13# safe

4K 341 1
                                        

Attention please!!

WARNING!!

Episode kali ini mengandung kekerasan (sadisme)
Bagi yang tak suka,silakan di skip saja









"Aaargh! Damn grandson!!"

Yamato dan sang kakek Luke bernama,Smith Foster berhenti di sebuah kafe sambil mencari tempat dimana Luke bersembunyi. Kakeknya bersumpah akan membunuh Luke jika terjadi sesuatu kepada Nadeshiko.
Well,Smith sudah menganggap Nadeshiko adalah cucu perempuannya. Yamato menyuruh bawahannya untuk melacak handphone Luke dan mereka hanya tinggal menunggu koordinat tempatnya. Smith sudah sangat tidak sabar untuk meninju wajah cucunya,ia mungkin akan memutuskan rencana pertunangannya dengan Nadeshiko
Smith sudah kehilangan kesabaran dan dia terus mengumpat kepada cucunya di dalam hati.

"Smith-san,mereka sudah menemukan tempatnya"

"Dimana dia?"

"Kita langsung naik mobil saja!! Ah,tapi sebelum itu..."

Sementara itu,Luke sedang mematikan handphonenya karena ia tak ingin di ganggu oleh orang lain lagi. Luke kembali menatap wanita bersurai putih yang ada di hadapannya,ia mendekat dan kembali membelai wajah wanita itu dengan lembut.
Berkat sentuhan dari Luke,Nadeshiko membuka matanya,pandangan awalnya buram,tapi lama kelamaan menjadi jelas. Hingga ia akhirnya melihat seorang pria sedang memandanginya.

"Selamat pagi,apakah kamu tidur nyenyak?"

Nadeshiko sangat terkejut,ia berteriak dan mendorong Luke hingga ia terjatuh. Nadeshiko lari ke pintu,dengan panik ia berusaha membuka pintu tetapi pintunya di kunci. Luke segera mendatangi Nadeshiko dan membuat Nadeshiko melihat wajahnya,tangannya melingkar di pinggang kecil milik Nadeshiko sedangkan satunya lagi memegang dagu Nadeshiko.
Nadeshiko sangat ketakutan,wajahnya sangat pucat,badannya gemetaran,akhirnya ia mendorong Luke sekuat tenaga. Mantan olahragawan Karate seperti Nadeshiko mendorong pria yang menyiksanya hingga terjatuh bukanlah hal yang sulit. Nadeshiko melihat ke belakang dan ia melihat tali tambang serta pisau lipat kecil sudah tersedia di atas meja. Nadeshiko baru menyadari,kalau ia memakai Dress bunga-bunga berwarna putih sedangkan Luke memakai Tuxedo.

"Ia akan menyiksaku dan membunuhku..."

Itu yang ada di pikiran Nadeshiko.

"Wow,rupanya kamu masih kuat saja. Kupikir kamu sudah melemah"

Luke kembali berdiri,kini raut wajahnya benar-benar serius dan menyeramkan. Nadeshiko merinding,kakinya sangat lemas tapi ia berusaha untuk berdiri sekuat mungkin.
Luke mengambil tali tambang dan pisau lipat. Ia menarik tangan Nadeshiko dan mengikat kaki serta tangannya,Nadeshiko memberontak,tapi ikatan talinya semakin kuat semakin Nadeshiko memberontak,hingga membuat kulit Nadeshiko yang putih langsung memerah dan mendapatkan bekas luka. Nadeshiko berusaha berteriak

"Berteriaklah sepuasmu,lantai bawah dan lantai atas tempat ini sudah aku sewa,jadi tak akan ada orang yang mendengar teriakanmu"

Malangnya nasib Nadeshiko. Sekeras apa pun ia berteriak,suaranya tak akan terdengar oleh siapa pun di hotel yang mewah dan luas ini.

Luke segera mengeluarkan pisau kecilnya,tubuhnya mulai bereaksi ia sangat suka dengan Nadeshiko hingga ingin menyiksanya. Luke menoreh pisaunya di sisi leher kanan Nadeshiko,hingga membuat darah menetes. Mulut nadeshiko dibungkam oleh jari-jari Luke,memaksa Nadeshiko untuk mengkulum jari-jarinya.
Luke semakin tak sabar untuk "bermain-main" dengan Nadeshiko,Nadeshiko sangat ketakutan hingga seluruh tubuhnya lemas seolah dia pasrah dengan semuanya. Luke segera meraba-raba kulit lembut seputih susu itu,Nadeshiko ingin menangis karena sensasi sentuhan dari Luke. Ia tak ingin di sentuh olehnya. Luke kembali menoreh luka di kaki,lengan,dan collarbone Nadeshiko,ia menoreh goresan luka berbentuk namanya,"L.U.K.E" menandakan,Nadeshiko adalah milik Luke seutuhnya. Lengan dan kakinya ditulis menggunakan pisau kecil itu,Luke membuat garis panjang dengan cepat di Collarbone Nadeshiko hingga Nadeshiko berteriak kesakitan. Ia memohon untuk berhenti,tetapi Luke tak mendengarkan. Luke terus menerus membuat banya goresan luka di sekujur tubuh Nadeshiko,bahkan ia juga memukul-mukul tepat di luka sampai nadeshiko menangis kesakitan. Ia berharap ada pertolongan yang muncul untuk menyelamatkan dirinya.
Luke mulai melepas pakaian Nadeshiko dan ia bersiap menyerang Nadeshiko bahkan ia menggoreskan pisaunya di segala kujur tubuh perempuan itu hingga darah terus mengalir dari tubuhnya. Kali ini,goresan pisau Luke semakin dalam dan dalam hingga darah menetes banyak di lantai kamar.
Luke menyentuh surai Nadeshik berniat untuk memotong surai putihnya ini,Nadeshiko menolak,ia tak ingin rambutnya dipotong secara brutal oleh Luke,dengan kekuatan tersisa yang ia miliki,Nadeshiko berusaha mendorong Luke dengan tubuhnya tanpa mengetahui kalau pisaunya telah menusuk bahunya.
Nadeshiko berteriak kesakitan,ia menangis wajahnya sudah sangat berantakan wajahnya memerah. Luke menampar wajah Nadeshiko berkali-kali hingga hampir membiru,bahkan ia mencabut pisau yang tertancap dan menusuknya lagi di bahu sebelah Nadeshiko. Luke merasa keinginan seksnya terpenuhi dengan menyiksa Nadeshiko,ia merasa puas. Luke segera mencabut pisaunya dan menancapnya ke dinding lalu,kembali menyiksa Nadeshiko dengan cara yang ia suka. Luke meremas tubuh Nadeshiko yang penuh luka dan topless dengan erat,membuat darah semakin mengalir deras. Luke menghisap darah yang mengalir bagaikan Vampire yang sangat haus.
Nadeshiko berteriak sangat keras,hingga...

