Di sebuah cafe yang populer berdiri kokoh di tengah-tengah kota seoul,seorang wanita bersurai cokelat dan bergelombang yang ia biarkan menggantung di bahu kanannya,memakai jas putih,celana kebesaran putih,kaus tanpa lengan putih,kalung berwarna perak dan gandulan permata Sapphire yang terlihat cocok dan memakai kacamata hitam membuat wanita berumur 23 ini tampak cantik dan seksi di mata orang-orang. Penampilannya bisa dibilang menarik perhatian. Wanita ini menyeruput Iced Americano nya yang barusan datang sambil sesekali melirik ke arah jendela,mencari seseorang yang berjanji akan datang kemari.
KLINING
Seorang wanita memakai pakaian gaun Gothic Lolita panjang berwarna hitam dengan model Turtle neck dan renda yang tak terlalu banyak,permata Emerlad menggantung di lehernya dan jas hitam bercorak bunga mawar dibiarkan menggantung di kedua bahunya,memakai sepatu high heels hitam,sarung tangan dengan corak mawar berwarna hitam,tak lupa dengan topi baret hitam yang memiliki hiasan bunga mawar merah dan tas kecil berwarna merah. Wanita berpakaian Gothic Lolita ini mendekati wanita berpakaian serba putih. Mereka terlihat seperti perpaduan Black & White dengan gaya yang Modern dan Gothic.
"Maaf ya,kamu sudah lama menungguku?"
"Tidak. Seperti biasa,sensei selalu menarik perhatian orang-orang dengan pakaian Gothic Lolitamu ya"
"Ah,kamu juga begitu kok Sunny. Kamu terlihat bersinar dengan pakaian serba putihmu itu"
Rupanya,kedua wanita itu adalah Nadeshiko dan Sun Hee Mi. Dari antara mereka berdua,Nadeshiko yang paling mencolok dan menarik perhatian orang-orang
"Permisi,ingin pesan apa?"
"Black Tea saja,1"
"Terima kasih banyak"
"Sensei,jawab ya pertanyaanku"
Nadeshiko menghela nafas dan menjawab semua pertanyaan yang kemarin Sunny lontarkan. Ia menjelaskan satu persatu,jawaban dari Nadeshiko membuat Sunny tak percaya. Bagaimana bisa,wanita yang telah belajar selama bertahun-tahun di sekolah kedokteran telah menganggur 2 tahur dan berakhir menjadi manajer berkat bantuan dari pamannya,Sunny juga kesal dengan perlakuan Luke yang membuat Nadeshiko dililit perban seperti ini,meskipun sebagian sudah ada yang menutup,sebagiannya lagi masih terbuka
"Sensei.. kalau jadi manajer.. tinggal dimana?"
"Aku?"
Nadeshiko menengok kanan-kiri memastikan tak ada orang di dekat mereka,lalu membisikkannya di telinga Sunny
"Aku sekarang tinggal di asrama BTS sebagai pengurus tahu"
Sunny membelalak tak percaya. Tinggal 1 atap dengan BTS? Pengurus? Rasanya,Sunny ingin teriak sekarang juga,ia iri karena setiap hari bisa bertemu dengan BTS bahkan,mengetahui aktivitas mereka dari pagi hingga pagi berikutnya.
"Ini Black tea anda,silakan menikmati"
"Terima kasih"
Nadeshiko menyeruput tehnya yang masih hangat,sedangkan Sunny menatap Nadeshiko dengan tatapan tak percaya.
"Hoaahm~"
Nadeshiko menutup mulutnya,ia merasa ngantuk saat ini. Sunny memperhatikan keadaan Nadeshiko yang mengantuk
"Kurang tidur?"
Nadeshiko hanya mengangguk. Ia memberitahu keadaan Yoongi yang saat ini,Sunny mengangguk mendengarkan curhatan Nadeshiko. Ia juga ikut khawatir mendengar Yoongi yang tak mau makan,bahkan Nadeshiko penasaran apakah siang ini Yoongi masih mau makan?
Siangnya di asrama BTS,Jin mengunjungi kamar Yoongi ditemani Namjoon sambil membawa makan siangnya yang Nadeshiko siapkan pagi tadi. Ia membujuk Yoongi yang masih tertidur nyenyak untuk bangun dan makan. Ia bahkan belum meminum obatnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Manager
Fanfictionmanajer BTS tiba-tiba di ganti oleh manajer baru,ia seorang perempuan yang datang dari Jepang dan pindah ke korea untuk mencari perkerjaan. karena kebetulan,pamannya berkerja di agensi BTS pamannya itu meminta keponakan manisnya untuk bekerja mengga...
