Nadeshiko mondar mandir di ruang tengah asrama. Ia semakin pusing karena sudah 3 hari ini panas Yoongi tak turun-turun. Ia takut Yoongi terkena DBD jika panasnya tak kunjung turun.
Penampilan Nadeshiko kini sudah tak karuan. Ia memiliki kantung mata hitam,rambut yang acak-acakan,bibir pecah-pecah karena dia kurang minum dan pakaiannya kusut karena dia semalaman tak tidur dan mengurus Yoongi. Wajahnya juga semakin kusut,semalaman ia berusaha untuk membujuk Yoongi makan. Ia tak peduli ia harus di bentak-bentak oleh Yoongi,yang penting Yoongi mau makan.
Nadeshiko menelepon dokter kenalanannya untuk datang kemari membawa peralatan medis lengkap untuk memeriksa keadaan Yoongi. Ia menelepon Sunny kemari untuk memeriksa ulang Yoongi. Setelah mendapat telepon itu,Sunny langsung berangkat ke asrama BTS sesuai dengan alamat yang diberikan oleh Nadeshiko.
TING TONG~ TING TONG~
CKLEK
"Sunny-ah! Akhirnya kamu sampai disini!"
Nadeshiko menyambut dan memeluk temannya ini,ia mempersilakan masuk. Tanpa basa basi,Sunny masuk ke dalam asrama ia terkejut dengan interior mewah dan luas yang mereka miliki.
Nadeshiko mengajak Sunny ke kamar Yoongi,ia langsung bertindak ketika melihat keadaan Yoongi yang semakin pucat. Nadeshiko meninggalkan ruangan dan memanggil Jin yang ada di luar
"Oppa,kuminta untuk masuk dan jaga mereka berdua,supaya tak ada kesalahpahaman,oke? Aku harus keluar sebentar ke apotik. Bilang saja kalau dia sudah selesai,bayarannya aku kirim lewat rekening "
Meskipun Jin tak mengerti,ia tetap melaksanakan perintah Nadeshiko.
Nadeshiko pergi setelah mengenakan jaket dan topi baret hitam dan membawa dompetnya
Sunny yang selesai memeriksa Yoongi bernafas lega. Ia berpikir Yoongi terkena demam berdarah,tapi itu hanya demam tinggi biasa saja,hanya saja menurut pengakuan dari Nadeshiko ini Yoongi jarang meminum obat dan makan,makanya ia jadi kurus dan pucat begini. Sunny merapikan peralatannya lalu berdiri dan berbalik
"Ya ampun,kaget aku"
Wajah Sunny memerah ketika ia melihat Jin yang terus berdiri di belakangnya. Ia mengira,Nadeshiko yang menemaninya ternyata Jin ada di belakangnya menggantikan Nadeshiko
"Maaf,dokter.. apakah dokter sudah selesai?"
Sunny langsung gelagapan ketika Jin memanggilnya 'dokter'
"Ah,y,ya.. saya sudah selesai.. mari kita keluar dan membicarakan keluhan tuan Min Yoongi"
Jin mengajak Sunny duduk di ruang tengah,mereka membicarakan tentang keluhan Yoongi. Sunny terus berusaha meminta mereka untuk terus memberi dukungan dan meminum obatnya serta makan yang cukup. Yoongi hampir mendapati maag karena tak mau makan,ia juga tak mendapatkan air yang cukup jadi ia dehidrasi,itu buruk untuk tubuhnya. Sunny memberikan resep obatnya agar ia bisa langsung membelinya. Jin menunduk terima kasih kepada Sunny,dan Sunny kembali gelagapan karena idolanya menunduk terima kasih di hadapannya
"Bagaimana bisa kami membayarmu?"
Sunny berpikir sejenak
"Bagaimana kalau,oppa memberi tanda tangan di buku ini?"
Sunny mengeluarkan buku catatannya yang selalu ia bawa setiap kali berkerja. Jin menyanggupi permintaan Sunny,ia langsung mengambil spidol dan memberi tanda tangan yang cantik di buku itu. Sunny sangat bahagia bisa mendapat tanda tangan dari idola favoritnya,ia berterima kasih kepada Nadeshiko karena ia telah memilih jawaban yang tepat untuk memanggilnya ke asrama
"Ngomong-ngomong aku penasaran.. dimana member yang lain?"
"Mereka sedang pergi,ada urusan"
Sunny hanya ber-ooh ria saja. Kemudian ia baru berpikir. Saat ini,di ruangan ini,hanya ada Sunny dan Jin. Wajah Sunny kembali memerah,ia sedang berduaan dengan Jin tanpa ia sadari!
Jin melihat wajah Sunny dengan khawatir
"Apakah dokter sakit juga? Wajah anda memerah"
Sunny langsung gelagapan karena Jin menyentuh pipi Sunny secara tiba-tiba dan membuat wanita bersurai emas itu terkejut. Ia menjawab 'tidak' dengan cepat,dan tiba-tiba..
