Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

7. LOVE IN PAIN

1.6K 308 43
                                        

Judul : LOVE IN PAIN

By : Awdek_

Genre : Romance, Angst

Rintikan air hujan terdengar nyaring, hingga aku terpaksa membuka bola mataku untuk melihat situasi sekitar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rintikan air hujan terdengar nyaring, hingga aku terpaksa membuka bola mataku untuk melihat situasi sekitar. Ternyata atap kamarnya bocor. Bagaimana bisa aku tidak sadar? Air menggenang di mana-mana, bahkan kini ranjang yang aku tempati basah kuyup oleh tetesan air hujan.

Ini bukan sesuatu yang baru. Beberapa bulan yang lalu, kamar ini juga pernah digenangi air. Aku buru-buru mengambil bantal, selimut, dan apapun yang terisa, kemudian memindahkannya ke sisi kanan.

Aku tidak bisa keluar dari kamar ini untuk memebenahi kerusakan, atau mengambil sesuatu untuk menampung air hujan. Ya, aku tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini, karena aku sedang diculik. Apakah sekarang sore, siang atau malam? Aku tidak tahu. Kamar ini selalu gelap, dan minim penerangan.

"Apa kamarnya bocor lagi?"

Deg!

Aku menoleh ke arah pintu yang dibuka oleh sosok tinggi bertubuh besar dan dingin itu.

"Iya," jawabku menduduk.

Dia Chanyeol, orang yang mengurungku di ruangan ini. 10 tahun yang lalu, aku tidak berani menatap wajahnya. Setiap berdekatan dengan Chanyeol, aku akan menangis histeris, karena saat itu aku masih terlalu kecil.

Wajah Chanyeol sebenarnya tidak seram. Dia tampan, dengan tubuh tinggi menjulang. Mungkin aku hanya sebatas bahunya. Entahlah.... Kami jarang berdiri bersisihan.

Aku tidak terlalu mengenal Chanyeol. Dia misterius, aku bahkan tidak tahu apa alasannya mengurungku di tempat ini. Apakah itu untuk uang? Kalau iya, kenapa dia tidak memberi bocoran lokasi tempat aku dikurang ke Ayahku?

Kulirik Chanyeol yang berusaha membetulkan kamarku. Dengan tubuh tingginya, dia meraih atap, lalu menyumpalnya dengan kayu. Sebenarnya Chanyeol adalah orang yang baik. Dia selalu memberiku makanan dan selimut yang hangat, mengabaikan kalau dia juga membutuhkan semua itu. Satu hal yang aku tahu dari Chanyeol, dia orang miskin. Sangat, sangat miskin.

Jika Chanyeol memberiku nasi dan dan dua potong sosis, maka Chanyeol hanya memakan nasi dengan garam. Rumahnya pun hanya sebuah gubug kumuh. Ya, meskipun aku tidak tahu bentuknya seperti apa, tapi aku yakin rumah yang ditempati Chanyeol sangat jelek.

"Kenapa kau tidak meminta uang tebusan ke Ayahku? Kau bisa meminta mobil, rumah atau apapun," ujarku.

Chanyeol menoleh, "Belum saatnya."

"Ini sudah sepuluh tahun." Aku mencebik kesal. Sampai kapan dia berniat mengurungku?

"Sebenarnya tidak ada untungnya kau mengurungku. Kau hanya akan membuang-buang uang untuk makan, dan juga, aku baru sadar rumah ini hanya mempunyai satu kamar. Jadi---- selama ini kau tidur di mana?"

Chansoo Writing Competition 2018Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang