lekat mata Youngjae.
Tatapan bingung Mark namun terkesan hangat, Youngjae merindukan tatapan itu.
"Untuk apa kau kemari?" Tanya Mark dingin.
Youngjae sedikit terkejut Mark bertanya dengan nada dingin, Youngjae menatap kembali mata Mark namun ia tidak melihat ada perubahan dari tatapan sebelumnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Close Eyes {Tamat}
FanfictionTidak ada lagu yang bisa membaca kehidupan pahitku ini Mata itu terus menatapku dengan kebencian Seakan berkata 'Pergilah dari kehidupanku' Aku juga ingin pergi, menjauh dari pahitnya hidup yang aku alami Tetapi tuhan selalu menghentikanku Seakan m...