Mifta berlari ke ruang kelas dengan wajah yang kesal.
Dia sudah melakukan apapun, tapi hasilnya tetap nihil.
"Fikar!!!" Dzulfikar yang sedang membereskan buku terkejut.
"Kau jahat!!!" Mifta mendekat pada Fikar yang hanya diam tak menanggapi.
Bagaimana bisa Mifta bilang bahwa dirinya jahat? Sedangkan Fikar saja tak pernah mengobrol dengannya.
Memangnya apa yang telah Fikar lakukan padanya?
"KENAPA KAU DIAM SAJA?!!" bentak Mifta.
"Aku harus apa? Aku tak mengenalmu.." jawab Dzulfikar enteng.
"KAU INI.. " Mifta geram, dia membanting kursi.
"Kenapa kau tak mencintaiku hah??!!" Dzulfikar diam lagi.
"Kau ini laki-laki jahat. Aku yang berusaha mendekatimu dan mencintaimu lebih dulu dibanding Laula." suaranya mulai terdengar parau.
"Kenapa kau lebih memilihnya daripada aku?! Kenapa?! Kau tak berperasaan, kau tega menyakiti aku! Kau ini jahat!" Dzulfikar menghela nafas.
"Cinta tak pernah memaksamu untuk mempertahankan diri.. " iya, benar yang dikatakan Dzulfikar.
Bahwa cinta tidak pernah memaksa seseorang untuk terus bertahan. Karena dia sendiri yang memaksanya.
"Setidaknya kau hargai aku! Lihat aku disini yang terluka karenamu!"
"Bagaimana bisa kau menyalahkan aku sedangkan yang mempunyai perasaan saja kau?" Dzulfikar mulai agak geram.
Bagaimana bisa ada perempuan seperti dia didunia ini, batinnya.
"Cinta tidak pernah menuntut untuk dibalas." tegasnya lagi.
"Meski kau yang lebih dulu mencintaiku dibanding Laula. Tapi Laula lah yang ku cintai terlebih dahulu.."
Mifta terduduk lemas dilantai, hatinya perih, dia menangisi kekalahannya.
"Dzulfikar.. Tak adakah sedikit celah dihatimu untukku.. "
"Kau yang membuat aku tak bisa mengasihani mu. Perlakuanmu pada Laula sudah diluar batas.."
"Itu semua aku lakukan agar kau menjauh darinya!!!"
"Tapi, kau salah Mifta"
"Iyaa!! Dan itu karena kau yang tak mau mencoba mencintaiku!!!" Dzulfikar kembali menghela nafas.
"Cinta tak bisa memaksa. Aku bukan tak mau menghargaimu tapi aku sudah mencintai oranglain." jelas Fikar.
"Tinggalkan Laula, Fikar.. Tinggalkan.. " pinta Mifta.
"Aku tak bisa.. Maaf." Fikar hendak berlalu, tapi Mifta menahannya.
"Laula juga sudah mencintai oranglain.."
Fikar menoleh pada Mifta yang masih terduduk dilantai.
"Aku tau.. " jawab Fikar
"Lalu kenapa kau merebutnya dari Rizky?!" Fikar diam.
"Kenapa kau melakukannya Fikar?" Mifta hanya mencoba membuatnya melemah dan dia tidak mau ambil perduli.
"Kau tak hanya membuat aku terluka, tapi Laula juga terluka dan Rizky pun terluka." Fikar menghela napas.
"Kau tidak tau bagaimana mereka berdua. Hubungan mereka sudah dua tahun. Rizky sangat mencintai Laula, dan Laula pun begitu." Fikar tau itu, tanpa Mifta jelaskan lebih detail lagi. Fikar sudah lebih tau dulu. Dan Mifta masih terus berusaha melanjutkan perkataannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dzulfikar (✓)
Teen FictionCover by : @novendra_ardiansyah Aku adalah gadis remaja SMA. Menjalani kehidupan sama seperti remaja lainnya. Aku punya kekasih bernama Rizky Al-Farisi. Dia tampan dan baik sekali. Tapi, semua kehidupanku berubah ketika seseorang bernama Dzulfikar d...