BRAAAKK!!!!

"NADESHIKOO!!"

Smith di bantu Yamato mendobrak pintu kamar dan memanggil nama Nadeshiko bersamaan. Betapa terkejutnya mereka,melihat Nadeshiko terikat,terkulai lemas,penuh luka dan mandi darah,serta sudah tak memakai apa pun.

"Grandpa...?"

Luke terkejut melihat kedatangan kakeknya di depannya

"Ya tuhan,Luke.... kakek tak pernah mengajarkan kamu seperti ini... polisi,tangkap pria itu!!!"

Ya,mereka berdua tak sendiri. Mereka ditemani rombongan polisi berkat bantuan dari Yamato.

"Eits! Aku memegang pisau lho!"

Nadeshiko kini menjadi tahanan untuk Luke. Ia melihat kehadiran Smith dan Yamato

"Grandfather... oniisama..."

Nadeshiko menangis tersedu-sedu,Yamato berusaha menahan amarahnya sebelum ia mulai menghajar Luke dan berakhir Luke membunuh Nadeshiko

"Oi,Luke.. seharusnya kamu tahu,kamu mencintai adikku tapi kenapa kamu malah menyiksa dia..?"

"Karena aku sadisme"

Semua orang terkejut mendengar pengakuan dari Luke kecuali kakeknya. Ia tahu,cucunya ini sadisme ia berharap Nadeshiko bisa menyembuhkannya tapi malah berakhir seperti ini.
Yamato semakin sakit melihat keadaan adiknya yang menggenaskan menurutnya berada di tangan Luke. Ia sama sekali tak akan memaafkan ini.

"Kau tahu,sekali kalian mendekat,ia akan aku incar bagian jantungnya"

Luke mengancam,membuat semua orang tak berani mengambil langkah satu pun. Hingga ada 1 polisi yang berani menembakkan sengatan listrik dan berhasil membuat Luke tumbang akibat tubuhnya terkejut menerima listrik yang tak terlalu besar secara tiba-tiba. Segera,semua polisi membekuk Luke,Yamato mengambil selimut yang ada di dekatnya dan mulai membungkus Nadeshiko yang kini sedang tak berpakaian itu. Nadeshiko menangis,karena ia berpikir hidupnya akan berakhir di tangan Luke,meskipun tubuhnya sakit,Nadeshiko memeluk kakaknya hingga pakaian kakaknya terkena darah juga. Smith langsung memeluk Nadeshiko dan meminta maaf atas perbuatan Luke. Nadeshiko mengangguk dan memaafkan Luke,ia juga pernah belajar tentang kehidupan sosial dan segala penyimpangan,ia mungkin tak tahu tentang masa lalu Luke tetapi ia tahu apa penderitaan Luke selama ini. Luke sebenarnya,tulus mencintainya tapi karena ada suatu hal yang merubahnya secara psikologis dan mental,itulah yang membuat Luke menjadi saat ini. Polisi langsung memanggil ambulans terdekat dan membawanya ke rumah sakit,Nadeshiko masih memeluk Yamato,ia berpesan

"Hubungi para member... mereka pasti khawatir.."

"Tenang saja,aku akan memberitahu mereka"

"Dan satu lagi... jangan beritahu mereka soalku.. masih banyak ARMY yang menunggu kehadiran mereka,aku tak ingin mereka menunda perkerjaan mereka..."

"Baiklah,aku mengerti"

Yamato langsung membawa Nadeshiko menuju ambulans yang sudah datang dengan cepat




Tbc

Yaah.. bagaimana menurut kalian? Karena dia cewek,author nggak mungkin bikin adegan sampe badannya di koyak-koyak. Kalo main characternya mati,ceritanya dah selesai dong! Nggak seru lah!!

Maafkan jika ada kesalahan,akhir-akhir ini sering ada huruf yang hilang sendiri sampe author bingung. Bukan salahku,tapi maafkan dan mohon maklumi.
Ini bulan puasa cuy


See you on the next episode
Love U~♡

Jumat,25 Mei 2018
17 : 29

Our ManagerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang