"MUSE"
By : itskyungsmagic
(Fanfic ini bukan untuk lomba, hanya untuk meramaikan saja)
"Hey Kyungsoo, bagaimana kabar tulisanmu yang rencana-nya akan kau kirim ke penerbit?"
"Darimana kau tahu?"
"Sehun yang memberitahuku kemarin."
"Ahh, anak itu memang tidak bisa menjaga rahasia." Kata Kyungsoo tersenyum mencela. "Aku tak mau terlalu percaya diri. Entahlah, aku tak merasa tulisanku bagus, Baek." Sambungnya, dengan senyuman hambar.
"Heyy, bung, kau itu selalu merendahkan dirimu. Bukankah kau selalu mengagungkan impian untuk menjadi seorang penulis tenar macam JK Rowling suatu hari nanti?" Baekhyun berkacak pinggang, persis seperti seorang ibu yang sedang menasihati anak kecilnya.
"Mudah bagimu berkata begitu, Baek." Kyungsoo bangkit dari kursinya, lalu menyampirkan ransel ke pundaknya.
"Kau mau kemana? Kembali lari dari pembicaraan ini? Cihhh." Baekhyun mendecih, sambil tersenyum mencela. "Aku hanya ingin mengatakan satu hal padamu, D.O, jika semua karyamu itu luar biasa. Semua orang bisa menulis, begitu juga denganmu. Tapi tidak semua orang mampu membuat tulisannya menarik seperti dirimu. Yang kau butuhkan hanya kepercayaan diri tak terbatas, dan menatap dirimu sendiri dengan prasangka baik kalau kau itu hebat."
Jika sudah memanggil dengan nama pendek itu, artinya Baekhyun tidak mengatakan hal yang hanya omong kosong, atau hanya berupa candaan belaka. Kyungsoo tahu sahabatnya itu sedang mencoba menaikkan semangat dirinya. Sebuah hal yang semakin hari semakin surut dalam diri Kyungsoo.
"Yeah, kau sudah seribu kali mengatakan itu. Tapi terima kasih karena selalu mengingatkan aku." Kata Kyungsoo menghela nafas panjang. "Untuk saat ini, aku lebih memilih menulis fanfiction saja, setidaknya itu tidak menghilangkan semangat menulisku. Aku butuh banyak penyegaran sampai aku kembali menulis naskah novel."
Kyungsoo memutar tubuhnya dan melambaikan tangan pada Baekhyun. "Sampai jumpa. Sampaikan salamku pada Sehun. Katakan padanya jangan mengajakmu bercinta di bawah shower kamar mandi lagi. Kau itu susah sembuh jika sudah sakit flu." Katanya melangkah ke pintu, sementara Baekhyun menarik masker nya lebih rapat karena hidungnya yang meler, ditambah untuk menutupi semburat merah di pipinya.
Kaki kecil itu melangkah menyusuri trotoar kota Seoul, melewati beberapa toko yang mulai tutup. Sembari menggumamkan lagu favoritnya yang berjudul Stay With Me milik idola kesayangannya, Kyungsoo berjalan menuju stasiun kereta terdekat. Suasana senja dengan semilir kecil angin yang menerpa wajah terasa begitu menyejukkan, membuat kantuk menyerang tiba-tiba.
Ketika sedang menutup mulutnya karena menguap, Kyungsoo menghentikan langkah kakinya, lalu memutar tubuhnya ke belakang. Sesaat tadi Kyungsoo merasa ada seseorang yang berjalan mengikutinya di belakang. Namun tak ada siapapun disana.
Mencoba untuk menghiraukan segala perasaan ganjil, Kyungsoo pun melanjutkan perjalanan menuju stasiun yang sudah terlihat di kejauhan sambil kembali bersenandung kecil. Baru lima langkah ia berjalan, Kyungsoo kembali membalikkan tubuhnya ke belakang, merasakan hal yang sama seperti sebelumnya.
Dan sekali lagi ia tak menemukan ada siapapun membuntuti. Nafas Kyungsoo mendadak memburu ketika rasa takut perlahan menjalar di sekujur tubuhnya. Mendadak jantungnya memalu kencang karena ia yakin sekali tadi ada seseorang yang mengikutinya diam-diam.
Dengan wajah tampak mulai khawatir, perlahan Kyungsoo berjalan kembali, kali ini lebih pelan dengan raut muka awas. Tiga langkah ia baru berjalan, Kyungsoo kali ini hanya memutar perlahan kepalanya untuk memastikan jika memang tak ada siapapun di belakangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chansoo Writing Competition 2018
أدب الهواة[Kategori : Fanfiction & Meme] 45 karya peserta FF Competition 2018 sudah dipublish pada work ini. 11 karya peserta Meme Competition 2018 sudah dipublish pada Instagram kami. Silakan menikmati karya-karya peserta, dan jangan lupa tinggalkan komentar...
