Sayyid Dzulfikar namaku. Aku dilahirkan dikeluarga pesantren. Aku adalah anak bungsu di keluarga Abdullah. Aku tidak suka bermain layaknya kebanyakan pemuda jaman sekarang. Dan aku menjaga pandanganku sejak Abah mengatakan padaku untuk menjaganya.
Saat Abah menyuruhku masuk sekolah umum, aku kaget, karena aku tak pernah menatap dunia luar. Perjodohan yang Abah jelaskan padaku membuatku takut, karena aku masih punya banyak mimpi yang belum tergapai. Pertemuan dengan seorang perempuan bernama Laula menjadi kesan yang mendalam bagiku. Aku jatuh cinta padanya, tapi dia sudah punya kekasih yang bernama Rizky.
Aku tak tau harus bagaimana, dan saat Abah berkata bahwa Laula adalah perempuan yang akan dijodohkan denganku, aku senang. Walaupun ada rasa bersalah yang amat dalam pada Rizky. Namun tak ada yang bisa aku lakukan karena ini adalah perintah Abah.
Laula adalah gadis yang mau belajar menerima segala keadaan. Dan Rizky adalah laki-laki penyabar yang punya hati ikhlas dalam merelakan. Aku ingin tak mengganggu mereka. Namun aku sudah terlanjur menatap Laula, dan melihat auratnya. Ada rasa bersalah dalam lubuk hatiku, karena aku sudah memisahkan mereka berdua. Yang paling aku takutkan ialah setelah akad Laula tak mau menerimaku. Namun, dia mmenerimaku dengan sangat baik, aku bahagia saat Laula mau mencintaiku. Aku kira dia akan membenciku karena aku yang membuatnya terluka dan menangis.
Laula, istriku yang paling aku cintai dan sayangi. Segala mimpi tergapai saat aku dapat mendekapnya. Dia seperti pelengkap yang melengkapi hidupku. Meski usiaku dan dia masih muda. Tapi pernikahan kami dibawah perlindungan Allah. Dan Abah selalu membimbing kami untuk membina rumah tangga yang baik.
Laula adalah bidadari dalam hidupku. Dia selalu menjadi penawar bagi segala rasa pahit. Aku mencintainya, sangat mencintainya. Seperti dia yang selalu mencintaiku sepenuh hati, setulus hatinya. Karena cinta kita telah Allah ridloi.
Sayyid Abbas.
Menjadi penyemangat bagi kehidupanku dengan Laula. Pertumbuhan nya yang cepat membuatku semakin merasa bahagia.Aku adalah seorang Ayah, tapi masih tetap muda dan tampan.
Aku Dzulfikar, laki-laki yang tak pernah melepaskan peci kata Laula.
Suami yang selalu memberi warna pada hidup Laula.
Ayah yang selalu siap menggendong sampai pegal demi Abbas-ku.
Anak bungsu yang akan selalu patuh pada Abahnya, Kyai Abdullah.
Dan menantu yang selalu Ayah banggakan karena aku adalah satu-satunya.
Tapi tidak, karena Rizky sudah Ayah anggap seperti anaknya. Aku turut berbahagia.Dan duniaku sudah sangat lengkap dengan adanya Laula dan Abbas. Sepertinya ada lagi yang akan menjadi sumber bahagiaku. Kan rencananya aku ingin sepuluh anak, bukan hanya Abbas saja. Yah Laula?
(Puisi)
Aku tak pernah menatap dunia
Karena ku pikir dia tak indah
Namun saat ku tatap Laula
Hidupku berubah menjadi berwarna
Ku temukan sesuatu yang tidak biasa
Dan aku tak mau jauh darinya
Aku mencintainya
Aku selalu tak mau melepasnya
Ingin selalu mendekapnya
Bidadari dalam hidupku
Yang matanya berkilau
Yang tutur katanya menggetarkan
Jangan menjauh
Kekasihku, istriku
Kau adalah genggam yang takkan ku lepas
Karena kau adalah anugerah
Jadi biarkan aku terus memelukmu, ya?
Aku mencintaimu Laula
Tapi cintaku ku bagi
Untuk putra kecilku
Ups!
Putra kecilmu juga
Biar ya, ku bagi?
Untukmu dan untuknya, Abbas(Dzulfikar)
🐣Nana Raynaa

KAMU SEDANG MEMBACA
Dzulfikar (✓)
Novela JuvenilCover by : @novendra_ardiansyah Aku adalah gadis remaja SMA. Menjalani kehidupan sama seperti remaja lainnya. Aku punya kekasih bernama Rizky Al-Farisi. Dia tampan dan baik sekali. Tapi, semua kehidupanku berubah ketika seseorang bernama Dzulfikar d...