*Kruyuuuk~
Sunny langsung mengumpat dirinya di dalam hati. Kenapa cacing di perutnya harus berbunyi sekarang.. dia memang tak sempat sarapan karena sudah hampir telat berangkat kerja. Wajah Sunny kembali merona dan malu,ia menyembunyikan wajahnya supaya tak ketahuan oleh Jin.
Jin terkekeh geli mendengar suara perut Sunny
"Heheh,suara cacing diperutmu imut ya"
Kini debaran Sunny tak terkontrol,ia mungkin butuh dokter jantung untuk mencopot jantungnya agar berhenti berdetak
"Y,ya! Ja,jangan ngomong begitu,malu tahu!"
Sunny langsung menutup mulutnya karena ia tak sengaja mengucapkan kata-kata itu yang keluar dengan sendirinya. Ia terus mengumpat dirinya di dalam hati
Jin tertawa keras,membuat Sunny malu drastis dan merasa tubuhnya telah mengecil...
"Sebagai ucapan terima kasih,aku akan memasakkanmu omelet sebelum manajer kemari. Rahasiakan dari manajer ya"
Sunny mengangguk cepat. Ia tak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas yang langka ini. Ia mengikuti langkah Jin lalu duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh Jin. Sunny duduk manis sambil memperhatikan gerak gerik idolanya yang sedang memasak.
"Ia terlihat tampan saat sedang memasak..."
Sunny bergumam di dalam hati sambil terus memperhatikan Jin.
Jin memberikan sepiring nasi dan Omelet andalannya kepada Sunny.
"Omo,oppa! Ini terlihat enak! Terima kasih ya!"
"Ini ucapan terima kasih dariku. Silakan di makan!"
Jin memberikan Flying Kiss andalannya kepada Sunny membuat Sunny tambah merona dan kepalanya berasa berasap. Ia menyantap omelet buatan Jin,ia berteriak riang karena Omelet buatannya sangat enak. Sunny makan dengan lahap membuat Jin bahagia. Lalu,jemari Jin mengusap ujung bibir Sunny yang belepotan saus tomat. Membuat Sunny salah tingkah dan langsung mengambil tisu lalu mengusapnya sendiri
"Ah,sial! Kenapa aku bisa belepotan saat makan?!"
Sunny mengumpat didalam hati,ia mengumpat kepada dirinya sendiri dan author
(Lah? Salahku opo?)
Mata Sunny memperhatikan wajah Jin yang menatap dirinya
"Kamu mempunyai mata yang indah ya"
Pujian dari Jin membuat Sunny bahagia. Baru pertama kali,ada pria yang berkomentar indah tentang dirinya. Tiba-tiba,ia langsung penasaran. Sunny meletakkan sumpitnya di samping mangkuknya menandakan ia sudah selesai makan,toh makananya juga sudah dibabat habis dengan cepat
"Oppa,apa kesan oppa terhadap sen- eh bukan,Nadeshiko?"
Jin berpikir sejenak,memproses pertanyaan dari Sunny
"Pertama kali aku melihat manajer.. kupikir dia adalah seorang monster"
Alis Sunny naik sebelah,uratnya mulai terlihat di wajahnya
"Monster katamu???"
Jin langsung panik,ia menarik kesimpulan
"Bukan,bukan itu maksudku! Aduh,gimana ngomongnya ya.. dengarkan aku dulu. Pertama kali aku melihatnya kupikir dia itu monster,tapi saat kami melihat wajahnya untuk pertama kalinya kami terpesona denga keindahan yang ia miliki. Ia memiliki mata bernetra putih yang sangat indah dan ia juga cantik lengkap dengan rambut putihnya. Awalnya,aku kaget tapi lama-lama terbiasa juga"
Sunny mengangguk paham perkataan Jin. Sebab,saat ia pertama kali bertemu Nadeshiko,Sunny mengira Nadeshiko adalaj hantu yang tampak nyata,tapi ia salah.
Sunny menghabiskan waktunya untuk mengobrol dengan Jin tanpa menyadari,sudah saatnya ia kembali ke rumah sakit...
Tbc
Uweeew,beruntungnya Hee Mi😲
Mayan coy,dimasakin sama si doi,heheh...
Maafkan jika ada kesalahan
See you on the next episode
Love u♡
Rabu,30 Mei 2018
19 : 01
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Manager
Fiksi Penggemarmanajer BTS tiba-tiba di ganti oleh manajer baru,ia seorang perempuan yang datang dari Jepang dan pindah ke korea untuk mencari perkerjaan. karena kebetulan,pamannya berkerja di agensi BTS pamannya itu meminta keponakan manisnya untuk bekerja mengga...
