"kamu seperti hujan,
dingin dan penuh kenangan"
.
.
Suasana sangat menyeramkan seperti sedang melihat hantu. Pak Tarjo berdiri berhadapan dengan keempat murid perempuannya. Tidak berbicara sepatah katapun. Hanya berkedip beberapa kali dan menatap keempatnya dengan ekspresi datar selama beberapa menit terakhir.
Acara pembukaan sudah dimulai dengan naiknya 2 murid kelas 12 ke atas panggung sebagai mc. Tetapi pak Tarjo seperti tak mempedulikannya.Dia lebih memilih menatap keempat muridnya tanpa ekspresi terus menerus. Tubuhnya yang masih berdiri tegak dan matanya yang masih tajam membuat pak Tarjo terlihat lebih menakutkan.
Githa melirik ketiga temannya yang sama diamnya. Mereka tidak tahu akan berkata apa. Mereka mengakui jika perbuatannya memang salah. Menculik Bella yang seharusnya latihan bernyanyi.
"Bella langsung latihan" perintah pak Tarjo langsung mendapat anggukan cepat dari Bella. Bella melihat ke arah belakang pak Tarjo dan menemukan teman temannya sedang duduk tak jauh dari belakang panggung. Kakinya langsung melangkah kesana.
Tersisa Anggrek, Githa, Theia dan pak Tarjo. Theia yang berada paling ujung menyenggol lengan Githa yang ada di sebelahnya. Githa menoleh dan menemukan ekspresi wajah Theia yang mulai ketakutan. Mereka menunggu perkataan pak Tarjo selanjutnya.
Githa hampir menyentuh lengan Anggrek untuk menyenggolnya seperti yang dilakukan Theia padanya. Tapi hal itu terhenti karena perkataan pak Tarjo yang sudah ditunggu dengan jantung berdegup kencang akan terlontar.
"Theia bantu bersihkan piring dan alat makan, Githa bantu para guru di ruang guru, dan Anggrek ambil piring serta gelas yang tersisa di gudang. Itu hukuman untuk kalian" kata pak Tarjo yang menaruh kedua tangannya di belakang lalu menatap murid nakalnya satu persatu.
Bukan menolak ataupun protes, ketiga perempuan yang masih berhadapan dengan pak Tarjo justru mengangguk pelan. Mereka langsung mencium tangan pak Tarjo dan segera pergi untuk melaksanakan hukuman. Pak Tarjo menaikkan sedikit sudut bibirnya ketika tiga perempuan itu sudah menghilang dari pandangannya.
***
"tukeran hukumannya ya ya" pinta Anggrek dengan menyenggol lengan Githa dan menunjukkan ekspresi memelas.
"ogah" jawab Githa cepat dengan mata membulat. Anggrek tidak takut justru kedua jarinya maju kedepan mata Githa untuk menusuk mata bulat itu.
"yang pertama selesai cari bangku buat duduk" ucap Theia dengan nada tegas.
Baru kali ini Theia memberi perintah dengan tegas. Githa dan Anggrek mengembangkan senyum yang sangat lebar. Tapi dibalas Theia dengan bulatan lebar di matanya tanda dia tidak suka dengan senyuman mereka.
Ketiganya langsung pergi untuk melaksanakan hukuman. Dan hanya Anggrek yang tidak mengerjakan hukumannya dengan baik. Sudah beberapa menit dia berdiri di dekat gudang tanpa mengambil langkah untuk masuk ke dalam.
"gimana kalau gue ketemu setan di dalem?" batin Anggrek membayangkan beberapa kemungkinan yang terjadi jika ada hantu disini.
Otaknya terus memunculkan berbagai wajah hantu yang pernah dilihat Anggrek di internet. Hanya beberapa tetapi selalu terulang ulang di kepalanya. Dia mulai meremas ujung bajunya dan memunculkan ekspresi ketakutan karena baru saja mengintip gudang yang gelap dari balik jendela. Matanya melirik kesana kemari untuk memastikan tidak akan ada setan disini
KAMU SEDANG MEMBACA
Trouble Maker Class
Teen FictionDark Star. Panggilan yang digunakan untuk keempat perempuan ini. Bersekolah di sekolah elite nan mewah memang sudah dari dulu mereka jalani. Tapi hati mereka masih sama. Hati yang membenci masa lalu. Bersama sama mereka saling mengokohkan persahabat...
