Aiden tercengang melihat Edrianna yang tersenyum. Bukankah tadi dia disahkan meninggal?
" A..bang," kata Edrianna perlahan.
" Ye sayang, ni abang,"
" You thought I'm gonna leave without saying a word? Tak mungkin," balas Edrianna sambil mengusap pipi Aiden.
" This may be my last day to live but never my last day of loving you. Abang, abang adalah hadiah terbesar dalam hidup sayang. Tanpa abang, sayang rasa hilang separuh dari hati sayang. I love you dear hubby," kata Edrianna dengan sayunya. Bibirnya yang pucat itu bergerak dengan lemah.
" No sayang, you're not going anywhere. Sayang kena berada disisi abang. Jangan pergi please. Maafkan abang, abang silap sebab tinggalkan sayang, tapi cinta abang tak pernag tinggal. Please sayang, I love you so freaking much!"
" Abang, maaf. Sayang kena pergi begitu juga dengan abang," kata Edrianna lemah sebelum terbatuk. Aiden semakin mengalirkan air mata manakala Edzry mengusap rambut Edrianna.
" Angah, you're the best. Angah pun kena pergi eh?" Edrianna kini memandang Edzry. Dia menggengam tangan Edzry dan Aiden sebelum berbaring kembali.
" Selamat tinggal semua," kata Edrianna yang semakin lemah sambil tersenyum. Matanya perlahan-lahan terpejam sebelum esakkan Aidendan Edzry bergema diseluruh wad.
Tok...Tok..Tok
Happy Birthday to you,
Happy Birthday to you,
Happy Birthday to Aiden and Edzry,
Happy Birthday to you.
Kelihatan keseluruh ahli keluarga mereka berada disitu. Termasuk si kembar empat Edrianna dan Aiden. Mama masuk dengan senyumannya membawa sebiji kek yang indah. Keempat-keempat anak kembar Aiden membawa sebuah kotak seorang.
"Happy Birthday Abang and Angah. Love ya," kata Edrianna sambil tersenyum lebar. Aiden dan Edzry masih lagi hairan.
Anak anak mereka membawa kotak itu mendekati mereka. Kucupan hinggap di pipi Aiden oleh isteri dan anak anaknya.
" Happy Birthday papa," kata anak anaknya pelat. Emran dan Amelia memberikan kotak itu kepada Aiden.
Mereka kemudian menuju ke arah Edzry lalu mengucup pipinya. " Happy Birthday pak ngah...bushuk!" kata Elman gembira walau dia terlupa skrip sedikit. Edrianna sudah ketawa terbahak bahak.
" Thank you my dear. Tapi yang busuk tu mama korang sayang. Bukan pak ngah," kata Edzry namun kemudian dia terus menjerit. Ketam Edrianna dah sampai!
" Okaylah, potong kek please birthday boys," kata mama yang dari tadi memegang kek tersebut. Pisau kek segera dihulurkan kepada kedua mereka. Kek itu dipotong lalu mama mula membahagikannya. Riuh wad Edrianna pada petang itu.
* * *
" Sayang, explain everything now please," kata Aiden yang sebenarnya masih hairan dengan kejadian tadi. Dia merenung muka Edrianna yang dirindukan itu.
Edrianna hanya tersengih lalu mengelengkan kepalanya. " Ala, please? Pretty please," pujuk Aiden.
" No, my prince haven't kiss me yet," gedik Edrianna. Melepas rindu dua tahun yang tersimpan.
Aiden tersenyum lebar lantas menyambar bibir Edrianna. Mereka tersenyum disebalik ciuman itu.
" Ah, kesuciaan mata aku!" kata suara sumbang Edzry. Mereka terus menghentikan kucupan itu. " Gangguan apakah ini ya Tuhan?" tanya Edrianna sambil menjengkilkan matanya pada Edzry.
ANDA SEDANG MEMBACA
Penantian Cinta
RomanceHighest: [ #17 in Romance, #28 in Romance ] Kahwin Paksa? Ya, memang tipikal. Siapa sangka hidup Edrianna Rose bertukar 360° setelah di paksa untuk berkahwin dengan CEO yang keras kepala, Tengku Aiden Mikael. Mungkin sesetengah orang berasa bersyuk...
